New Policy: Cimahi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Berbasis SDM Produktif
Cimahi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Berbasis SDM Produktif
New Policy - Dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi daerah, Kota Cimahi meluncurkan new policy yang bertujuan memperkuat ekosistem industri kreatif melalui pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) usia produktif. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan kota sebagai pusat inovasi digital dan animasi. Dengan populasi usia kerja yang signifikan, Pemerintah Kota Cimahi berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
New Policy juga mencakup peningkatan akses ke pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat lokal, serta pemberdayaan komunitas kreatif yang telah terbentuk sejak tahun 2009. Visi ini diperkuat oleh fakta bahwa sekitar 67,3 persen dari total populasi 390,270 orang berada dalam usia produktif, menjadikan Cimahi sebagai sumber tenaga kerja berkualitas untuk bidang-bidang kreatif. Perkembangan ekosistem ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Strategi Penguatan SDM Produktif
Salah satu kebijakan utama dalam new policy adalah fokus pada pengembangan kompetensi SDM produktif melalui program pelatihan berbasis teknologi dan kreativitas. Pemkot Cimahi berkomitmen untuk memastikan bahwa para tenaga kerja muda memiliki keterampilan yang relevan dengan tren industri kreatif modern, seperti desain digital, produksi animasi, dan manajemen proyek kreatif. Kebijakan ini dirancang agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang semakin luas di bidang kreatif.
“Dengan new policy ini, kita ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki akses untuk berkembang secara maksimal dalam bidang kreatif,”
kata Maria Fitriana, Sekretaris Daerah Kota Cimahi. Ia menjelaskan bahwa program pelatihan akan difokuskan pada pengembangan kreativitas, kemampuan teknis, serta kemandirian ekonomi para pelaku kreatif. Langkah ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun warung ekonomi kreatif yang tangguh di tengah tantangan pasar global.
Pelaksanaan new policy juga melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga seperti BITC (Baros Information Technology and Creative), yang menjadi pusat inkubasi dan kolaborasi bagi para kreator. Fasilitas ini telah diresmikan sejak 2012 dan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri kreatif. Dengan new policy, BITC akan diperluas fungsi dan kapasitasnya untuk mendukung lebih banyak inisiatif komunitas dan startup kreatif.
Pengembangan Subsektor Unggulan
Kota Cimahi saat ini memiliki empat subsektor utama dalam ekonomi kreatif, yaitu makanan dan minuman, kerajinan, tekstil, serta animasi dan media digital. New Policy bertujuan memperkuat subsektor animasi dan media digital sebagai identitas kota, sementara subsektor lainnya mendapatkan dukungan untuk berkembang paralel. Perusahaan lokal yang bergerak di bidang animasi, misalnya, telah melahirkan lebih dari 20 hingga 30 studio kreatif aktif, yang secara konsisten menghasilkan ribuan karya dan memasarkannya melalui platform digital.
“Kita ingin menempatkan animasi sebagai salah satu pilar utama ekonomi kreatif, sementara sektor lainnya mendapat peningkatan daya dukung melalui new policy,”
jelas Maria Fitriana. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini juga mencakup pembangunan infrastruktur yang mendukung kreativitas, seperti akses ke studio pengambilan gambar, ruang kerja yang terbuka, serta fasilitas teknologi untuk menghasilkan konten berkualitas. Langkah ini memberikan keuntungan kompetitif bagi kota dalam menghadapi persaingan industri kreatif nasional dan internasional.
Impact dari new policy telah terlihat dalam peningkatan nilai ekonomi dari sektor kreatif, yang mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun. Pemkot Cimahi terus memperluas kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk memastikan bahwa industri lokal memiliki akses ke sumber daya yang lebih luas. Visi ini mempercepat pertumbuhan usaha kecil menengah (UMKM) dan menciptakan lapangan kerja baru yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Dengan new policy yang terus ditingkatkan, Cimahi berharap mampu membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini juga bertujuan memperkuat keberlanjutan ekonomi daerah, di mana SDM produktif menjadi tulang punggung penggerak perubahan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjadi contoh untuk kota-kota lain dalam mengintegrasikan SDM dengan inovasi digital dan teknologi. Dengan persiapan yang matang, Cimahi siap menjadi pusat kreativitas yang diakui secara nasional dan internasional.