Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: BGN Pastikan Sekolah Kaya Tak Lagi Terima Program Makan Bergizi Gratis

Published Juni 11, 2026 · Updated Juni 11, 2026 · By Patricia Brown

BGN Pastikan Sekolah Kaya Tak Lagi Terima MBG Gratis

Perubahan Kebijakan untuk Efisiensi Anggaran

Meeting Results - Dalam meeting results terbaru yang diumumkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), kebijakan baru terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diumumkan. Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa sekolah dengan status ekonomi kuat tidak akan lagi menjadi prioritas dalam penerimaan MBG. Tujuan utamanya adalah mengoptimalkan penggunaan dana dan menjamin keadilan distribusi kepada lembaga yang lebih membutuhkan.

"Sekolah yang mampu atau kaya tidak akan lagi mendapat MBG. Ini untuk efisiensi anggaran," ujar Nanik dalam wawancara dengan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Perubahan ini menandai langkah penting dalam reformasi sistem penyaluran MBG yang selama ini dikritik karena dianggap tidak tepat sasaran. Nanik menegaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada evaluasi menyeluruh dan kebutuhan nyata masyarakat. Meski belum ada angka pasti efisiensi yang diharapkan, pihaknya menyatakan bahwa diskusi lebih lanjut akan dilakukan pada hari Jumat (12/6) besok untuk menyelesaikan perencanaan.

Detil Kebijakan dan Pertemuan dengan Presiden

Dalam meeting results yang sama, Nanik menceritakan bahwa keputusan ini dibuat setelah rapat koordinasi dengan berbagai pihak. Ia datang ke Istana Kepresidenan pada hari tersebut dengan pakaian cokelat sekitar pukul 14.20 WIB untuk melaporkan progres efisiensi. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Nanik menyampaikan bahwa kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi pemborosan dana secara signifikan.

Pengurangan anggaran sebesar Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun telah diterapkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana MBG dialokasikan secara lebih baik. Nanik menambahkan bahwa penyesuaian ini juga mencakup perubahan cara pengadaan makanan, termasuk memperhatikan kehadiran siswa dan guru sebagai parameter penyaluran.

Pelaksanaan dan Dampak pada Sekolah

Kebijakan baru ini akan diimplementasikan melalui perhitungan jumlah hari kehadiran siswa di sekolah. Jika siswa atau guru tidak hadir, maka MBG tidak diberikan. Nanik menjelaskan bahwa langkah ini berpotensi menghemat hingga Rp40 triliun per tahun, dengan harapan bisa meningkatkan kualitas program dan memastikan bantuan tepat sasaran.

BGN juga menyatakan bahwa jumlah penerima manfaat MBG tetap akan dipertahankan. Meski ada pengurangan anggaran, pemerintah tetap optimistis bahwa program ini bisa berjalan lebih efektif. "Kita ingin sekolah yang benar-benar membutuhkan mendapat manfaat maksimal," tambah Nanik, menekankan komitmen untuk mencapai efisiensi tanpa mengorbankan akses masyarakat.

Reaksi dari Lembaga Pemerintah dan Masyarakat

Pada meeting results yang berlangsung hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga turut memberikan tanggapan. Mereka menyatakan bahwa efisiensi dana dalam MBG bukanlah pengurangan, melainkan penyesuaian berdasarkan kebutuhan nyata. Prasetyo, anggota KPK, menegaskan bahwa alokasi dana akan lebih transparan dan akuntabel.

Sementara itu, sejumlah organisasi masyarakat sipil mengadakan aksi di Kebun Sirih, Jakarta, untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan ini. Bahlil, perwakilan salah satu lembaga, menyatakan bahwa arah kebijakan menunjuk pada penutupan program MBG, meski statusnya belum resmi ditetapkan. "Nama program sedang diinventarisir dan dilihat," kata dia, mengungkapkan ketidakpuasan atas perubahan struktur penyaluran.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Dalam meeting results tersebut, Nanik juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan baru. Salah satu tantangan utama adalah memastikan keterlibatan pihak terkait, termasuk guru dan siswa, dalam penghitungan kehadiran. Hal ini dianggap penting untuk menghindari kesan bias dalam penyaluran dana.

BGN berharap dengan penyesuaian ini, program MBG bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Nanik menyampaikan bahwa angka efisiensi telah siap, tetapi perlu dilaporkan kepada presiden sebelum diumumkan secara resmi. "Ini adalah langkah awal, dan kita akan terus memantau dampaknya di lapangan," ujarnya, menegaskan komitmen untuk menata ulang pelaksanaan program setelah menemukan berbagai masalah.

Transparansi dan Evaluasi Lanjutan

Keputusan BGN dalam meeting results terbaru diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana MBG. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan evaluasi lanjutan untuk memastikan bahwa perubahan kebijakan ini berjalan sesuai dengan harapan.

Pelaksanaan MBG yang lebih efisien akan menjadi referensi bagi program kesejahteraan lainnya. Nanik menegaskan bahwa BGN terus berupaya memperbaiki sistem agar tidak ada pemborosan anggaran. Dengan demikian, meeting results ini tidak hanya menjadi titik balik dalam MBG, tetapi juga mengisyaratkan komitmen pemerintah untuk reformasi kebijakan di berbagai bidang.