Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Meeting Results: Jelang Pemilihan, Kiai Ubab Maimoen Ingatkan Calon Ketum PBNU Tak Saling Serang

Susan Thomas ⏱ 3 min read

Pesan Kiai Abdullah Ubab Maimoen dalam Meeting Results

Meeting Results – Dalam persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Abdullah Ubab Maimoen, pengasuh Pesantren Al-Anwar 2 Sarang Rembang, menggelar pertemuan khusus untuk memberikan arahan kepada para kandidat ketua umum PBNU. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam proses pemilihan, dengan menghindari konflik antar calon yang bisa mengganggu kepercayaan peserta muktamar. Menurut Kiai Ubab, meeting results ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemilihan kepemimpinan NU berjalan secara profesional, transparan, dan diiringi semangat persatuan.

“Jangan sampai saling menjelek-jelekkan antar calon. Bahkan, jangan banding-bandingkan secara negatif seperti pemilihan pejabat hingga pertengkaran terbawa hingga setelah pemilihan,” ujarnya.

Kiai Ubab juga mengingatkan bahwa hasil meeting results harus mencerminkan keinginan muktamirin, bukan hanya kepentingan pribadi atau kelompok. Ia menekankan bahwa keputusan pemimpin NU adalah hasil dari ketentuan Allah yang dipercayakan kepada peserta muktamar. “Saya tidak ada pilihan. Saya senang saja Gus Salam nyalon. Jadi, siapapun yang jadi, tentu Allah yang mengatur dan menghendakinya,” tambahnya.

Kunjungan Gus Salam dan Peran Meeting Results

Saat melakukan sowan silaturrohim ke Kiai Abdullah Ubab Maimoen, Gus Salam, salah satu caketum PBNU, menyampaikan apresiasi atas dukungan para sesepuh NU dan pesantren. Ia menjelaskan bahwa meeting results ini menjadi bagian dari rangkaian pertemuan dua hari di Jawa Tengah, yang melibatkan ziarah ke Sunan Bonang, pertemuan dengan KH M. Said Abdurrochim, dan KH Abdul Qoyyum Manshur. Selain itu, Gus Salam juga berdiskusi dengan PCNU se-Karesidenan Semarang, Pati, Pekalongan, Banyumas, Kedu, serta Surakarta.

“Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi antar tokoh NU dan memastikan meeting results mencerminkan kepentingan umum,” kata Gus Salam.

Gus Salam menyoroti peran para ulama besar seperti Mbah Dalhar Watucongol Magelang, yang dianggap layak dihormati sebagai bagian dari warisan para pendiri NU. Ia juga menjelaskan bahwa meeting results ini tidak hanya mengatur proses pemilihan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi mengenai arah pembangunan NU di masa depan.

Kondisi NU Menurut PCNU

Dalam wawancara, Gus Salam menyebutkan bahwa beberapa PCNU di karesidenan Jawa Tengah merasa prihatin dengan kondisi NU belakangan ini. Mereka berharap meeting results bisa menghasilkan pemimpin yang mampu memperbaiki suasana dalam PBNU dan menciptakan suasana damai yang sejuk. “PCNU di Kedu prihatin dengan kondisi NU beberapa tahun ini. Mereka ingin ada rekonsiliasi nasional di tubuh NU agar tidak ada lagi ketegangan-ketegangan,” katanya.

“Meeting results harus menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan antar sesepuh dan pengurus NU,” lanjut Gus Salam.

PCNU Surakarta juga berharap calon ketum yang terpilih memiliki sikap humanis, mampu mendengarkan aspirasi daerah, dan memberikan arahan yang sesuai konteks. Mereka menolak sosok otoriter atau terlalu menonjol. “Kita perlu seorang pemimpin yang bisa memimpin secara inklusif, bukan hanya berbasis kekuasaan,” imbuhnya.

Muktamar NU dan Kolaborasi dengan PKB

Pertemuan ini terjadi sebelum penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa NU yang dijadwalkan di Cirebon. Dalam konteks tersebut, Ma’ruf Amin, pimpinan PKB, mengajak para Kiai, Nyai, santri, dan kader PKB Jawa Timur untuk bekerja keras memenangkan pasangan Luluk-Lukmanul dalam Pilkada Jatim. Meeting results juga menjadi acuan untuk memperkuat sinergi antara NU dan PKB dalam menghadapi tantangan politik di masa depan.

“Meeting results di Jawa Tengah memberikan momentum bagi perbaikan kebijakan dalam PBNU,” jelas Ma’ruf Amin.

Dengan adanya meeting results yang berjalan baik, diharapkan semua pihak bisa bersatu dalam menghadapi isu-isu yang muncul, termasuk keterlibatan NU dalam pemerintahan dan isu-isu internal yang bisa memengaruhi kepercayaan publik. “Ini kesempatan untuk memperlihatkan bahwa NU adalah organisasi yang mampu mengambil keputusan konsisten dan mengutamakan kepentingan umat Islam,” tutur Ma’ruf Amin.

Langkah Masa Depan PBNU

Meeting results ini juga menjadi dasar bagi rencana pembentukan panitia pemantau dan pengawas pemilihan ketum PBNU. Kiai Ubab Maimoen menegaskan bahwa proses ini harus diikuti oleh seluruh peserta muktamar, baik itu dari luar maupun dalam Jawa Tengah. “Tidak hanya sesepuh, tetapi juga santri dan anggota PBNU harus terlibat aktif dalam meeting results ini,” tegasnya.

Dalam prosesnya, Kiai Ubab menekankan bahwa semua pihak harus bersikap profesional dan menghindari politik serangan yang bisa merusak citra PBNU. “Kita perlu mengajarkan nilai-nilai keagamaan dalam meeting results, agar pemimpin baru bisa menjadi teladan di masa depan,” tambahnya.

Bagikan artikel ini