Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Prabowo Kembali ke Jakarta Usai Kunjungan Kenegaraan di Prancis

Published Mei 30, 2026 · Updated Mei 30, 2026 · By Charles Jones

Prabowo Kembali ke Jakarta Setelah Kunjungan di Prancis

Meeting Results - Hasil pertemuan yang didapat dari kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Prancis menjadi sorotan utama setelah ia tiba kembali di Jakarta pada Jumat (29/5/2026). Presiden Prabowo berangkat dari Bandara Orly di Paris, disertai oleh rombongan kecil yang terdiri dari sejumlah pejabat penting. Di bandara, ia menerima penghormatan militer dari pasukan kehormatan sebanyak 21 orang, yang berjajar di kedua sisi karpet merah, sebagai tanda penghormatan atas hubungan diplomatik yang terus diperkuat.

Pelepasan di Bandara Orly dan Upacara Resmi

Acara pelepasan di Bandara Orly berlangsung sederhana namun penuh makna. Pemimpin negara hadir dalam upacara resmi yang menggarisbawahi komitmen Prancis terhadap kerja sama bilateral dengan Indonesia. Di antara para pejabat yang turut serta adalah Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri, Eléonore Caroit, serta Gubernur Militer Paris, Jenderal Loïc Mizon. Hadir pula Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang menyatakan bahwa hasil pertemuan dengan Macron menjadi batu loncatan untuk penguatan kemitraan strategis.

Persiapan hasil pertemuan tersebut telah dirancang secara matang selama beberapa minggu. Prabowo dan rombongannya tiba di Paris pada Rabu (27/5/2026), dengan agenda utama bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée. Di sana, mereka membahas berbagai isu yang mencakup pertukaran investasi, kerja sama pertahanan, dan isu geopolitik global. Pemimpin kedua negara sepakat memperkuat kerja sama dalam rangka mendukung stabilitas Timur Tengah, terutama dalam konteks hasil pertemuan terkait Solusi Dua Negara.

Agenda Kunjungan dan Penguatan Diplomasi

Selama berada di Paris, Prabowo menghadiri rangkaian acara yang mencakup pertemuan bilateral, jamuan malam kenegaraan, dan kegiatan sosial. Hasil pertemuan dengan Macron di Istana Élysée menegaskan bahwa kedua negara akan meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Acara tersebut juga memperlihatkan keakraban antara Prabowo dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Prancis, termasuk dalam kegiatan Salat Iduladha yang dihadiri oleh ratusan warga.

Salah satu fokus utama hasil pertemuan ini adalah pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Prancis-Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan pertukaran kebijakan dan investasi antara kedua negara. Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi inisiatif Prancis dalam melatih bahasa Prancis kepada siswa Indonesia, yang merupakan bagian dari program kerja sama pendidikan yang telah direncanakan sejak 2025. Hasil pertemuan ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia terus bergerak untuk memperluas pengaruh di kancah internasional.

"Hasil pertemuan dengan Macron di Istana Élysée tidak hanya menjadi penyemangat bagi hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam menghadapi tantangan global," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Komitmen Kemitraan Strategis dan Isu Timur Tengah

Komitmen hasil pertemuan Prabowo dan Macron menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis. Dalam diskusi tersebut, keduanya menegaskan dukungan terhadap Solusi Dua Negara sebagai landasan utama perdamaian di Timur Tengah. Hasil pertemuan ini menyoroti peran Indonesia sebagai negara yang aktif dalam mediasi konflik, terutama terkait kemerdekaan Palestina dan stabilitas wilayah.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hasil pertemuan dengan Macron akan menjadi referensi dalam kebijakan luar negeri Indonesia untuk tahun 2026. Ia berharap langkah-langkah yang diambil dari pertemuan tersebut dapat menghasilkan kebijakan nyata yang menguntungkan masyarakat Indonesia di Prancis dan sebaliknya. Selain itu, hasil pertemuan ini juga diharapkan dapat memperkuat kemitraan dalam bidang militer, seperti pelatihan dan pertukaran personel yang telah direncanakan sebelumnya.

Rangkaian Kegiatan di Paris dan Langkah Selanjutnya

Kunjungan ke Prancis bukanlah kegiatan luar negeri yang pertama bagi Prabowo. Sejak 1 Juli 2025, ia telah melakukan beberapa pertemuan internasional, termasuk di Brasil dan berbagai negara Eropa. Hasil pertemuan di Paris dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah geopolitik global. Rencananya, Prabowo juga akan hadir dalam parade militer Hari Kemerdekaan Prancis (Bastille Day) sebagai tamu kehormatan, yang akan menjadi kesempatan lain untuk memperkenalkan visi hasil pertemuan ke depan.

Kunjungan ini menegaskan bahwa hasil pertemuan tidak hanya terbatas pada komunikasi formal, tetapi juga mencakup interaksi langsung dengan masyarakat Indonesia di luar negeri. Prabowo menyatakan bahwa kerja sama antara pemerintah dan warga negara Indonesia di Prancis sangat penting untuk menciptakan rasa keterhubungan dan solidaritas. Hasil pertemuan dengan Macron dinilai sebagai langkah awal dalam menguatkan pengaruh Indonesia di arena internasional.