Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Prabowo Beri Pengarahan kepada 400 Calon Pemimpin Masa Depan BUMN

Published Mei 25, 2026 · Updated Mei 25, 2026 · By David Gonzalez

Main Agenda: Prabowo Beri Pengarahan kepada 400 Calon Pemimpin BUMN

Main Agenda adalah salah satu inisiatif strategis yang menjadi fokus utama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam menghadapi tantangan reformasi BUMN di era baru. Dalam acara yang diadakan di Hambalang, Jawa Barat, pada hari Minggu (24/5), Prabowo memberikan pengarahan kepada 400 peserta pertama dari Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD). Program ini dicanangkan sebagai bagian dari upaya menyiapkan talenta pemimpin yang kompeten, berkarakter, dan berintegritas, khususnya untuk mengemban tanggung jawab mengelola perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di masa depan.

P3MD: Membentuk Kepemimpinan yang Berkualitas

Program P3MD, yang diinisiasi oleh Prabowo bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional peserta sekaligus mengembangkan karakter kepemimpinan dan kepercayaan diri. Selain itu, program ini bertujuan membentuk tim pemimpin BUMN yang mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global serta menghadapi perubahan di sektor publik. Peserta akan menjalani pembelajaran intensif selama sembilan bulan, yang terbagi menjadi tiga fase utama: pelatihan karakter dan disiplin, pembekalan manajerial, serta program magang di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan BUMN.

“Main Agenda ini memberikan kesempatan luar biasa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan di bawah bimbingan Presiden yang sangat berpengalaman,” kata Zhirazzi Dimas Prasetyo, salah satu peserta dari PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Dalam sesi pembuka, Prabowo menekankan bahwa pelatihan tidak hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang nilai-nilai ideologi yang menjadi pondasi kekuatan BUMN. Menurutnya, pemimpin masa depan harus mampu membangun ekosistem BUMN yang lebih transparan, berorientasi pada inovasi, dan mampu menjawab tantangan ke depan. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Prabowo dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kapasitas pemimpin.

PFLP 2026: Membuka Jalur Kepemimpinan yang Profesional

Pada kesempatan yang sama, Prabowo meluncurkan Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 sebagai langkah lanjutan dari P3MD. Program ini bertujuan menciptakan generasi pemimpin BUMN yang mampu berkiprah dalam lingkungan kompetitif dan dinamis. Dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan berbasis SDM berkualitas, PFLP diharapkan menjadi wadah untuk membangun kader yang siap mengemban amanah pemerintahan.

“Dengan Main Agenda, kita diberi wawasan tentang pentingnya keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam kepemimpinan BUMN,” ujar Erlin Shofiana, peserta dari PT Pupuk Indonesia.

Menurut Erlin, program ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang manajemen perusahaan, tetapi juga membantu peserta memahami peran strategis BUMN dalam perekonomian nasional. Dalam fase pelatihan, para peserta akan belajar dari pengalaman langsung di berbagai unit kerja, termasuk perusahaan swasta dan lembaga pemerintah, untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang efektif.

Program P3MD dan PFLP 2026 dipandang sebagai dua bagian dari keseluruhan strategi Prabowo dalam membangun sistem BUMN yang lebih baik. Selain memperkuat kompetensi, keberhasilan program ini juga akan menjadi tolok ukur dalam menilai kualitas pemimpin yang diterpa tantangan berbagai bidang. Dengan adanya 400 peserta yang terpilih dari total 6.000 pendaftar, Prabowo menegaskan bahwa pilihan ini sangat selektif dan berbasis kriteria objektif.

Peran Pemimpin Masa Depan dalam Transformasi BUMN

Para peserta yang terpilih akan menjalani proses pelatihan yang dirancang secara terpadu, melibatkan keterlibatan dengan lembaga seperti Danantara Corporate University dan berbagai kementerian. Dalam fase pertama, mereka fokus pada pembentukan karakter dan disiplin selama tiga bulan, di mana nilai-nilai inti seperti kejujuran dan keberanian diintegrasikan ke dalam kurikulum. Fase kedua, yang berlangsung empat bulan, melibatkan pelatihan manajerial, penguasaan strategi, dan pengembangan kemampuan kepemimpinan yang adaptif.

Main Agenda ini juga menjadi platform untuk membangun koneksi antar peserta, sehingga mereka dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Prabowo mengharapkan melalui program ini, calon pemimpin BUMN akan memiliki mentalitas yang kuat, baik dalam menghadapi tekanan politik maupun krisis ekonomi. Kehadiran 503 ketua DPRD se-Indonesia dalam retret bersama menambah dimensi pelatihan, karena mereka juga akan diberi kesempatan untuk memahami peran BUMN dalam konteks kebijakan nasional.