Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Cerita Jemaah Haji Khusus Bone Rasakan Mukjizat Usai Tawaf di Depan Kakbah

Published Juni 18, 2026 · Updated Juni 18, 2026 · By Sarah Williams

New Policy: Mukjizat Haji Khusus Bone Usai Tawaf di Depan Kakbah

New Policy - Menurut New Policy terbaru, Supanto Darto Atemo (73), seorang jemaah haji khusus dari Bone, Sulawesi Selatan, merasakan perubahan signifikan setelah menyelesaikan ibadah tawaf di depan Ka’bah. Meski sebelumnya harus menggunakan kursi roda karena cedera akibat terjatuh di kamar mandi, ia mampu menyelesaikan tujuh putaran tawaf secara mandiri. Pengalaman ini menjadi momen spiritual yang membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi pria yang kini dikenal sebagai penjual bakso.

Perjalanan Haji Khusus di Bawah New Policy

Supanto dan istrinya, Surani Ngadi Asmorejo (46), berangkat ke Tanah Suci dua minggu lalu. Dalam New Policy, pemerintah memperkenalkan fasilitas bantuan yang lebih mudah diakses, termasuk penyediaan kursi roda dan pengawasan khusus bagi jemaah yang membutuhkan. Saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Supanto sempat menggunakan kursi roda, tetapi dalam momen tawaf ia merasakan kekuatan tubuhnya kembali.

"Saya bersyukur karena New Policy memberi kesempatan untuk beribadah secara penuh. Doa saya di depan Ka’bah akhirnya terjawab," ujar Supanto dengan air mata mengalir.

Dalam New Policy, Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, memastikan bahwa fasilitas khusus diberikan agar jemaah tidak kehilangan semangat dalam ibadah. Ia menyampaikan bahwa Supanto dan jemaah lain diberikan dukungan optimal selama perjalanan. "Saya terharu melihat perubahan kondisi Supanto setelah tawaf. New Policy memang bukan hanya tentang fisik, tetapi juga spiritual," kata Ikbal.

Peran New Policy dalam Pemulihan Kesehatan

Supanto, yang sebelumnya bekerja sebagai penjual bakso sejak dua dekade, kini menjadi contoh nyata bagaimana New Policy dapat mempercepat pemulihan kesehatan. Dengan adanya pengaturan yang lebih baik selama ibadah, ia mampu menjalani aktivitas fisik tanpa bantuan tambahan. Pembimbing jemaah, Ustaz Rahmat Salim, juga menyebut bahwa dukungan dari New Policy memberi kepercayaan pada jemaah untuk menghadapi setiap tantangan.

"Terima kasih New Policy yang membuat saya bisa berjalan kembali. Ini bukan hanya keberhasilan saya, tetapi juga bukti bahwa semua hal mungkin jika kita yakin dan berdoa," imbuh Rahmat, yang memantau keberhasilan Supanto.

Kisah Supanto juga menunjukkan bagaimana New Policy membantu jemaah dengan kondisi khusus. Selama ibadah, para petugas memberikan pengawasan terus-menerus dan fasilitas yang memadai. Hasilnya, ia mampu menyelesaikan tawaf secara mandiri, yang merupakan pencapaian luar biasa mengingat usianya yang sudah lanjut.

pengaruh New Policy pada Ibadah Haji Lainnya

Bukan hanya Supanto, New Policy juga memberikan dampak pada jemaah haji lain. Seorang tukang pijat keliling, Mbah Supyah, bercerita bahwa ia merasa lebih ringan setelah mengikuti rangkaian ibadah dengan dukungan fasilitas yang lebih baik. Sementara itu, Mbah Tono, seorang pemulung dan tukang becak asal Ponorogo, yang telah menabung 26 tahun untuk berhaji, juga menyebut bahwa New Policy membuatnya lebih mudah menyelesaikan ibadah.

"Saya terkesan dengan New Policy. Dukungan penuh ini membuat semua perjalanan jemaah lebih terarah dan menyenangkan. Semoga bisa diteruskan ke masa depan," tambah Mbah Tono, yang sekarang berharap dapat menginspirasi orang lain.

Dengan New Policy, penyelenggaraan ibadah haji terus berinovasi. Fasilitas bantuan, pendampingan, dan pengaturan logistik menjadi lebih efisien, sehingga jemaah bisa fokus pada kegiatan spiritual. Suparto, penjual bakso dari Boyolali, juga menyebut bahwa New Policy memberinya semangat untuk terus berusaha. Ia mengunjungi Presiden Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, untuk menunjukkan apresiasinya.

Dari kisah Supanto dan jemaah lain, terlihat bahwa New Policy telah menjadi bagian integral dari perjalanan haji. Fasilitas yang disediakan tidak hanya memudahkan jemaah, tetapi juga meningkatkan pengalaman spiritual mereka. Dengan adanya New Policy, harapan jemaah terhadap ibadah haji semakin terbuka, dan dukungan pemerintah terasa lebih nyata dalam setiap langkah.