Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Tim SAR Gabungan Evakuasi 2 Pendaki Wanita Usai Alami Cidera dan Asma di Gunung Bulubaria Gowa

Published Mei 25, 2026 · Updated Mei 25, 2026 · By Mary Smith

New Policy: Tim SAR Gabungan Evakuasi Dua Pendaki Wanita di Gunung Bulubaria Gowa

New Policy - Sebagai bagian dari kebijakan baru, Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan dua pendaki perempuan yang mengalami cedera dan serangan asma saat mendaki Gunung Bulubaria, Kabupaten Gowa. Kedua korban, Azizah (24) dan Sumaya (25), dievakuasi pada malam Sabtu (23/05) pukul 22.45 WITA setelah terjebak di Pos 4 dan Pos 8. Kondisi medan yang curam serta cuaca gelap menjadi tantangan utama dalam upaya penyelamatan yang berjalan efisien berkat koordinasi tim yang terstruktur sesuai kebijakan baru.

Kebijakan Baru Mendorong Efisiensi dalam Operasi Evakuasi

Dalam operasi ini, kebijakan baru berperan krusial dalam mempercepat respons darurat. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa tim SAR dikirim secara cepat karena adanya protokol pengelolaan bencana yang lebih terpadu. "New Policy ini memastikan semua unit kecil menyatu dalam satu sistem operasional. Dua pendaki wanita kami selamatkan berkat sinergi tim dan peralatan modern," ujar Andi Sultan dalam konferensi pers. Evakuasi dimulai dari posisi terendah dan bergerak ke posisi tertinggi dengan memperhatikan jalur yang paling aman.

"New Policy tidak hanya berdampak pada evakuasi ini, tetapi juga meningkatkan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat di area gunung. Kami terus memperbaiki metode dengan mengintegrasikan teknologi dan pengalaman pendaki lokal," terang Andi Sultan.

Operasi evakuasi melibatkan kerja sama antara Tim Rescue Basarnas, Tim Rescue Bulubaria, Mapala Umi, serta komunitas sekitar. Tantangan cuaca seperti hujan deras, angin kencang, dan kabut tebal diatasi dengan strategi yang direncanakan secara rinci. Penerapan New Policy mencakup penggunaan alat komunikasi satelit, pelatihan penolong, dan sistem pelaporan keadaan darurat yang lebih responsif.

Pelaksanaan New Policy dalam Keselamatan Pendaki

Evakuasi di Gunung Bulubaria berlangsung sekitar 5 jam, mulai dari pintu rimba hingga Shelter tiga pada pukul 19.00 WIB. Selama proses, tim SAR menghadapi rintangan seperti jalan yang licin dan tempat tersembunyi di hutan. New Policy memastikan setiap langkah dilakukan dengan mengutamakan keamanan pendaki dan koordinasi antar-pihak. Video viral menunjukkan pendaki yang terjatuh dan didapati oleh anggota SAR, membuktikan keberhasilan kebijakan ini dalam mengurangi risiko kecelakaan.

Berikutnya, tim medis yang siap di lokasi langsung menerima korban setelah berhasil ditemukan. Kebijakan baru juga menyertakan protokol pengobatan darurat yang diterapkan sebelum korban dipindahkan ke posisi aman. Kedua pendaki akan menjalani pemulihan lebih lanjut di pusat kesehatan setempat. Masyarakat sekitar dan komunitas pendaki terus mendukung proses ini, mencerminkan keselarasan kebijakan dengan kebutuhan masyarakat.

Kebijakan New Policy telah terbukti efektif dalam beberapa kasus sebelumnya. Misalnya, di Gunung Dukono, tiga pendaki termasuk dua warga asing berhasil dievakuasi berkat sistem kewaspadaan yang lebih ketat. Di Gunung Api Banda, pendaki Naila dijemput setelah lumpuh di jalur pendakian. Sementara di Gunung Gamalama, tiga korban terluka ditemukan oleh tim SAR yang diatur sesuai aturan baru. Semua kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan yang terintegrasi.

Komunitas dan Pemangku Kepentingan Bekerja Sama dalam New Policy

Keberhasilan evakuasi di Gunung Bulubaria tidak hanya bergantung pada tim SAR, tetapi juga pada partisipasi masyarakat sekitar. Komunitas lokal memberikan informasi penting tentang kondisi jalan dan daerah rawan di gunung. Pemangku kepentingan seperti Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, juga terlibat dalam mengevaluasi sistem evakuasi setelah kejadian. Usulan Hak Angket DPRD Gowa terhadap Bupati terkait kebijakan baru menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan bencana.

Di sisi lain, New Policy mencakup program penguatan ekonomi masyarakat sekitar gunung. Kopdes Merah Putih, misalnya, terlibat dalam memperluas akses pangan ke ribuan warga di Kecamatan Bontomarannu. Langkah ini menunjukkan bahwa kebijakan baru tidak hanya fokus pada keselamatan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Polres Gowa juga berperan dalam menegakkan aturan di area tambang emas ilegal yang sering menjadi sumber bahaya bagi pendaki.

Evakuasi dua pendaki wanita ini menjadi contoh nyata penerapan New Policy dalam menghadapi situasi kritis. Selain menyelamatkan nyawa, kebijakan ini juga memberikan pelajaran berharga tentang perluasan kewaspadaan di gunung-gunung lain. Dengan kombinasi teknologi, pelatihan, dan kerja sama, New Policy berkomitmen untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan setiap pendaki memiliki akses ke bantuan yang cepat dan profesional.