New Policy: Pemprov Maluku Gelar Sidak Pasar Jelang Idul Adha, Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok
Pemprov Maluku Luncurkan New Policy untuk Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok
New Policy - Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemprov Maluku meluncurkan New Policy dalam bentuk sidak pasar untuk menjaga ketersediaan dan kepastian harga bahan pokok. Tindakan ini bertujuan mengantisipasi fluktuasi harga yang mungkin terjadi akibat peningkatan permintaan selama momen ibadah besar tersebut. Dalam sidak yang dilakukan pada 23 Mei 2026 di Ambon, Tim Satgas Pangan melakukan pemantauan di dua pasar utama, yaitu Pasar Mardika dan Pasar Batumerah, sebagai upaya memastikan distribusi barang tetap kondusif.
Langkah Strategis dalam Pemantauan Harga
New Policy ini memperkuat pengawasan terhadap harga bahan pokok dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Achmad Jais Ely, menjelaskan bahwa sidak pasar menjadi bagian dari tindakan pencegahan. "Kita ingin menjamin kestabilan pasokan dan harga selama periode Idul Adha," tutur Achmad Jais Ely. Langkah ini juga bertujuan memberikan kejelasan kepada masyarakat tentang persediaan bahan makanan, sehingga mengurangi kecemasan terkait kenaikan biaya hidup.
"New Policy ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan inflasi dan menjaga keseimbangan pasar," ujar Achmad Jais Ely.
Hasil Sidak dan Tantangan yang Dihadapi
Dari hasil inspeksi, beberapa komoditas seperti bawang merah dan cabai rawit merah menunjukkan kenaikan harga signifikan. Bawang merah mencapai Rp51.949 per kilogram, naik 25,37% dibandingkan sebelumnya. Sementara cabai rawit merah mencatatkan kenaikan 24,63% menjadi Rp71.406 per kilogram. Minyak goreng curah juga mengalami kenaikan harga dari Rp14 ribu menjadi Rp17 ribu per liter. Meski demikian, kebanyakan bahan pokok lainnya masih terpenuhi, sehingga pihak pemerintah fokus pada pengawasan harga komoditas yang terkini.
Kolaborasi untuk Stabilkan Pasar
Untuk mendukung New Policy, Pemprov Maluku berkoordinasi dengan distributor, pengusaha, dan lembaga terkait. Kolaborasi ini bertujuan memastikan pasokan barang tetap terjaga hingga Idul Adha, serta mengurangi risiko penimbunan stok yang bisa memicu kenaikan harga. Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Satgas Pangan intensif melakukan pemeriksaan di pasar tradisional dan pusat distribusi, dengan memantau kondisi secara berkala.
Dari data Sistem Informasi Pangan Maluku per 23 Mei 2026, harga beras premium berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram. Angka ini menjadi referensi bagi pemerintah dalam mengevaluasi dinamika pasar. Meski stok bahan pokok umumnya mencukupi, kenaikan harga tertentu memerlukan perhatian khusus, terutama karena bisa berdampak pada daya beli masyarakat.
Manfaat New Policy bagi Masyarakat
Pemprov Maluku memastikan bahwa New Policy tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga kualitas bahan makanan. Dengan melakukan sidak pasar, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, seperti kecurangan dalam penjualan atau penurunan kualitas produk. Langkah ini menjadi penting karena masyarakat membutuhkan kepastian dalam menghadapi momen seperti Idul Adha, di mana pengeluaran untuk kebutuhan pokok cenderung meningkat.
Para pedagang juga mendukung New Policy karena merasa lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan pihak pemerintah. "Sidak ini membantu kami mengantisipasi permintaan pasar dan menyesuaikan stok sesuai kebutuhan masyarakat," kata salah satu pedagang. Dengan adanya pengawasan harga yang lebih ketat, harapan muncul bahwa stabilitas ekonomi masyarakat dapat terjaga hingga akhir bulan Ramadan dan Idul Adha.
Upaya Jangka Panjang untuk Mengurangi Inflasi
Sidak pasar menjelang Idul Adha bukan sekadar tindakan sementara, tetapi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Maluku. New Policy ini juga melibatkan pemantauan harga secara rutin dan penggunaan data untuk mengambil keputusan yang tepat. Pemerintah daerah berharap dengan tindakan ini, inflasi dapat dikendalikan secara lebih efektif, terutama sebelum momen-momen kebutuhan makanan tinggi seperti Idul Adha.