Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Tembus Rp9,21 Triliun

Published Juni 6, 2026 · Updated Juni 6, 2026 · By Mark Martin

Main Agenda: BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Perumahan Nasional, Realisasi Tembus Rp9,21 Triliun

Main Agenda – Hingga 25 Mei 2026, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berperan sebagai penyalur utama Kredit Program Perumahan Nasional (KPP) di Indonesia, dengan realisasi mencapai Rp9,21 triliun. Capaian ini menunjukkan kontribusi signifikan BRI dalam mendukung akses perumahan untuk masyarakat, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas hidup melalui skema pembiayaan yang terjangkau. Angka ini diperoleh dari pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Direktur Utama BRI Hery Gunardi, yang berlangsung di Jakarta.

Kemitraan untuk Meningkatkan Akses Perumahan

Pertemuan tersebut membahas kolaborasi BRI dengan pemerintah dalam pengembangan rumah layak huni. BRI dikenal sebagai institusi keuangan yang aktif mendistribusikan dana KPP, termasuk dukungan bagi KUR Perumahan dan subsidi perumahan untuk keluarga berpenghasilan rendah. Total penyaluran KPP nasional hingga 25 Mei 2026 mencapai Rp16,86 triliun, yang terdiri dari penyaluran sisi pasokan (supply) senilai Rp4,87 triliun dan sisi permintaan (demand) sebesar Rp11,99 triliun.

"BRI telah meningkatkan kuota KPP dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, sehingga realisasi hingga 25 Mei 2026 mencapai Rp9,2 triliun. Tahun ini, kinerja BRI dalam program ini sangat menggembirakan karena telah melebihi target awal," ujar Maruarar Sirait dalam kesempatan tersebut.

Strategi Lokal dan Nasional dalam Pembiayaan Perumahan

Komitmen BRI terhadap KPP tidak hanya terlihat dari jumlah penyaluran, tetapi juga melalui upaya sosialisasi ke berbagai daerah. Contohnya, di Sorong, Papua Barat Daya, BRI berhasil memberikan pembiayaan senilai Rp258,9 miliar kepada 610 peminjam. Sementara di Tangerang, Banten, sebanyak 255 debitur menerima total Rp202,4 miliar. Di Majalengka, Jawa Barat, 499 peminjam mendapatkan pembiayaan Rp151,98 miliar, dan di Pontianak, Kalimantan Barat, ada 130 peminjam dengan nilai total Rp59,23 miliar.

BRI juga terus memperkuat partisipasinya dalam program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang bertujuan menyediakan subsidi rumah untuk keluarga miskin. Pada 2025, BRI berhasil menyasar 32.206 unit FLPP, mencapai 97,5% dari target 33.000 unit. Untuk 2026, target FLPP ditingkatkan menjadi 60.000 unit, naik 81,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga 25 Mei 2026, realisasi FLPP telah mencapai 12.500 unit.

Menurut Hery Gunardi, jaringan layanan BRI yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia menjadi faktor utama dalam distribusi KPP. Dengan lebih dari 7.500 titik layanan, BRI mampu menyediakan akses ke pembiayaan perumahan di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. "Main Agenda menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari kehadiran BRI di lapangan," tambah Hery.

Program KPP dan FLPP diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor perumahan nasional. BRI terus berupaya mengembangkan skema pembiayaan yang fleksibel, seperti tenor hingga 40 tahun, untuk mengurangi beban cicilan calon peminjam. "Main Agenda berkomitmen untuk menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sambil memastikan manajemen risiko tetap terjaga," terang Hery Gunardi.

Dalam perspektif ekonomi, pembiayaan perumahan memiliki dampak multiplier yang signifikan. BRI bersama pemerintah berupaya memperluas peluang kepemilikan rumah bagi keluarga miskin, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha lokal melalui KUR Perumahan. Selain itu, kemitraan Main Agenda dengan BRI diperkuat oleh penerapan teknologi digital untuk mempermudah proses peminjaman dan mempercepat realisasi penyaluran dana.