Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

New Policy: Petani OKU Selatan Panen Raya Jagung 30 Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Mary Smith ⏱ 2 min read

New Policy: Petani OKU Selatan Panen Jagung 30 Ton Dorong Ketahanan Pangan Nasional

New Policy – Kebijakan baru yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah OKU Selatan membawa dampak signifikan pada pertanian lokal. Kabupaten OKU Selatan mencatatkan panen jagung raya sebanyak 30 ton di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, menjadi bukti komitmen daerah dalam mendorong swasembada pangan nasional. Kebijakan ini bertujuan memperkuat sistem ketahanan pangan melalui peningkatan produksi bahan pangan utama seperti jagung, yang kini menjadi prioritas dalam upaya keberlanjutan pangan nasional.

Pelaksanaan Kebijakan Baru dan Dukungan Aparat

Keberhasilan panen jagung tersebut didukung oleh sinergi antara pemerintah setempat dan aparat kepolisian. Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, hadir langsung untuk memastikan bahwa kebijakan baru berjalan efektif. Dalam kunjungannya, ia menekankan bahwa Sumsel memiliki potensi geografis yang unik untuk meningkatkan hasil pertanian, terutama jagung, sebagai bagian dari kebijakan baru yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian.

“Kebijakan baru ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk menjamin stabilitas pasokan pangan nasional. Kami akan terus mendampingi petani agar target produksi dapat tercapai,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, yang juga menyoroti pentingnya kemitraan antara Polri dan petani dalam menunjang kebijakan baru.

Produksi jagung di Sumsel terus meningkat, dengan total hasil panen hingga Juni 2026 mencapai 124.911 ton, naik 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. OKU Selatan menjadi daerah paling produktif dengan rata-rata 70,52 kuintal per hektare, melebihi rata-rata nasional. Kebijakan baru memberikan stimulus kepada petani melalui program peningkatan infrastruktur pertanian dan bantuan teknis dalam pengelolaan lahan.

Kebijakan Baru dan Peran Polri dalam Pertanian

Kebijakan baru mengintegrasikan peran Polri dalam peningkatan produktivitas pertanian. Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menyatakan bahwa pendampingan kepolisian bertujuan memastikan kelancaran usaha tani dan keberhasilan program pangan. Dengan adanya kebijakan baru, petani di OKU Selatan mendapat fasilitas pelatihan pertanian berbasis teknologi dan akses ke pasar yang lebih luas.

Dalam konteks kebijakan nasional, Sumsel menjadi contoh nyata tentang efektivitas kebijakan baru dalam meningkatkan ketersediaan pangan. Dinas Pertanian dan Perum Bulog terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama menghadapi tantangan geopolitik dan perubahan iklim. Kebijakan ini juga mencakup insentif kepada petani yang menghasilkan komoditas strategis seperti jagung.

Di luar OKU Selatan, inisiatif serupa telah diwujudkan di berbagai daerah. Pemkab Serang, misalnya, berhasil memanen jagung hibrida 18 ton di Kopo, menegaskan komitmen mencapai swasembada pangan lokal. Sementara di OKU Timur, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri panen serentak yang diestimasi menghasilkan 751 ribu ton. Kebijakan baru mendorong kerja sama lintas sektor untuk memaksimalkan hasil pertanian dan mencegah krisis pangan.

Bagikan artikel ini