Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Zulhas Ungkap Jual Beli Titik SPPG Bikin Anggaran Program MBG Boros, Minta Waktu Sebulan Berbenah

Published Juni 11, 2026 · Updated Juni 11, 2026 · By Sarah Williams

Zulhas Buka Main Agenda: Jual Beli Titik SPPG Boroskan Anggaran MBG, Minta Penyesuaian 1 Bulan

Penambahan Titik SPPG dan Dampak Anggaran

Main Agenda - Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah peningkatan titik layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan anggaran menjadi boros. Zulhas, dalam pertemuan koordinasi di Kemenko Pangan, mengungkapkan bahwa penambahan titik SPPG memerlukan evaluasi ulang untuk memastikan efisiensi penggunaan dana. Kebijakan ini dianggap sebagai bagian dari Main Agenda pemerintah dalam meningkatkan transparansi dan manajemen keuangan program pangan nasional.

"Peningkatan jumlah titik yang signifikan ini membutuhkan penyesuaian kebijakan. Satu bulan penataan akan menjadi waktu yang cukup untuk menegakkan Main Agenda peningkatan efisiensi dan akuntabilitas," ujar Zulhas.

Evaluasi Jumlah Titik Layanan

Menurut Zulhas, awalnya program MBG hanya menjangkau 21.000 titik, namun kini jumlahnya mencapai 27.877 titik, bertambah sekitar 6.877 titik. Perluasan ini disebut berpotensi menyebabkan pengeluaran besar. Dalam satu bulan, anggaran yang terbuang diperkirakan mencapai Rp1 triliun, dan dalam setahun diperkirakan mencapai Rp12 triliun. Dengan Main Agenda efisiensi anggaran, pemerintah akan fokus mengaudit penggunaan dana serta mengidentifikasi titik-titik yang tidak optimal.

“Kita harus memastikan setiap titik SPPG benar-benar berkontribusi pada tujuan MBG. Jika tidak, Main Agenda ini bisa terganggu,” terang Zulhas.

Pengembangan di Wilayah 3T

Peningkatan jumlah titik SPPG juga terjadi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Awalnya, hanya 2.000 titik yang diperuntukkan untuk daerah-daerah ini, lalu ditingkatkan menjadi 8.670 titik. Dari jumlah tersebut, 6.138 titik telah memiliki surat keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, Zulhas menyatakan bahwa perluasannya harus diawasi agar tidak menjadi beban anggaran yang berlebihan. “Main Agenda ini juga mencakup penyebaran program di 3T, tapi kita harus tetap waspada,” jelas Zulhas.

“Peningkatan jumlah titik di 3T menjadi fokus utama Main Agenda penyesuaian MBG. Kita perlu memastikan setiap titik terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Zulhas.

Pembenahan Kualitas Dapur SPPG

Dalam rangka Main Agenda peningkatan kualitas, pemerintah akan mengaudit standar dapur SPPG. Zulhas menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran keamanan pangan, terutama setelah muncul laporan keracunan di beberapa titik. “Kita harus memastikan setiap dapur SPPG memenuhi standar Main Agenda keamanan pangan. Jika satu kasus terjadi, harus ada tindakan tegas,” tambah Zulhas.

“Main Agenda ini juga mencakup peningkatan kualitas pangan. Jika tidak, anggaran MBG bisa terbuang percuma,” terang Zulhas.

Upaya Efisiensi Anggaran MBG

Menyikapi kebijakan Main Agenda efisiensi anggaran, Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan rencana penghematan berdasarkan realisasi tahun lalu. Namun, Zulhas menegaskan bahwa pihaknya akan meminta tambahan anggaran sebesar Rp140 triliun dari Kemenkeu. “Main Agenda penyesuaian ini belum selesai, tapi kita yakin bisa mencapai efisiensi yang diharapkan,” jelas Zulhas.

“Kita tidak ingin Main Agenda MBG menjadi program yang boros. Efisiensi harus diutamakan agar masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat,” ujar Zulhas.

Klarifikasi dari KPK

Sebagai bagian dari Main Agenda pemerintah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan klarifikasi terkait isu dugaan korupsi MBG. KPK membantah peran Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam kasus tersebut, menyatakan bahwa yayasannya bergerak di bidang sosial. “KPK tetap menegaskan Main Agenda transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan MBG,” jelas KPK.

Penegakan Kebijakan Tegas

Penegakan Main Agenda kebijakan tegas terhadap MBG menjadi fokus utama selama sebulan ke depan. Zulhas menegaskan bahwa pengelolaan program akan diperketat, termasuk audit terhadap peran investor dalam penambahan titik SPPG. “Main Agenda ini juga melibatkan pemantauan distribusi makanan agar tidak ada penyalahgunaan dana,” ujar Zulhas. Kebijakan ini dianggap sebagai respons terhadap laporan-laporan keracunan dan ketidakseimbangan anggaran yang terjadi.

Komitmen Presiden terhadap Pendidikan

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap Program MBG sebagai bagian dari Main Agenda meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Dalam kunjungannya ke SRMP 17 Tabanan, Bali, ia menyampaikan bahwa MBG adalah prioritas untuk memastikan kebutuhan pangan anak-anak terpenuhi. “Main Agenda ini harus dijalankan dengan baik, meski masih dalam penyesuaian,” tegas Prabowo.