Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Main Agenda: Gedung Putih Sebut AS dan China Capai Kesepakatan Baru soal Perdagangan dan Keamanan

Mary Smith ⏱ 3 min read

Main Agenda: AS dan China Capai Kesepakatan Baru tentang Perdagangan dan Keamanan

Komitmen Ekonomi dan Diplomasi Global

Main Agenda menjadi topik utama dalam pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Bandara Gimhae, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025. Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam bidang ekonomi, keamanan, dan diplomasi global. Pertemuan ini menandai kunjungan kenegaraan Trump ke Tiongkok pertama sejak 2017, di mana banyak kesepakatan strategis diumumkan sebagai langkah mendorong stabilitas hubungan antara kedua negara.

Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan oleh Gedung Putih pada 17 Mei 2026, kedua pemimpin menyatakan bahwa Main Agenda ini mencakup pembentukan dua lembaga kerja sama bilateral, yaitu Dewan Perdagangan AS-China dan Dewan Investasi AS-China. Kedua lembaga ini bertujuan untuk mengelola barang non-sensitif serta memfasilitasi diskusi mengenai isu investasi antar pemerintah. Kesepakatan tersebut dilihat sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja ekonomi global setelah serangkaian ketegangan sebelumnya.

Stabilitas Keamanan dan Upaya Melibatkan Iran

Main Agenda juga mencakup komitmen bersama terkait keamanan internasional, terutama dalam upaya melibatkan Iran. Trump dan Xi Jinping sepakat bahwa Iran harus menyerahkan uranium diperkaya dan membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari negosiasi konflik yang sedang berlangsung. Kedua pemimpin menegaskan perlunya menyelesaikan perang di Iran, yang dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas geopolitik.

“Kunjungan Trump ke Tiongkok bukan hanya mengenai perdagangan, tetapi juga melibatkan upaya stabilisasi keamanan global,” ujar sumber diplomatik dari Departemen Luar Negeri AS.

Dalam konteks Main Agenda ini, Tiongkok juga menunjukkan kepentingan untuk mendorong pembukaan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan wilayah ekonomi dan geopolitik Asia. Kedua negara sepakat bahwa Selat Hormuz, yang merupakan akses utama ke timur laut, harus tetap terbuka bagi perdagangan internasional. Langkah ini dilihat sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk mengurangi risiko konflik regional.

Penjelasan Detail Komitmen Ekonomi

Salah satu poin utama Main Agenda adalah peningkatan akses pasar ekonomi antara AS dan Tiongkok. Beijing telah mengumumkan rencana pembelian minimal 17 miliar dolar AS produk pertanian AS setiap tahun hingga 2028, yang merupakan langkah konkrit untuk mengatasi ketegangan perdagangan. Selain itu, Tiongkok juga menyetujui pembelian 200 pesawat Boeing sebagai bagian dari komitmen ekonomi pertama sejak 2017.

“Main Agenda ini menunjukkan kerja sama yang signifikan, terutama dalam sektor pertanian dan manufaktur,” kata ekonom Tiongkok dalam wawancara eksklusif.

Dalam bidang industri, Tiongkok memperbarui izin lebih dari 400 fasilitas daging sapi AS yang sebelumnya kedaluwarsa, sebagai langkah untuk memperkuat hubungan perdagangan. Lebih dari itu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sektor logam tanah jarang, seperti yttrium, scandium, neodymium, dan indium, yang menjadi bahan baku penting dalam teknologi modern. Ini diharapkan mempercepat proses negosiasi perdagangan antar kedua negara.

Peran Utara Korea dalam Kesepakatan

Main Agenda juga mencakup peran Korea Utara dalam upaya denuklirisasi. Kedua pemimpin menegaskan komitmen bersama untuk menyelesaikan isu nuklir di Utara Korea, yang dianggap sebagai bagian dari strategi keamanan global. Dalam kesepakatan ini, AS dan Tiongkok menawarkan dukungan diplomatik kepada Korea Utara sebagai langkah untuk mempercepat proses penyelesaian konflik.

Sebagai bagian dari Main Agenda, Tiongkok juga mengumumkan kebijakan baru terkait impor unggas dari AS. Pemerintah Tiongkok kembali membuka pasar impor unggas dari sejumlah negara bagian AS yang dinyatakan bebas flu burung patogenik tinggi. Hal ini diharapkan meningkatkan pasokan protein hewani di pasar Tiongkok dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Kesepakatan Main Agenda ini tidak hanya fokus pada komersial, tetapi juga menekankan pentingnya kerja sama multilateral. Pemimpin AS dan Tiongkok menyetujui pembentukan lembaga-lembaga baru untuk mengelola hubungan ekonomi dan keamanan secara lebih terstruktur. Dengan demikian, komitmen mereka dilihat sebagai basis untuk mengarahkan kebijakan global ke arah yang lebih stabil dan produktif.

Bagikan artikel ini