Main Agenda: Nilai Tukar Tembus Rupiah Tembus Rp17.800 per USD, Menkeu Purbaya: Kita Sudah Hitung
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.800 per USD, Menkeu Purbaya Yakin Stabil
Main Agenda – Kementerian Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas kurs rupiah. Pasar keuangan kembali mencatatkan pergerakan signifikan, dengan nilai tukar rupiah yang saat ini berada di level Rp17.800 per dolar AS. Meskipun terjadi pelemahan di tengah tekanan eksternal, Menkeu Purbaya optimis rupiah masih bisa dipertahankan dalam kisaran yang terkendali.
Strategi Intervensi di Pasar Obligasi
Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa salah satu upaya utama untuk mengendalikan tekanan kurs adalah aksi pemerintah dalam membeli obligasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat permintaan terhadap rupiah dan menurunkan tingkat imbal hasil (yield). "Dengan intervensi ini, kita bisa memastikan rupiah tidak terlalu melemah," ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembelian obligasi telah menjadi bagian dari Main Agenda kebijakan fiskal untuk menjaga kestabilan ekonomi.
"Ya, kita telah melakukan simulasi dan perhitungan secara menyeluruh. Rupiah tetap stabil karena semua kemungkinan sudah dipertimbangkan," tutur Purbaya saat diwawancara di Jakarta.
Simulasi Stres dan Faktor Harga Minyak
Dalam Main Agenda simulasi stres yang dilakukan Kementerian Keuangan, Purbaya menyebutkan bahwa pelemahan kurs rupiah telah dihitung secara rinci. Ia menambahkan, kenaikan harga minyak dunia hingga USD 100 per barel menjadi salah satu variabel utama dalam perhitungan tersebut. "Kita sudah memasukkan asumsi-asumsi ekstrem untuk memastikan kemampuan pemerintah menangani dampaknya," jelasnya.
Kebijakan ini juga mencakup pembatasan beban subsidi dalam anggaran untuk menghindari tekanan terhadap neraca pembayaran. Purbaya memaparkan bahwa defisit APBN pada kuartal I 2026 mencapai 0,93 persen dari PDB, namun pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Kinerja Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
Menkeu Purbaya juga menyoroti perbaikan kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai, yang menunjukkan kembalinya efisiensi dari pegawai bea cukai. "Perbaikan ini menjadi bagian dari Main Agenda pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara," tambahnya. Ia berharap dengan peningkatan ini, anggaran BGN dapat dialokasikan lebih tepat sasaran untuk program-program yang mendesak.
Koreksi IHSG dan Pertemuan Kabinet
Pembukaan perdagangan hari ini menunjukkan IHSG tercatat di level 9.133,87, yang menandakan koreksi dari tren turun sebelumnya. Purbaya menyatakan bahwa rebound IHSG hanya membutuhkan waktu, karena kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih kuat. Selain itu, dalam Main Agenda rapat kabinet, Prabowo Subianto memanggil Gubernur BI dan menteri-menteri terkait untuk mendiskusikan tata kelola ekspor SDA serta isu under invoicing.
Langkah Masa Depan dan Insentif Pajak
Dalam rangka Main Agenda menjaga kepercayaan investor, Purbaya juga menyebutkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif pajak kepada penulis melalui penurunan tarif royalti menjadi 1,5%. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor kreatif dan meningkatkan penerimaan negara. "Kita sudah menghitung semua risiko dan manfaat dari kebijakan ini," ujarnya.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa keberhasilan Main Agenda stabilisasi kurs rupiah bergantung pada koordinasi yang solid antar instansi pemerintah. Dengan fundamental ekonomi yang membaik, ia yakin rupiah akan kembali menguat hingga mencapai level Rp15.000 per dolar AS. "Kita sudah menyiapkan strategi untuk memastikan ini tercapai," pungkas Purbaya.