Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

New Policy: Terperosok ke Jurang Sedalam 7 Meter, Cerita Mahasiswa ITB Sempat Dilaporkan Hilang di Gunung Puntang

Charles Jones ⏱ 3 min read

New Policy: Mahasiswa ITB Ditemukan Setelah Terperosok ke Jurang 7 Meter di Gunung Puntang

New Policy – Dalam rangka meningkatkan keselamatan pendaki, New Policy mengharuskan setiap pelaku pendakian memberi laporan kehilangan secara rutin. Kebijakan ini terbukti efektif ketika satu mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Arief Wibisono, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Puntang, akhirnya ditemukan setelah terperosok ke jurang dengan kedalaman sekitar 7 meter.

Arief, yang menempuh pendakian melalui jalur Pasir Kuda, terjatuh dan terperosok ke jurang sekitar 6 hingga 7 meter sepanjang Jumat (10/5) setelah memisahkan diri dari dua temannya. Keterangan dari Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Nita Yuanita, mengatakan bahwa insiden ini menunjukkan pentingnya protokol New Policy yang mewajibkan pendaki menyusun rute dan mengirimkan laporan setiap 30 menit.

“Penerapan New Policy membantu tim SAR mengidentifikasi area kritis sejak awal, sehingga bisa mengambil tindakan cepat,” tutur Nita ketika diwawancara pada Senin (11/5).

Kondisi Arief yang terkena luka goresan dan memar saat ini sudah stabil, meski masih menunggu hasil rontgen untuk memastikan cedera internal. Pencarian yang dilakukan warga setempat di Desa Leuweung Malang berlangsung sejak hari keempat hilangnya korban. Tim SAR gabungan dari BPBD Lutim dan Basarnas Makassar langsung terlibat, terutama setelah New Policy memandu prosedur evakuasi.

Kebijakan New Policy sejak diterapkan beberapa bulan lalu telah mengubah cara pendaki mempersiapkan perjalanan. Salah satu poin utamanya adalah wajibnya menggunakan alat pelindung dan membagi kelompok secara kecil. Arief dan dua temannya, yang mendaki Gunung Puntang pada Sabtu (9/5), sempat mengabaikan aturan ini karena terlalu percaya diri. Namun, kecelakaan yang terjadi memberikan pelajaran penting tentang kesadaran akan risiko alam.

Latar Belakang Pendakian yang Membahayakan

Sebelum kejadian, Arief dan temannya membuka jalur menyusuri sungai untuk mengeksplorasi area baru. Menurut Nita, mereka berangkat dengan harapan menemukan jalur yang lebih menantang. Namun, saat memisahkan diri, Arief tidak menyadari bahwa arus air di jurang cukup kuat untuk membawa pendaki terjatuh.

Pendakian yang diperkirakan berlangsung selama 4,5 jam tersebut memicu perdebatan tentang keselamatan dalam kegiatan olahraga alam. New Policy, yang diterapkan oleh pemerintah setempat, bertujuan mengurangi insiden hilangnya pendaki dengan memperketat pengawasan dan persiapan terperinci. Arief menjadi salah satu kasus yang menguji keberhasilan kebijakan ini.

Konteks New Policy dalam Operasi SAR di Gunung Lain

Dalam beberapa hari terakhir, operasi SAR yang diarahkan oleh New Policy menunjukkan efektivitasnya. Sebagai contoh, di Gunung Dukono, Halmahera Utara, tim SAR berhasil menemukan satu pendaki yang meninggal akibat erupsi. Kebijakan ini juga memberikan petunjuk jelas untuk penyelamatan tiga pendaki hilang di Gunung Sibayak, yang sedang dalam proses pencarian.

Keberhasilan evakuasi Arief di Gunung Puntang menjadi bukti bahwa New Policy tidak hanya menjadi rekomendasi, tetapi juga instrumen praktis dalam menghadapi situasi darurat. Pemangkasan jalur pendakian, penggunaan pita pengaman, dan laporan berkala ternyata mempercepat proses pencarian. Selain itu, kebijakan ini juga diterapkan di Gunung Ijen, Banyuwangi, ketika jasad Muhammad Dzikri Maulana ditemukan setelah 19 hari pencarian.

Di sisi lain, insiden kecelakaan di Sungai Tanggul Jember yang menewaskan seorang pelajar saat berburu biawak menyoroti kebutuhan perluasan New Policy. Korban mengalami kram dan terpeleset ke tengah sungai, sehingga tenggelam. Hal ini memicu kebijakan tambahan untuk melibatkan pengawasan di daerah rawan, seperti aliran sungai atau jurang yang curam. Kebijakan ini juga diaplikasikan dalam kasus Syafiq Ali, pendaki Gunung Slamet yang akhirnya ditemukan setelah lama dicari.

Bagikan artikel ini