Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

New Policy: Polrestabes Bandung Kerahkan 2.500 Personel Amankan Pengamanan Nobar Persib Bandung di 100 Titik

Sarah Williams ⏱ 3 min read

Pengamanan Nobar Persib Bandung di 100 Titik Diperkuat 2.500 Personel

New Policy – Penyelenggaraan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung yang mengusung new policy keamanan baru memperkuat langkah-langkah pencegahan insiden terkait suporter. Kota Bandung menjadi salah satu kota yang terlibat dalam program ini, dengan Polrestabes Bandung mengirimkan sebanyak 2.500 personel gabungan untuk memantau 100 titik nobar yang tersebar di berbagai area strategis. Kebijakan baru ini bertujuan meningkatkan koordinasi antara kepolisian dan TNI dalam menciptakan lingkungan yang aman, sekaligus mengantisipasi potensi konflik antarsuporter.

Strategi Pengamanan Berbasis New Policy

New policy keamanan yang dijalankan Polrestabes Bandung melibatkan penerapan protokol lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Personel ditempatkan di titik-titik kritis, seperti pusat keramaian, stasiun transportasi, dan kawasan vital yang rawan kepadatan massa. Keputusan ini didasari pengalaman dari peristiwa serupa di daerah lain, di mana keterlibatan suporter dan kekacauan terjadi karena kurangnya pengawasan yang terpadu. Dengan demikian, kebijakan ini mengutamakan peningkatan kewaspadaan dan respons cepat terhadap situasi yang mungkin memicu keributan.

Kerja sama dengan TNI memperkaya kekuatan pengamanan, sehingga setiap titik nobar dilengkapi dengan pasukan yang siap menangani segala kemungkinan. New policy juga mencakup penggunaan teknologi pemantauan, seperti drone dan CCTV, untuk memastikan semua lokasi tetap terawasi. Pihak kepolisian memberikan imbauan khusus kepada para suporter agar tetap menjaga sportivitas, terutama saat melawan lawan seperti PSM Makassar atau Bali United. Hal ini bertujuan meminimalkan aksi-aksi yang bisa mengganggu ketertiban di sekitar stadion.

“Kami ingin euforia pertandingan tidak mengganggu ketertiban umum. New policy ini menjadi strategi untuk memastikan semua penonton merasa nyaman dan aman,” terang AKBP Asep Saepudin, Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung. TNI dan polisi melakukan pengawasan secara terpadu, terutama di daerah-daerah yang sering menjadi lokasi konflik suporter. Dengan cara ini, insiden seperti penusukan atau penyergapan bisa dihindari.

Penempatan Personel di Titik-Titik Paling Rentan

Pengamanan new policy keamanan Kota Bandung dilakukan dengan penempatan personel yang terpusat di titik-titik rentan. Lokasi seperti Jalan Sulanjana, Jalan Dago, dan Flyover Pasupati menjadi area fokus karena sering dijadikan tempat berkumpulnya Bobotoh. Di samping itu, kepolisian juga meningkatkan pengawasan di sekitar Stadion GBK dan Graha Persib, yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Di titik-titik ini, personel ditempatkan dengan intensitas lebih tinggi untuk mengantisipasi kemacetan atau kerumunan yang berpotensi memicu kepanikan.

Keberhasilan new policy juga ditunjang oleh koordinasi antara pihak keamanan dan penyelenggara nobar. Sejumlah perusahaan lokal serta pihak pengelola pusat hiburan terlibat dalam persiapan, termasuk penyediaan tempat duduk dan kantong suporter yang terstruktur. Hal ini meminimalkan kemungkinan antrean berjam-jam dan penumpukan massa di satu titik. Selain itu, pihak kepolisian menambahkan sosialisasi keamanan melalui media sosial dan brosur, sehingga masyarakat lebih memahami aturan yang berlaku selama acara.

Kehadiran 2.500 personel kepolisian dan TNI di 100 titik nobar diperkirakan akan berdampak positif pada kondusivitas Kota Bandung. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini sering mengalami konflik antarsuporter yang berujung pada kekacauan. Dengan new policy, pihak keamanan berharap bisa menciptakan suasana yang lebih harmonis, sekaligus menjaga kualitas pertandingan tanpa gangguan dari luar. Langkah ini juga menjadi contoh bagaimana kebijakan baru dapat diterapkan di berbagai event besar di Indonesia.

Dalam konteks new policy keamanan, Polrestabes Bandung tidak hanya fokus pada pencegahan kekacauan, tetapi juga meningkatkan layanan kepada penonton. Personel yang ditempatkan di beberapa lokasi mengambil peran sebagai pengarah arus lalu lintas, penjaga keamanan, dan penolong dalam kasus darurat. Selain itu, kepolisian menyiapkan titik-titik pengecekan kesehatan dan dokumentasi kehadiran penonton, sebagai bagian dari upaya pengendalian situasi secara lebih baik.

Bagikan artikel ini