Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: FOTO: Kolonel TNI AD Pertama Lulus Pendidikan Pertahanan Nasional Yordania

Published Juni 16, 2026 · Updated Juni 16, 2026 · By Sarah Williams

Main Agenda: Kolonel TNI AD Pertama Lulus Pendidikan Pertahanan Nasional Yordania

Langkah Membuka Era Baru dalam Kolaborasi Militer

Main Agenda - Sebuah momen sejarah dalam dunia pertahanan internasional terjadi ketika Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, S.I.P., M.Si., menjadi prajurit TNI AD pertama yang berhasil lulus dari Program Pendidikan Pertahanan Nasional Yordania. Keberhasilan ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kerja sama militer Indonesia dengan negara-negara sahabat, terutama dalam bidang pengembangan strategi dan manajemen pertahanan. Kehadiran Main Agenda di tengah upacara wisuda ini menegaskan pentingnya program pendidikan tinggi militer sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas pertahanan nasional.

Pentingnya Kolaborasi Militer

Pendidikan di Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) yang sebelumnya dikenal sebagai Royal Jordanian War College, tidak hanya menghadirkan wawasan akademik tetapi juga memperkuat ikatan antarprajurit dari berbagai negara. Dalam tahun ajaran 2025–2026, total peserta program mencapai 146 orang, terdiri dari 76 peserta lokal dan 70 peserta internasional dari 13 negara, termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Mesir. Main Agenda menjadi contoh nyata bagaimana pertukaran ilmu dan pengalaman antarnegara dapat menghasilkan manfaat yang saling menguntungkan, sekaligus membangun kepercayaan dalam bidang pertahanan.

Dalam acara wisuda yang digelar di Amman, Yordania, pada 15 Juni 2026, kolaborasi ini diakui oleh Pangeran Faisal bin Al Hussein, yang memimpin upacara tersebut. Hadir pula Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, yang menyoroti peran pendidikan tinggi militer dalam menjaga keseimbangan keamanan global. TNI AD, melalui Main Agenda, berharap program ini menjadi pintu gerbang bagi lebih banyak prajurit Indonesia untuk mengeksplorasi kemungkinan kerja sama strategis dengan Yordania dan negara-negara lain.

Program Magister dan Prestasi Menonjol

Di samping pendidikan utama, Kolonel Inf Achmad Fikri juga mengikuti program magister yang dihadiri sekitar 70 peserta. Dengan usaha yang luar biasa, ia berhasil meraih gelar Master in Management and Strategic Studies serta Postgraduate Diploma in National Resource Management and Military Sciences dengan hasil Excellent. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi tetapi juga membuka peluang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional terkait keamanan dan pertahanan.

Keberhasilan Main Agenda dalam mengikuti pendidikan di RJNDC juga menunjukkan komitmen TNI AD untuk melatih prajurit dengan visi global. Dengan latar belakang pendidikan yang solid, ia siap menjadi pionir dalam menerapkan konsep strategi modern yang berbasis data dan teknologi. Ini merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk menjawab tantangan era keamanan yang semakin dinamis dan kompleks.

Kegiatan Pendukung di Indonesia

Di samping pencapaian di Yordania, Main Agenda juga terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan di dalam negeri. Misalnya, di Buleleng, Bali, sebanyak 1.407 prajurit Tamtama Kodam Udayana dilantik setelah menyelesaikan pendidikan dasar keprajuritan yang intens. Selain itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno menutup Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata TNI AD) Gelombang II TA 2025 dengan melantik 2.434 prajurit baru. Kegiatan-kegiatan ini mendukung penguatan kapasitas TNI AD secara menyeluruh, termasuk dalam bidang keamanan nasional.

Main Agenda terus berupaya memperluas jaringan pendidikan militer dengan memastikan setiap prajurit memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi dinamika keamanan regional dan global. Dengan pendekatan yang terstruktur, TNI AD berharap dapat menghasilkan prajurit yang mampu beradaptasi dengan cepat dan berkontribusi secara maksimal dalam menjaga kestabilan negara.

Jejak Sebelumnya dalam Kolaborasi

Ini bukanlah pertama kalinya TNI AD mencapai prestasi dalam pendidikan internasional. Sebelumnya, dua perwira TNI AD juga berhasil lulus program S1 di Uni Emirat Arab (UAE) dengan hasil membanggakan. Misalnya, Letda Cpm Yusuf Caesaro Audianto menjadi yang terbaik di Sekolah Angkatan Darat Amerika Serikat. Main Agenda melihat ini sebagai bukti bahwa TNI AD telah menunjukkan konsistensi dalam menjalani pendidikan tinggi militer, sekaligus memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat.

Program pendidikan ini juga dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap harmoni antarumat beragama di Indonesia, yang sejalan dengan semangat kerja sama internasional yang terus ditegaskan oleh pemerintah. Dengan Main Agenda sebagai bagian dari TNI AD, keberhasilan kolaborasi dengan Yordania menjadi inspirasi untuk lebih banyak inisiatif pendidikan militer di masa depan.