Main Agenda: Jusuf Kalla: Iduladha Momentum Mengingat Pengorbanan dan Persatuan
Main Agenda: Jusuf Kalla Mengingat Pengorbanan dan Persatuan
Main Agenda menjadi tema utama dalam perayaan Iduladha yang dihadiri oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ia mengingatkan umat Islam bahwa hari raya ini adalah kesempatan untuk merenungkan makna pengorbanan dan persatuan yang menjadi fondasi perjuangan umat Islam di Indonesia.
"Iduladha adalah momentum penting untuk mengingat pengorbanan para nabi dan juga menguatkan persatuan umat Islam. Ini adalah bentuk ekspresi keiman-an yang selaras dengan kemajuan bangsa," ujar Jusuf Kalla kepada awak media.
Menyumbangkan Kurban untuk Keberdayaan Umat
Jusuf Kalla aktif dalam menyalurkan kurban di berbagai kota, termasuk Makassar, Sumatera Barat, dan Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa ini adalah bagian dari Main Agenda dalam merayakan Iduladha, yang mencakup tidak hanya ibadah, tetapi juga upaya memperkuat keberdayaan umat Islam di tengah tantangan zaman modern.
Menurut JK, keputusan untuk melaksanakan salat Iduladha di Masjid Al-Azhar disebabkan oleh lokasinya yang dekat dengan tempat tinggalnya. "Saya memilih Al-Azhar karena dekat rumah, tapi ini juga bagian dari Main Agenda yang ingin menyatukan umat dalam kegiatan bersama," jelasnya.
Kurban, dalam konteks Main Agenda, dianggap sebagai simbol kepedulian sosial yang mempererat hubungan antarumat. Selain itu, ia menyampaikan harapan agar Iduladha menjadi momen untuk memperkuat tali persaudaraan di tengah dinamika politik dan perbedaan pandangan.
Iduladha dan Dinamika Politik
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga menyoroti peran Iduladha dalam memperkuat persatuan umat Islam di tengah perbedaan politik. Ia menyatakan bahwa Main Agenda hari raya ini tidak hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk merapatkan barisan dalam menghadapi berbagai isu nasional.
Kebayoran Baru dan Ancol menjadi dua lokasi utama pelaksanaan shalat Iduladha 1447 Hijriah. Jusuf Kalla menegaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan, terutama dalam menyumbangkan hewan kurban sebagai bentuk kepedulian sosial yang lebih luas.
JK menekankan bahwa pengorbanan yang diingat dalam Iduladha memiliki makna sejarah dan spiritual. Dengan Main Agenda yang menjadi penyatupadu, ia berharap umat Islam bisa memperlihatkan kekuatan dan konsistensi dalam menjaga persatuan, meski di tengah perbedaan pandangan politik.
Puan Maharani, tokoh politik lainnya, menyambut baik peran Iduladha dalam meningkatkan kelembutan hati dan kepedulian umat. "Main Agenda ini menjadi wadah untuk mempererat ikatan sosial dan keagamaan di berbagai daerah," tambahnya.
Kurban, yang berasal dari bahasa Arab artinya "mendekatkan diri," dianggap sebagai bentuk ekspresi keiman-an yang selaras dengan kemajuan bangsa. Jusuf Kalla menyoroti bahwa dalam Main Agenda Iduladha, keberdayaan umat Islam bisa diukur dari kepedulian terhadap sesama.