Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Rapat Bersama DPR, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Meningkatkan Kesehatan BUMD

Published Juni 3, 2026 · Updated Juni 3, 2026 · By Michael Jackson

Mendagri Paparkan Langkah Strategis Meningkatkan Kesehatan BUMD dalam Rapat Bersama DPR

Meeting Results - Dalam meeting results rapat yang digelar bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan rencana langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pertemuan tersebut menjadi ajang penyampaian panduan dan arahan dari Kemendagri terkait pengelolaan BUMD yang lebih optimal. Tito menekankan peran penting pemerintah daerah (Pemda) dalam mengakselerasi reformasi struktural dan manajemen BUMD, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja sektor ekonomi lokal.

Strategi Penguatan Keuangan dan Kinerja BUMD

Salah satu fokus utama dalam meeting results ini adalah penguatan aspek keuangan BUMD. Menteri Tito mengungkapkan bahwa perusahaan daerah harus menerapkan target kinerja yang ketat, dengan memastikan laba yang dihasilkan melebihi bunga bank. Ini dilakukan untuk menjaga kestabilan finansial BUMD, sehingga bisa bertahan dalam kondisi pasar yang dinamis. Selain itu, ia menyarankan efisiensi biaya yang lebih tinggi dengan menjaga rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) di bawah 85 persen.

"Pada sektor keuangan, BUMD perlu memiliki komitmen pemilik modal yang kuat sesuai aturan daerah. Ini akan menjadi fondasi awal dalam mencapai meeting results yang diharapkan," terang Mendagri.

Kemitraan dan Diversifikasi Sumber Daya

Menurut Tito, BUMD juga diminta untuk memperkuat kemitraan dengan sektor swasta dan meningkatkan partisipasi dalam pengembangan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa perusahaan daerah harus menjadi penyangga ekonomi yang efektif, serta mendorong keberlanjutan usaha melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam meeting results ini, ia juga menyebut pentingnya kebijakan yang mendorong kerja sama lintas sektor dan pemanfaatan potensi daerah secara maksimal.

"BUMD diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja, membangun hubungan sinergis dengan sektor swasta, dan menjadi pilar ekonomi daerah. Ini menjadi salah satu meeting results yang ingin dicapai melalui reformasi ini," tambahnya.

Optimasi Manajemen dan Pengawasan

Untuk meningkatkan kualitas manajemen, Kemendagri menyarankan pembentukan tim seleksi transparan dan profesional. Hal ini bertujuan agar BUMD memiliki struktur organisasi yang akuntabel dan mengurangi risiko pengelolaan yang tidak optimal. Dalam meeting results rapat, juga dibahas pentingnya penyusunan rencana kerja dan anggaran yang selaras dengan target pemegang saham. Pemda diminta untuk mengintegrasikan rencana ini ke dalam strategi pembangunan jangka panjang.

"Dengan penguatan pengawasan dari unit eselon I, BUMD bisa lebih terarah dalam pencapaian meeting results yang dicanangkan. Hal ini juga memastikan adanya harmonisasi antara kebijakan pusat dan daerah," jelas Mendagri.

Revisi Regulasi dan Implementasi Sistem Top-Down

Kemendagri juga mengusulkan revisi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Perubahan ini bertujuan agar mekanisme pengawasan dan pembinaan menjadi lebih kuat, dengan menempatkan Direktur Jenderal (Dirjen) sebagai pengelola utama. Selain itu, Tito menggarisbawahi penerapan prinsip top-down dan bottom-up dalam perencanaan strategis BUMD, agar tercapai konsistensi antara kebijakan tingkat pusat dan kebutuhan lokal.

"Revisi regulasi ini menjadi bagian dari meeting results untuk memastikan BUMD tidak hanya berjalan secara mandiri, tetapi juga selaras dengan kebijakan nasional. Ini merupakan langkah strategis yang dibutuhkan," kata Mendagri.

Peserta rapat meliputi Ketua Komisi II DPR RI, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni, dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Cheka Virgowansyah. Menteri Tito menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen pada reformasi BUMD sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah. Dalam meeting results ini, selain menyampaikan strategi, juga dibahas isu-isu yang muncul dalam penerapan kebijakan tersebut, serta penyesuaian mekanisme pengawasan yang lebih dinamis.

Perspektif Pengembangan Jangka Panjang

Tito menambahkan bahwa peningkatan kesehatan BUMD tidak hanya tentang angka keuangan, tetapi juga tentang kapasitas operasional dan daya saing. Ia menyoroti pentingnya inovasi dalam layanan publik dan keterlibatan aktif Pemda dalam pengambilan keputusan. Dengan meeting results ini, Kemendagri mengharapkan adanya kesepakatan bersama untuk mempercepat perbaikan BUMD, sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan.

"Kesehatan BUMD akan menjadi penentu utama dalam kemajuan daerah. Oleh karena itu, meeting results ini menjadi langkah awal untuk menyusun kebijakan yang lebih efektif," pungkas Mendagri.