New Policy: Pertamina Pastikan Stok BBM Kalteng Aman, Antisipasi Antrean Panjang
Pertamina Pastikan Stok BBM Kalteng Aman, Antisipasi Antrean Panjang
New Policy – Sebagai bagian dari new policy yang diterapkan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengungkapkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini cukup dan stabil. Langkah ini bertujuan untuk mencegah antrian panjang yang sempat terjadi di Palangka Raya, terutama pasca-Lebaran. Dengan adanya new policy yang lebih terarah, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan BBM secara optimal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengalami gangguan pasokan.
Kesiapan Stok BBM dan Strategi Distribusi
Dalam rangka menerapkan new policy, Pertamina telah melakukan penyesuaian dalam strategi distribusi BBM. Perusahaan ini meningkatkan kapasitas operasional SPBU 24 jam dan menambah armada mobil tangki yang siaga, sehingga distribusi lebih efisien. Selain itu, ketersediaan BBM di terminal-terminal seperti Terminal BBM di Pulau Pisau dan Banjarmasin menjadi penopang utama untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Dengan sistem pengelolaan yang terkoordinasi, Pertamina yakin kebutuhan masyarakat akan terpenuhi secara konsisten.
“Stok Pertamax saat ini mencapai 1.172.000 liter, sedangkan Pertalite tersedia lebih dari 3.300.000 liter,” jelas Isfahani, Executive General Manager Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga. Angka ini mencerminkan bahwa new policy yang dijalankan telah berhasil menjamin ketersediaan BBM sesuai dengan proyeksi permintaan.
Langkah konkret dalam new policy juga mencakup pengawasan ketat terhadap kelancaran distribusi. Pertamina menambahkan 54 persen armada mobil tangki yang disiagakan, sehingga mampu menjangkau area-area rawan pasokan. Strategi ini dilakukan untuk memastikan BBM terdistribusi secara merata, baik di kota-kota besar maupun daerah terpencil. Dengan new policy ini, Pertamina menegaskan bahwa antrian panjang di SPBU dapat diminimalkan.
Kepastian Suplai BBM dan Upaya Pemerintah Daerah
Pertamina menegaskan bahwa new policy ini bukan hanya berdampak pada sistem distribusi, tetapi juga terpadu dengan upaya pemerintah daerah dalam mengelola kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Pertamina dan pihak terkait seperti dinas perindustrian, dinas energi, serta stakeholder lokal menjadi fondasi penting dalam memastikan stabilitas pasokan BBM. Kebijakan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga kehidupan ekonomi dan transportasi warga Kalteng.
“Kepada masyarakat, kami mengimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujar Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan. Ia menekankan bahwa pengisian BBM sebaiknya sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari new policy untuk mencegah kepanikan terhadap stok BBM.
Dalam menjalankan new policy, Pertamina juga memperkuat sistem pemantauan real-time terhadap permintaan BBM di berbagai titik distribusi. Dengan data yang akurat, perusahaan dapat melakukan penyesuaian cepat jika diperlukan. Selain itu, komunikasi yang transparan dengan masyarakat menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan terhadap kebijakan tersebut. Pertamina berharap new policy ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM di Kalteng.
Penyesuaian Kapasitas dan Pengelolaan Terminal BBM
Pertamina tidak hanya fokus pada peningkatan armada, tetapi juga memperkuat kapasitas terminal-terminal BBM. Dengan penambahan fasilitas pengisian dan pengelolaan stok yang lebih modern, perusahaan ini dapat meminimalkan risiko kekurangan. Penyesuaian ini sebagai bagian dari new policy yang bertujuan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menjaga kestabilan pasokan. Dukungan dari pemerintah daerah juga diperlukan untuk memastikan pengoperasian terminal dapat berjalan maksimal.
Dengan new policy yang diterapkan, Pertamina berharap mampu mengatasi gangguan distribusi yang sebelumnya sering terjadi, terutama di area yang memiliki permintaan tinggi. Upaya ini mencakup koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tidak terganggu. Pertamina menegaskan bahwa dengan sistem yang lebih terarah, masyarakat dapat mengakses BBM kapan saja dan di mana saja tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrian.