Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Modus Peredaran Vape Etomidate di Alexa Suites Terungkap – Dijual Diam-Diam ke Pengunjung hingga Lewat Ojol

Published Juni 6, 2026 · Updated Juni 6, 2026 · By Michael Gonzalez

Modus Peredaran Vape Etomidate di Alexa Suites Terungkap - Dijual Secara Rahasia ke Pengunjung

Modus Peredaran Vape Etomidate di Alexa - Kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi sorotan setelah Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Utara mengungkap praktik peredaran narkotika berbentuk vape etomidate. Dua tersangka, FIS dan WS, berhasil ditangkap setelah petugas menyita 276 cartridge yang berisi bahan narkotika tersebut. Kasat Resnarkoba AKBP Ari Galang Saputra menjelaskan, pelaku memasukkan diri ke dalam lingkaran pengunjung hiburan untuk menawarkan vape etomidate secara diam-diam. Modus ini menunjukkan bagaimana narkoba berbentuk vape diperdagangkan dengan cara yang sulit dideteksi.

“Modus peredaran ini sangat kreatif. Mereka menyembunyikan aktivitas jual beli dari manajemen. Setelah masuk, mereka berpura-pura seperti pengunjung biasa,” ujar Ari Galang saat dihubungi, Sabtu (6/6/2026). Vape etomidate menjadi alat baru untuk menyebarluaskan narkoba karena bentuknya menyerupai produk konsumsi sehari-hari. Penjualan ini dilakukan secara tersembunyi, menghindari pengawasan langsung di tempat hiburan.

Penjualan Terarah dan Selektif

Kasus ini diungkap berkat laporan manajemen Alexa Suites and Lounge yang mencurigai transaksi tidak wajar di lokasi tersebut. Setelah penyelidikan, polisi menemukan adanya distribusi etomidate yang digunakan sebagai bahan narkoba. Ari Galang menuturkan, para pelaku memilih calon pembeli dengan hati-hati karena harga satu cartridge mencapai Rp5 juta. “Modus peredaran ini bertujuan meminimalkan risiko tertangkap sekaligus memastikan pembeli memiliki kemampuan finansial untuk membeli barang ilegal,” tambahnya.

Penggunaan Ojol sebagai Sarana Distribusi

Transaksi tidak hanya dilakukan di dalam tempat hiburan, tetapi juga melalui WhatsApp. Pengiriman barang diduga menggunakan jasa ojek online (ojol) untuk menghindari jejak. “Mereka menghapus percakapan setelah transaksi selesai. Sisanya, tergantung pada pengiriman via platform digital,” jelas Ari. Vape etomidate dijual dengan rasa beragam, seperti teh, leci, anggur, mangga, dan markisa. Hal ini memperbesar daya tariknya bagi calon pembeli, terutama yang tidak menyadari bahayanya.

Barang-barang yang disita termasuk ratusan cartridge dengan variasi rasa tersebut. Pengungkapan terjadi di dua lokasi, yaitu B Fashion Hotel dan The Seven. Dalam kasus ini, FIS dan WS dijerat Pasal 119 Ayat (2) UU Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara, serta denda hingga Rp8 miliar. Modus peredaran vape etomidate di Alexa Suites menunjukkan betapa canggihnya para pelaku dalam menghindari deteksi.

Dalam penyelidikan lanjutan, polisi sedang memburu pemasok utama etomidate yang diduga menjadi sumber distribusi vape ilegal. Jaringan ini telah beroperasi selama tiga bulan, menyebar ke berbagai tempat hiburan di Jakarta. Kasus serupa juga terjadi di Jakarta Timur, di mana Satresnarkoba Polda Metro Jaya menyita ribuan keping liquid etomidate yang diklasifikasikan sebagai narkotika golongan II. Modus peredaran ini memperlihatkan tren penyalahgunaan narkoba melalui bentuk yang lebih modern dan menarik.

Kasus peredaran vape etomidate di Alexa Suites menjadi contoh bagaimana narkoba kini disebarkan dengan cara yang tidak konvensional. Polisi menemukan bahwa para pelaku menggunakan jasa ojol untuk mengantarkan produk kepada konsumen di luar lokasi hiburan. Ini memperlihatkan ketidakpedulian mereka terhadap keamanan dan risiko yang ditimbulkan. Selain itu, penggunaan rasa yang menarik membuat vape etomidate lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Modus peredaran vape etomidate di Alexa Suites juga menunjukkan kebutuhan akan pendidikan masyarakat tentang bahaya narkoba. Para pelaku tidak hanya menyembunyikan kegiatan dagang dari manajemen, tetapi juga memanfaatkan lingkungan hiburan sebagai tempat promosi. Polisi berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi pengunjung dan pengelola tempat hiburan untuk lebih waspada. Dengan keberhasilan penyitaan 276 cartridge, Satresnarkoba menegaskan komitmennya dalam menekan peredaran narkoba secara modern.