Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Prabowo Tutup Ratusan Tambang Ilegal: Mereka Anggap Seolah-olah Tak Ada Negara

Published Juni 23, 2026 · Updated Juni 23, 2026 · By Michael Gonzalez

Main Agenda: Prabowo Tutup Ratusan Tambang Ilegal

Pengusaha Ilegal Dihukum

Main Agenda - Dalam pidatonya di acara Munas-Konbes Nahdlatul Ulama, Prabowo Subianto secara tegas menyebutkan bahwa "Main Agenda" pemerintahannya adalah menutup ratusan tambang ilegal yang selama ini menggerogoti sumber daya alam Indonesia. Ia mengkritik para pengusaha yang melakukan aktivitas tambang tanpa izin, menyebut mereka seolah menganggap negara tidak ada. "Mereka bertindak seolah tidak ada aturan, dan kita harus berani menghentikan mereka," tegas Prabowo saat menyampaikan keputusan pemerintahannya.

Upaya Penegakan Hukum

Prabowo menyatakan bahwa pemerintahannya telah mengambil langkah konkrit untuk menegakkan hukum terhadap pengusaha tambang ilegal. Selama masa jabatannya, lembaga seperti TNI AL dan Bea Cukai sudah dikerahkan untuk menindak praktik penyelundupan. "Meski kita sudah melakukan penutupan, tetap ada yang menolak, tapi kita tidak akan menyerah," ujar Prabowo. Ia juga menekankan bahwa tugas ini sangat berat, tetapi menjadi bagian dari "Main Agenda" untuk menjaga kekayaan bangsa.

“Main Agenda kita adalah memastikan sumber daya alam tidak digunakan untuk keuntungan pribadi, tapi untuk kesejahteraan rakyat,” lanjut Prabowo dalam pidato yang penuh semangat.

Kerugian Negara dan Dampak Ekonomi

Dalam pemaparannya, Prabowo menyebutkan bahwa keberadaan tambang ilegal telah menyebabkan kerugian hingga Rp300 triliun bagi negara. Menurutnya, praktik ini menghambat pengelolaan sumber daya alam secara efisien. "Sampai saat ini, kita telah menyita 5 juta hektar tambang yang beroperasi tanpa izin. Ini adalah bukti bahwa 'Main Agenda' kita mulai berbuah hasil," imbuh Prabowo. Ia menyoroti bahwa tindakan ini tidak hanya untuk menjaga kehormatan NKRI, tetapi juga untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Kemitraan untuk Penguatan Sumber Daya

Prabowo berjanji akan terus memperkuat kerja sama dengan institusi-institusi strategis, termasuk Nahdlatul Ulama, untuk mendorong penguasaan sumber daya alam secara transparan. "Kita tidak bisa mengabaikan bahwa kekayaan ini adalah aset bangsa, dan harus dikelola dengan baik," katanya. Ia juga menyebutkan bahwa kemitraan dengan Himbara dan lembaga pendidikan seperti Imperial College akan menjadi bagian dari "Main Agenda" untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Pelaksanaan Komitmen Pemerintahan

Di tengah upaya penutupan tambang ilegal, Prabowo menekankan bahwa pemerintahannya akan tetap fokus pada kebijakan yang jelas dan tegas. "Main Agenda ini harus terus dijalankan, bahkan jika ada tekanan dari pihak tertentu," ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa pengambilalihan sumber daya alam sejak 18 tahun lalu telah menunjukkan bahwa korupsi dan penyelundupan bisa dicegah jika ada kekuatan hukum yang solid.

Kontribusi pada Pembangunan Nasional

Menurut Prabowo, tindakan menutup ratusan tambang ilegal adalah langkah penting dalam mempercepat pembangunan nasional. "Dengan 'Main Agenda' ini, kita bisa memastikan bahwa hasil penambangan benar-benar berkontribusi pada kesejahteraan rakyat, bukan hanya pada kepentingan pribadi," tutur Prabowo. Ia menilai bahwa kebijakan ini juga akan meningkatkan kredibilitas pemerintah di mata masyarakat dan investor. "Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia punya komitmen yang kuat untuk bersihkan sumber daya alam," pungkasnya.