Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Main Agenda: Perpusnas Perkuat Kerja Sama Literasi dengan Donasi Buku Korea, Perkaya Koleksi “Window of Korea”

Sarah Williams ⏱ 2 min read

Main Agenda: Perpusnas Perkuat Kerja Sama Literasi dengan Donasi Buku Korea, Perkaya Koleksi ‘Window of Korea’

Donasi Buku Korea Dukung Pertukaran Budaya dan Literasi

Main Agenda memperkuat kolaborasi antara Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dengan Korea Selatan melalui donasi 150 buku berbahasa Korea. Hibah ini bertujuan memperkaya koleksi khusus di ruangan ‘Window of Korea’ serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang budaya dan literasi Korea. Penyerahan buku dilakukan pada Sabtu, 9 Mei, di Jakarta, sebagai bagian dari upaya membangun jembatan antarbudaya antara dua negara.

Perpusnas dan Lebih dari Tiga Pihak Kolaborasi

Kerja sama ini melibatkan Perpusnas, Korean Culture Center Indonesia (KCCI), dan Kedutaan Besar Korea Selatan. Koleksi buku yang didonasikan mencakup berbagai topik, seperti seni, sastra, pendidikan, dan budaya, dengan harapan menarik minat pembaca Indonesia. Selain itu, buku-buku tersebut akan menjadi sumber referensi untuk program edukasi dan kegiatan literasi yang lebih luas.

“Koleksi ini akan ditempatkan di lantai 20 gedung layanan perpustakaan. Main Agenda berharap penambahan buku dapat memfasilitasi akses informasi dan mendorong minat baca generasi muda Indonesia,” kata Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz.

Program Literasi Terpadu dan Interaktif

Kerja sama tersebut bukan hanya tentang pemberian buku, tetapi juga mencakup kegiatan literasi yang lebih dinamis. KCCI mengadakan kompetisi mendongeng cerita rakyat Korea yang menarik partisipasi anak-anak di bawah 13 tahun serta peserta umum. Aktivitas ini dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar sambil menghibur, sejalan dengan visi Main Agenda menggabungkan pendidikan dan hiburan dalam promosi budaya.

Komitmen Seoul Meningkatkan Kualitas Literasi

Konsul Jenderal Kedutaan Besar Korea Selatan, Kang Won Joon, menyatakan dukungan pihak Korea sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap literasi dan kesejahteraan budaya. “Donasi buku ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan kesadaran budaya dan memperluas wawasan masyarakat Indonesia tentang Negeri Ginseng,” tambahnya. Main Agenda menjadikan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat hubungan bilateral melalui ekspresi kebudayaan.

Perusapan Budaya dan Pengembangan Koleksi

Ruang ‘Window of Korea’ tidak hanya menjadi tempat baca, tetapi juga media pembelajaran lintas budaya. Koleksi buku Korea ini diharapkan menjadi pusat penelitian dan pendidikan, terutama bagi pelajar dan peneliti. Dengan adanya buku-buku ini, masyarakat Indonesia dapat memperoleh pandangan lebih luas mengenai sejarah, seni, dan perkembangan budaya Korea.

Bersamaan dengan donasi buku, Main Agenda juga meluncurkan kegiatan lain seperti penyediaan 4.000 eksemplar buku ke Sekolah Rakyat Bandung Barat. Di Makassar, Dinas Perpustakaan berhasil mengumpulkan 1.500 judul buku yang kemudian dialihkan ke perpustakaan binaan. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan kecakapan literasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Visi Jangka Panjang dan Peluang Pemahaman Budaya

Main Agenda menggagas kegiatan ini sebagai langkah untuk menciptakan wawasan yang mendalam dan kontinu mengenai Korea. Dengan memperkaya koleksi dan memperluas program literasi, Perpusnas berharap menjadikan ‘Window of Korea’ sebagai platform utama pertukaran budaya. Selain itu, donasi buku ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat Indonesia akan kekayaan budaya global yang bisa diterima dan dihayati.

Bagikan artikel ini