Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Sungai Citepus Bandung – Diduga Ditenggelamkan Usai Dilahirkan

Patricia Brown ⏱ 3 min read

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Sungai Citepus Bandung, Diduga Ditenggelamkan Usai Dilahirkan

Mayat bayi perempuan ditemukan di Sungai Citepus Bandung, Jalan Curug Candung Dalam, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, pada Senin (11/5) kemarin. Seorang warga setempat menjadi saksi mata saat menemukan bayi yang terapung di aliran air. “Saya mendengar teriakan warga dan langsung berhenti untuk mengecek, ternyata ada bayi yang mengambang,” kata Kompol Suhendratno, Kapolsek Bojongloa Kidul, saat dihubungi. Menurut laporan, mayat bayi dalam kondisi lengkap, termasuk tali pusar masih menempel, dan ditemukan tanpa alat bantu pernapasan.

“Kita menduga bayi ini sengaja ditenggelamkan setelah dilahirkan,” jelas Suhendratno. Polisi sedang memeriksa semua kemungkinan, termasuk dugaan bahwa ibu bayi melakukan pembuangan untuk menghindari kesulitan ekonomi atau stigma sosial. Tidak ada tanda kekerasan yang ditemukan saat olah TKP, tetapi penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan motif yang benar-benar mendasari.

Bayi yang ditemukan langsung dievakuasi ke RSUD Hasan Sadikin untuk pemeriksaan medis. Tim INAFIS Polrestabes Bandung melakukan investigasi lebih lanjut, termasuk memeriksa lingkungan sekitar dan mengumpulkan keterangan dari warga. Dalam kondisi tergantung di aliran sungai, mayat bayi perempuan ditemukan dalam posisi tengkurap, dengan tubuh masih hangat menunjukkan kemungkinan kematian dalam waktu singkat.

Proses Investigasi dan Kondisi Tempat Kejadian

Menurut informasi dari saksi, mayat bayi ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di daerah permukiman warga. Lokasi ini berada di pinggiran kota, sehingga mudah diakses oleh warga sekitar. Saksi menyebutkan bahwa bayi tersebut terlihat mengambang di tengah aliran air yang sedang deras. Polisi juga memeriksa lingkungan sekitar untuk mencari jejak yang bisa memperjelas kejadian tersebut.

Setelah ditemukan, mayat bayi diberi perlakuan medis intensif di klinik terdekat. Puskesmas Mekarwangi menyatakan bahwa bayi dalam kondisi sehat setelah diberi penanganan pertama. Namun, status kesehatannya menjadi salah satu pertimbangan dalam menyelidiki penyebab kematian. Tim penyidik juga memeriksa kondisi lingkungan sungai untuk mencari bukti-bukti yang bisa memperkuat dugaan kejadian pembuangan bayi.

Kasus Serupa di Wilayah Lain dan Penjelasan Polisi

Mayat bayi perempuan ditemukan di Sungai Citepus Bandung bukanlah kejadian pertama di daerah ini. Sebelumnya, di Bekasi, mayat bayi laki-laki juga ditemukan mengambang di Kali Pacing. Kasus tersebut terjadi pada 13 April 2024, dan mendorong pihak berwenang untuk lebih waspada terhadap pembuangan bayi. Dalam kedua kasus, bayi ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan, dengan alasan yang dugaan kuat terkait kehidupan keluarga.

Di Jakarta Selatan, mayat bayi kecil juga ditemukan dalam gerobak nasi uduk. Pemprov DKI Jakarta segera merespons dengan memastikan prosedur perlindungan anak dilakukan secara profesional. Kasus ini menjadi bahan evaluasi terhadap sistem penanganan kasus keterlambatan kelahiran atau kejadian serupa di wilayah lain. Polisi menegaskan bahwa kejadian di Citepus Bandung tidak hanya menggugah masyarakat, tetapi juga mengingatkan tentang pentingnya dukungan sosial terhadap keluarga yang mengalami kesulitan.

Menurut rencana penyelidikan, mayat bayi yang ditemukan di Sungai Citepus akan diberi keterangan lebih lanjut oleh tim investigasi. Polres Cianjur, yang dianggap menjadi pihak yang terkait langsung, memeriksa latar belakang keluarga pelaku. Sementara itu, Polres Metro Bekasi telah menetapkan TS (28), seorang ibu yang membuang bayi perempuannya ke got, sebagai tersangka. Menurut korban, kejadian ini terjadi karena kekurangan dana dan tekanan dari lingkungan.

Penemuan mayat bayi perempuan di Sungai Citepus Bandung mengundang perhatian media dan masyarakat. Banyak netizen mengunggah foto dan video kejadian tersebut ke media sosial, memicu diskusi tentang kebijakan perlindungan anak di Indonesia. Sejumlah organisasi kemanusiaan juga memberikan dukungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memperhatikan kondisi bayi baru lahir.

Kasus ini menjadi bahan pembelajaran bagi pihak terkait. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk memperkuat pengawasan terhadap ibu hamil yang berisiko mengalami kesulitan ekonomi atau kehidupan. Selain itu, pihak berwenang juga menegaskan bahwa kejadian seperti ini bisa terjadi di mana saja, sehingga perlu adanya kebijakan yang lebih komprehensif dalam menghadapi masalah tersebut.

Bagikan artikel ini