New Policy: Wali Kota London Sadiq Khan Naik Haji, Ceritakan Momen Spiritual di Tanah Suci
Wali Kota London Sadiq Khan Naik Haji, Ceritakan Momen Spiritual yang Mendalam
New Policy menjadi fokus utama dalam perjalanan spiritual Sadiq Khan, Wali Kota London. Setelah menyelesaikan ibadah haji tahun ini di Tanah Suci, ia mengungkapkan pengalaman yang tak hanya menginspirasi ratusan jamaah, tetapi juga berdampak pada kebijakan-kebijakan kota yang ia kelola. Dalam sebuah postingan, Khan menyatakan bahwa haji merupakan perjalanan yang mengajarkan kesetaraan, refleksi diri, dan pengembangan spiritualitas, yang kemudian diintegrasikan ke dalam strategi kota London untuk mendorong keadilan dan inklusivitas.
Kisah Spiritual di Ka'bah: Bukan Hanya Ibadah, Tapi Perubahan Perilaku
Dalam penerapan New Policy yang lebih luas, Khan membagikan foto-foto saat beribadah di sekitar Ka'bah, menyoroti keberagaman jamaah yang memakai pakaian ihram sederhana. Ia menjelaskan bahwa momen itu mengingatkannya pada prinsip dasar Islam yang mengedepankan persatuan di hadapan Tuhan. "Ibadah haji memberikan pengalaman baru tentang bagaimana manusia dari berbagai latar belakang bisa bersatu dalam satu tujuan," katanya dalam media sosial. Perjalanan ini menjadi bagian dari New Policy kota London yang mendorong pengakuan terhadap identitas budaya dan agama warganya.
Khan, yang lahir di London dari keluarga keturunan Pakistan, menjadi wali kota pertama sejak 2016 yang menjalani haji. Sebelumnya, ia juga mengunjungi Mekah untuk umrah pada 2022. Dalam New Policy terbarunya, ia menekankan pentingnya pendidikan keagamaan dan peningkatan kesadaran spiritual masyarakat London. Pengalaman pribadinya selama haji dianggap sebagai inspirasi untuk kebijakan tersebut, terutama dalam merangkul keberagaman dan mendorong inisiatif keagamaan di tengah urbanisasi yang cepat.
Momen Spiritual sebagai Dasar untuk Perubahan Sosial
Perjalanan haji Khan juga menjadi momentum untuk menggambarkan New Policy di tingkat global. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut bahwa suasana suci Mekah memicu refleksi tentang keterbukaan dan kerja sama antarumat beragama. "Momen-momen seperti ini membantu memperkuat kesadaran bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan toleransi dan kerja sama," ujarnya. Hal ini selaras dengan visi London sebagai kota yang mendukung inklusivitas dan keragaman, yang menjadi bagian dari New Policy yang ia terapkan sejak memimpin kota tersebut.
Sebagai bagian dari New Policy, Khan juga berharap pengalaman spiritualnya bisa dijadikan sumber inspirasi bagi warga London. Ia mengatakan bahwa haji mengingatkannya pada pentingnya memperhatikan kebutuhan masyarakat yang lebih luas, termasuk warga Palestina. "Saya mendoakan semua jemaah haji, baik dari London maupun dunia, agar bisa merasakan keberkahan dan menjadi lebih peduli pada sesama," tambahnya. Dalam upaya menyebarluaskan nilai-nilai spiritual, Khan mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan secara holistik.
Otoritas Arab Saudi melaporkan bahwa jumlah jamaah haji dari luar negeri tahun ini mencapai hampir 1,5 juta orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun wilayah Timur Tengah masih menghadapi ketegangan geopolitik, New Policy yang diterapkan Khan dan pemerintah Inggris bertujuan memastikan akses yang adil bagi jamaah dari berbagai latar belakang. Dalam New Policy ini, pemerintah London juga berperan dalam pendanaan dan pendampingan jemaah yang berangkat dari kota tersebut.
“Haji bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang keberanian untuk mengambil langkah baru dalam memperkuat nilai-nilai kehidupan bersama,” tulis Khan dalam sebuah tulisan. Ia menyoroti peran New Policy dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman dan spiritualitas. Selain itu, Khan juga berharap pengalaman ini bisa dijadikan alat untuk mempererat hubungan antara London dan Mekah, serta membangun kemitraan internasional dalam kebijakan sosial dan budaya.
Sementara itu, New Policy yang diterapkan di Mekah juga mencakup perubahan dalam proses penyembelihan kurban. PPIH Arab Saudi melarang jamaah Indonesia melempar jumrah antara pukul 10.00 hingga 14.00 WAS untuk menghindari cuaca ekstrem dan kerumunan. Perubahan ini ditujukan agar semua jamaah dapat menjalani ibadah haji dengan aman dan nyaman, sesuai dengan prinsip New Policy yang mengutamakan kesejahteraan dan kenyamanan jemaah. Dalam konteks ini, Khan meminta dukungan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan kebijakan yang mengiringi perjalanan haji tetap relevan dan terjangkau.