Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Prabowo Seduh Copot Tiga Pimpinan BGN: Saya Terpaksa Ganti Orang Sayangi

Published Juni 3, 2026 · Updated Juni 3, 2026 · By Sarah Williams

Prabowo Umumkan New Policy Copot Tiga Pimpinan BGN: Saya Terpaksa Ganti Orang Sayangi

Pengumuman New Policy dan Perubahan Struktur Kepemimpinan BGN

New Policy - Dalam acara 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6), Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru terkait pergantian tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyampaikan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim yang memimpin lembaga tersebut. "New Policy ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih transparan dan efisien," jelas Prabowo. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengganti tiga orang yang dianggap tidak mampu memenuhi standar kejujuran dan profesionalisme adalah langkah yang tak bisa dihindari.

"Saya hari ini merasa sedih karena terpaksa mengganti orang-orang yang saya sayangi dan percayai. Namun, New Policy ini adalah keharusan untuk memastikan program yang dijalankan BGN tetap berjalan optimal," tambah Prabowo.

Pelaksanaan New Policy: Alasan dan Proses Evaluasi

Prabowo menjelaskan bahwa keputusan mencopot tiga pimpinan BGN diambil setelah menerima laporan mengenai adanya indikasi penyelewengan dan kekurangan dalam program MBG. "New Policy ini memperketat pengawasan terhadap kepemimpinan, karena pemimpin yang tidak jujur atau tidak kompeten bisa mengganggu keberhasilan sebuah lembaga," ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap perubahan di tingkat kepemimpinan memiliki dampak langsung terhadap kinerja organisasi dan kepercayaan masyarakat.

Menurut Prabowo, tiga mantan pimpinan BGN sedang menjalani penyelidikan hukum oleh Kejaksaan Agung. "Saya tidak ingin mengintervensi proses hukum, jadi saya tidak banyak berkomentar. New Policy ini diterapkan untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan program," terangnya. Dengan memperkenalkan kebijakan baru ini, ia berharap BGN dapat memperbaiki kelemahan yang ada.

Empat Nama Pemimpin Baru Dikukuhkan

Prabowo mengumumkan penunjukan empat nama baru untuk mengisi posisi kepemimpinan BGN. Nanik S Deyang menjadi Kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana. Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, dan kini diberi mandat untuk mengarahkan program MBG dengan lebih baik. Dua wakil kepemimpinan diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya yang dicopot.

Dadan Hindayana, yang kini terlepas dari jabatannya, mengaku berterima kasih atas kesempatan menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Ia juga menyebut keputusan Prabowo membawa perubahan struktur organisasi BGN yang lebih sehat. "New Policy ini memberi ruang bagi orang-orang baru yang lebih kompeten," kata Dadan.

Kejaksaan Ungkap Afiliasi Yayasan dengan Mantan Pemimpin

Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi menyatakan bahwa beberapa yayasan yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki hubungan afiliasi dengan tiga mantan pimpinan BGN. "Yayasan tersebut dinilai tidak memenuhi syarat menjadi mitra SPPG, tetapi mereka bisa dikatakan milik orang lain, bukan langsung dipimpin oleh BGN," jelas Syarief di Kejagung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

"New Policy ini juga mencakup peninjauan kembali kebijakan kerja sama dengan pihak luar, termasuk yayasan yang dianggap tidak netral," terang Syarief.

Komunikasi Terbuka dan Harapan untuk Masa Depan

Prabowo berharap kebijakan baru ini mampu membangun kepercayaan publik terhadap BGN. "New Policy ini tidak hanya berdampak pada struktur organisasi, tetapi juga pada kualitas layanan kepada masyarakat," katanya. Ia menekankan bahwa program MBG adalah prioritas nasional yang harus dijaga konsistensinya. "Dengan pemimpin yang lebih baik, saya yakin New Policy ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan transparan," tambah Prabowo.

Dalam kesimpulan, Prabowo menyampaikan bahwa perubahan kepemimpinan BGN adalah bagian dari upaya memperbaiki sistem dan memastikan keberhasilan program MBG. "Saya percaya New Policy ini akan memberi dampak positif dalam jangka panjang, meski ada rasa sedih saat mengganti orang yang saya sayangi," pungkasnya. Keputusan ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk menerapkan reformasi dalam lembaga yang mengelola kebijakan gizi nasional.