Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Di Momen Waisak, Prabowo Ingatkan Pentingnya Persatuan di Tengah Dinamika Global

Published Juni 1, 2026 · Updated Juni 1, 2026 · By Patricia Brown

Meeting Results: Prabowo Ingatkan Persatuan di Momen Waisak

Meeting Results - Dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyampaikan pesan penting tentang keharmonisan bangsa di tengah dinamika global yang kian kompleks. Acara ini diadakan pada hari Minggu (31 Mei 2026) sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual, kedamaian, dan persatuan yang diwujudkan dalam perayaan Waisak.

“Di Hari Waisak ini, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi dan pemerintah, mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era kepada seluruh umat Buddha di Indonesia serta umat Buddha di berbagai penjuru dunia,” kata Prabowo seperti dilaporkan oleh siaran pers.

Pesan Kepada Umat Buddha dan Bangsa Indonesia

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa semangat Waisak tidak hanya relevan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat untuk seluruh elemen masyarakat Indonesia dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Pesan persatuan dan perdamaian dianggap sebagai fondasi yang harus dipertahankan di tengah perubahan politik, ekonomi, dan sosial yang terus berlangsung.

“Semangat Waisak dengan tema Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan, serta Cinta Kasih sebagai sumber perdamaian dunia, diharapkan bisa menginspirasi kita untuk terus memperkuat persaudaraan, menebarkan kebaikan, menekankan dialog, dan menjaga kerukunan di tengah dinamika bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Global Challenges dan Kesejahteraan Nasional

Kepala negara ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan optimisme di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian. Ia menyoroti bahwa kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong adalah kunci dalam mencapai kesejahteraan nasional.

“Di tengah berbagai tantangan dunia, bangsa Indonesia harus tetap teguh menjaga persatuan dan semangat optimisme. Kita harus terus bekerja keras, saling membantu, dan bergotong royong untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti bahwa bangsa Indonesia menjadi besar karena keberagamannya. Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda-beda, ia menegaskan bahwa tujuan bersama membangun negara yang damai, adil, makmur, dan sejahtera adalah pengikat utama.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Kita memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu membangun Indonesia yang damai, adil, makmur, dan sejahtera,” tambah Prabowo.

Visit ke Prancis dan Bisnis Internasional

Kunjungan Prabowo ke Prancis tidak hanya menjadi momen untuk menyampaikan pesan perdamaian, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memperkuat kerja sama bisnis antara kedua negara. Pada acara tersebut, ia berbicara dengan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, yang dekat dengannya.

“Old soldier never die,” ujar Prabowo kepada Ryamizard, sebagai bentuk pengakuan terhadap pengalaman dan dedikasi seorang pemimpin.

Salah satu hasil penting dari kunjungan tersebut adalah peluncuran France–Indonesia High Level Business Council. Organisasi ini bertujuan memperkuat kerja sama antara para pemimpin dunia usaha Indonesia dan Prancis. Dalam konteks Meeting Results, Prabowo menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya membangun ekonomi yang lebih inklusif dan kolaboratif.

“Kerja sama ekonomi antarbangsa adalah bagian dari persatuan yang kita jaga. Dengan memperkuat hubungan internasional, kita bisa memastikan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi rakyat Indonesia,” tambahnya.

PDI Perjuangan menilai bahwa peluncuran council tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keharmonisan. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa setiap kunjungan ke suatu negara harus memiliki tujuan jelas dan tidak hanya diartikan sebagai ajakan untuk mempelajari bahasa negara tersebut.

“Meeting Results dari kunjungan ini harus memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan, bukan hanya sekadar simbolisasi hubungan diplomatik,” ujar anggota PDI Perjuangan.