Main Agenda: BTN dan KAI Kolaborasi Bangun 5.400 Hunian TOD, Cicilan Rp2,9 Juta per Bulan
Kolaborasi BTN dan KAI untuk Pengembangan Hunian TOD
Main Agenda mengungkapkan bahwa PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menjajaki kerja sama strategis dalam membangun 5.400 unit hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kota-kota besar Indonesia. Proyek ini bertujuan memperkuat keterjangkauan perumahan bagi masyarakat urban, terutama pekerja yang mengalami kesulitan biaya transportasi akibat jarak tinggal jauh dari pusat aktivitas.
Pengembangan TOD sebagai Solusi Keterbatasan Lahan
Dalam Main Agenda ini, BTN dan KAI akan mengintegrasikan pengembangan hunian dengan infrastruktur transportasi publik, seperti KRL Commuter Line, LRT, MRT, serta Transjakarta. Konsep TOD, yang semakin relevan di Indonesia, diharapkan mampu mengatasi tantangan urbanisasi dan kelangkaan lahan di tengah kota. Proyek yang dimulai dari kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, akan mencakup empat lokasi strategis, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Kawasan Stasiun Manggarai, yang memiliki luas sekitar 62 hektare, akan menjadi pusat pengembangan pertama. Lokasi ini terletak di jantung transportasi Jabodetabek, sehingga menjadi nilai tambah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup tiga elemen utama: perumahan vertikal, kawasan TOD, dan pusat bisnis baru yang setara dengan CBD Jakarta.
Main Agenda juga menyoroti skema cicilan yang ditawarkan. BTN menyediakan fasilitas KPR Rumah Susun FLPP dengan suku bunga tetap 6 persen per tahun, serta tenor hingga 30 tahun. Dengan uang muka mulai dari 1 persen, cicilan bulanan untuk unit seharga Rp500 juta diestimasi sekitar Rp2,9 juta per bulan. Program ini ditujukan untuk keluarga muda dengan penghasilan maksimal Rp12 juta, sehingga memudahkan akses perumahan di pusat kota.
"Kawasan Manggarai akan menjadi CBD kedua Jakarta, dengan fasilitas lengkap dan akses transportasi yang efisien," kata Bobby Rasyidin dalam Main Agenda yang diumumkan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa pengembangan TOD merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terjangkau dan dekat dengan layanan transportasi.
Proyek ini juga diharapkan menciptakan kawasan perkotaan yang lebih produktif dan layak huni. Hunian yang dibangun berupa tipe 2-bedroom dengan luas antara 45-54 meter persegi, menyesuaikan kebutuhan keluarga muda. Jumlah pengguna transportasi di kawasan Manggarai mencapai 300 ribu orang per hari, sehingga keberadaan TOD bisa meningkatkan efisiensi mobilitas dan mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
Dalam Main Agenda, BTN dan KAI berkomitmen untuk membangun kawasan terpadu yang menggabungkan perumahan, aktivitas ekonomi, serta fasilitas pendukung. Selain itu, proyek ini juga akan dilanjutkan di Stasiun Kiaracondong Bandung, Dr. Kariadi/Gergaji Semarang, dan Gubeng Surabaya, dengan total 5.400 unit hunian yang terjangkau. Fasilitas KPR ini menjadi bagian dari program 3 Juta Rumah Pemerintah, yang berupaya memperluas akses perumahan bagi keluarga berpenghasilan rendah.