Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Menko AHY Gelar Rapat Dewan Pakar Ikatan Alumni Unair, Himpun Masukan untuk Hadirkan Solusi Nyata Bagi Rakyat

Published Juni 25, 2026 · Updated Juni 25, 2026 · By Michael Jackson

Main Agenda: Menko AHY Gelar Rapat Dewan Pakar IKA UNAIR

Main Agenda menjadi tema utama dalam pertemuan penting yang digelar oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR). Acara ini bertujuan mengumpulkan masukan dari para pakar dan akademisi untuk menghasilkan solusi konkrit yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. AHY menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah adalah kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi, sosial, serta lingkungan yang terus berkembang di Indonesia.

Tujuan dan Kebutuhan Kebijakan Nyata

Dalam rapat yang berlangsung di Kampus UNAIR, Surabaya, AHY menyampaikan bahwa main agenda ini bukan hanya sekadar diskusi rutin, tetapi merupakan langkah strategis untuk mengubah visi menjadi aksi. Ia mengungkapkan, kebijakan yang dibuat pemerintah harus berakar pada data empiris, hasil riset, dan pendapat dari para akademisi yang lebih paham dinamika masyarakat. "Main Agenda ini bertujuan menyelaraskan antara kampus dan pemerintah dalam menciptakan solusi nyata," tutur AHY, yang sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan alumni dalam proses pengambilan keputusan.

"Kita ingin UNAIR semakin dikenal dunia, semakin mendunia, dan semakin mengglobal. Karena itu, kita juga ingin berkontribusi agar kampus ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas," papar Menko AHY.

AHY menyoroti bahwa main agenda ini akan fokus pada beberapa isu utama seperti pengembangan pendidikan tinggi, penguatan infrastruktur daerah, serta peningkatan kualitas layanan publik. Ia menekankan bahwa kehadiran alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor dapat memperkaya wawasan pemerintah mengenai kebutuhan masyarakat. "Melalui main agenda ini, kami berharap bisa menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berdampak jangka panjang bagi rakyat," imbuhnya.

Partisipasi Pemangku Kepentingan Strategis

Dalam sesi diskusi, AHY mengajak berbagai pihak seperti generasi muda, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk turut serta menyumbangkan ide. Ia menegaskan bahwa main agenda ini bukan hanya tentang pemerintah, tetapi juga menggandeng lembaga pendidikan dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Indonesia. "Kampus harus tetap menjadi pusat lahirnya solusi bagi bangsa," ujarnya, mengingatkan bahwa keterlibatan alumni bisa menjadi jembatan antara akademisi dan dunia nyata.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dewan Pakar, Prof. Dwi Setyawan, serta sejumlah anggota seperti Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dan Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan He... Mereka turut menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan gagasan akademis ke dalam kebijakan publik yang lebih inklusif. Dalam sesi ini, AHY juga menyebutkan pentingnya penyelarasan antara visi kampus dan kebutuhan nasional.

Banyak poin yang diangkat dalam main agenda ini terkait keberlanjutan pendidikan tinggi. Para dewan pakar mengusulkan perluasan akses pendidikan untuk kelompok rentan, pengoptimalan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan peningkatan kerja sama antara kampus dan industri. AHY menyambut baik masukan ini, menyebut bahwa main agenda akan menjadi basis untuk merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran. "Main agenda ini adalah pintu masuk untuk mengeksplorasi solusi yang bisa diterapkan di berbagai tingkat pemerintahan," tambahnya.

Kehadiran alumni seperti Bupati Tuban dan Wali Kota Kediri juga menjadi daya tarik tersendiri. Mereka menjelaskan bagaimana pengalaman di lapangan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan kebijakan. AHY menyoroti bahwa dewan pakar bukan hanya sekadar sumber ide, tetapi juga menjadi mitra yang aktif dalam implementasi solusi. "Kolaborasi ini adalah bagian dari komitmen untuk menghasilkan main agenda yang relevan dan berdampak," jelasnya, mengingatkan bahwa keterlibatan alumni sangat vital dalam memastikan kebijakan tidak hanya teori, tetapi bisa diaplikasikan secara efektif.

Sebagai penutup, AHY menyampaikan harapan bahwa main agenda ini bisa menjadi awal dari perubahan yang signifikan. Ia menegaskan, peringkat kampus UNAIR yang menempati posisi ketiga terbaik di Indonesia dan ke-276 dunia menurut QS World University Rankings bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari komitmen untuk terus berkembang. "Main agenda ini akan memberikan dampak nyata, baik dalam pengembangan ekonomi maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat," pungkas Menko AHY, menekankan bahwa solusi yang diperoleh dari pertemuan ini akan menjadi bahan acuan untuk kebijakan jangka panjang.