New Policy: OJK Sulteng Jangkau Ratusan Ribu Peserta dalam Program Literasi Keuangan Awal 2026
OJK Sulteng Luncurkan New Policy Literasi Keuangan Awal 2026
New Policy - Menjelang akhir tahun 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah telah mencapai angka peserta sebanyak 349.497 orang dalam program literasi keuangan Januari-Maret 2026. Capaian ini menjadi bukti keberhasilan New Policy yang diterapkan oleh OJK Sulteng dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan secara bijak. Berbagai kegiatan edukasi telah diadakan secara rutin di berbagai wilayah Sulteng, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang produk dan layanan jasa keuangan.
“New Policy ini dirancang untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko investasi ilegal serta pinjaman daring. Kami telah mengadakan 84 kegiatan edukasi dalam tiga bulan pertama tahun 2026, yang menjangkau berbagai kalangan seperti pelajar, UMKM, hingga penyandang disabilitas,” ujar Bonny Hardi Putra, Kepala OJK Sulawesi Tengah.
Program literasi keuangan yang dimotori oleh New Policy Sulteng ini tidak hanya fokus pada pemahaman dasar, tetapi juga mencakup pelatihan praktis tentang pengelolaan dana, pengenalan instrumen keuangan, dan cara menghindari penipuan. Selain itu, OJK juga bekerja sama dengan lembaga lokal untuk menyelaraskan strategi edukasi dengan kebutuhan masyarakat setempat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mencapai kemandirian finansial.
Strategi Penguatan Literasi Keuangan
Dalam menerapkan New Policy, OJK Sulteng mengadopsi pendekatan berbasis komunitas. Kegiatan seperti workshop, diskusi kelompok, dan seminar keuangan diselenggarakan di tingkat kecamatan dan kabupaten untuk memastikan akses yang merata. Selain itu, program ini juga memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menyebarkan informasi secara lebih cepat dan luas. Dengan strategi ini, OJK Sulteng mencoba mengatasi kesenjangan pengetahuan keuangan yang masih ada di kalangan masyarakat pedesaan dan urban.
Adapun New Policy yang diterapkan di tahun 2026 ini mencakup beberapa inisiatif khusus. Salah satunya adalah pelatihan keterampilan keuangan untuk generasi muda, yang diharapkan bisa membentuk pola pikir finansial sejak dini. Program ini juga menyasar masyarakat pedesaan melalui kegiatan seperti pertemuan rutin di balai desa dan acara budaya lokal yang diintegrasikan dengan materi keuangan. Dengan pendekatan yang lebih personal, OJK Sulteng berupaya mengurangi angka penggunaan layanan keuangan informal.
Peluang dan Tantangan Implementasi New Policy
Capaian nasional Gerakan Nasional Cerdas Keuangan OJK mencapai 200 juta peserta hingga Oktober 2025. Namun, tantangan dalam mengimplementasikan New Policy masih terasa, terutama di daerah-daerah dengan akses internet yang terbatas. Untuk mengatasi hal ini, OJK Sulteng mengalokasikan anggaran tambahan untuk menyediakan alat edukasi yang lebih praktis dan mudah diakses. Selain itu, pihaknya juga menggandeng mitra lokal untuk mengawasi perkembangan program ini secara berkelanjutan.
Implementasi New Policy di Sulteng juga berdampak pada pengurangan risiko penipuan di sektor keuangan. Dalam tahun 2025, OJK berhasil menyasar lebih dari 9,93 juta peserta melalui berbagai inisiatif, menunjukkan progres yang signifikan. New Policy tidak hanya menumbuhkan kesadaran akan investasi legal, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal. Dengan adanya program ini, harapan besar untuk mencapai tujuan literasi keuangan nasional semakin terwujud.