Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Puluhan Kapal Gelar Aksi Protes KTT G7 di Danau Jenewa, Soroti Isu Gaza

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Patricia Brown

New Policy: Aksi Protes KTT G7 di Danau Jenewa Soroti Isu Gaza

New Policy - Sebuah new policy yang menyoroti isu Gaza menjadi perhatian internasional saat puluhan kapal menggelar aksi demonstrasi di Danau Jenewa, Swiss, pada akhir pekan lalu. Aksi ini diadakan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan G7, khususnya dalam menghadapi konflik di Jalur Gaza. Peserta aksi, yang terdiri dari aktivis dari 15 negara, memperlihatkan kepedulian terhadap nasib rakyat Palestina dan mengkritik peran Swiss dalam mendukung kebijakan militer yang dianggap mengancam kemanusiaan.

Aksi Simbolis dan Pesan Solidaritas

Aksi terjadi tepat di seberang Kota Evian, Prancis, tempat para pemimpin G7 mengadakan pertemuan tahunan. Sebanyak 25 kapal membentuk formasi di tengah danau untuk mengingatkan dunia akan kebijakan yang dianggap gagal dalam menyelesaikan situasi krisis di Gaza. Peserta membawa pesan yang menyatakan bahwa new policy G7 harus lebih humanis dan transparan.

"Kebijakan mereka tidak hanya mengabaikan suara rakyat Gaza, tetapi juga memperburuk penderitaan mereka,"

kata salah satu aktivis, yang sekaligus menyoroti kebutuhan perubahan global terhadap sistem yang menguntungkan Israel.

Peran Swiss dalam KTT G7

Selain mengkritik kebijakan G7 secara umum, peserta aksi juga menyoroti peran Swiss sebagai salah satu anggota. Kebijakan Swiss dalam memperkuat hubungan dengan Israel dianggap sebagai bagian dari new policy yang mengabaikan isu hak asasi manusia di Gaza. Anggota parlemen Partai Hijau, Leonore Porchet, menegaskan bahwa negara-negara G7, termasuk Swiss, harus bertanggung jawab atas genosida yang terus berlangsung.

"Kami mengutuk serangan rudal yang mengenai anak-anak dan rumah sakit,"

ujarnya sambil meminta perubahan dalam kebijakan ekonomi dan militer.

Dalam aksi ini, partisipasi mantan Wali Kota Jenewa, Remy Pagani, menjadi sorotan. Ia pernah ditahan oleh Israel saat melakukan misi kemanusiaan ke Gaza, memperkuat argumen bahwa new policy G7 harus lebih inklusif terhadap isu Palestina. Aksi tersebut juga menjadi momentum untuk meminta penegakan hukum internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel. Peserta menyatakan bahwa penahanan kapal kemanusiaan oleh militer Israel menunjukkan keterlibatan langsung negara-negara G7 dalam konflik ini.

Konteks Misi Kapal Kemanusiaan

Aksi di Danau Jenewa menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang terkait dengan misi kapal kemanusiaan Global Sumud. Kapal-kapal ini ditahan oleh Israel pada 19 Mei 2026 di Pelabuhan Ashdod, menyebabkan penahanan tujuh warga negara Indonesia. Pemerintah Indonesia menegaskan dukungan terhadap new policy yang menekankan bantuan dan perlindungan rakyat Gaza. Dengan 30 WNI yang berhasil dilepaskan, aksi ini menunjukkan solidaritas internasional yang terus berlangsung.

Kehadiran kapal kemanusiaan juga mengingatkan dunia tentang kesulitan akses bantuan ke Gaza. Isu ini telah mendapat sorotan internasional, dengan ribuan orang mengadakan konvoi ke perbatasan Rafah untuk memecah blokade Israel. New policy G7 dianggap penting untuk mempercepat pengiriman logistik dan bantuan medis ke wilayah yang terisolasi ini. Aksi di Jenewa menjadi ajang untuk menekankan bahwa kebijakan luar negeri harus berpijak pada keadilan, bukan kepentingan politik dan militer.

Respons Dunia dan Tantangan Kemanusiaan

Dunia mengapresiasi aksi yang mengingatkan peran G7 dalam menghadapi krisis Gaza. New policy dianggap sebagai alat untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan kemanusiaan. Peserta aksi menyoroti bahwa kebijakan G7 harus diubah menjadi kebijakan yang lebih progresif, termasuk menegakkan hukum internasional terhadap serangan militer Israel.

"Kami meminta new policy yang menjamin akses bantuan dan perlindungan bagi rakyat Gaza,"

tambah Yvonne, perwakilan Indonesia di luar negeri.

Isu kekurangan bantuan medis di Gaza masih menjadi sorotan, termasuk pasokan obat dan alat kesehatan yang terbatas. Ratusan operasi bedah terpaksa ditunda, mengancam nyawa pasien dan memperparah penderitaan pengungsi. Aksi di Jenewa menjadi bagian dari gerakan global yang meminta reformasi dalam kebijakan luar negeri G7. Peserta menyatakan bahwa solidaritas internasional adalah kunci untuk menciptakan new policy yang lebih adil dan manusiawi.

Dengan adanya aksi yang menggabungkan kekuatan kemanusiaan dan kritik terhadap kebijakan G7, harapan terhadap perubahan politik internasional semakin tinggi. New policy yang diperkenalkan dalam KTT ini dianggap sebagai peluang untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi dengan hak asasi manusia. Peserta aksi meminta komitmen yang lebih kuat dari negara-negara G7 untuk menyelesaikan konflik Gaza secara damai dan berkeadilan, serta memperkuat dukungan terhadap warga Palestina.