Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Serang Polisi dan Coba Kabur – Buronan Curanmor Lampung Timur Berakhir Tewas

Published Juni 4, 2026 · Updated Juni 4, 2026 · By Anthony Taylor

Buronan Curanmor Lampung Timur Serang Polisi dan Coba Kabur, Berhasil Dibunuh

Serang Polisi dan Coba Kabur - Dalam operasi penangkapan yang berlangsung di Lampung Timur, seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berusaha menyerang polisi dan kabur akhirnya tewas setelah bertahan dalam perlawanan. Insiden ini menimbulkan sorotan karena melibatkan aksi dramatis pelaku yang tidak hanya menghindari penangkapan, tetapi juga menembak petugas saat upaya mengamankannya dianggap terlalu keras. Menurut Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, kejadian tersebut terjadi setelah tim kepolisian menelusuri jejak sang buronan dari lokasi kejadian di Kemiling, Bandar Lampung, hingga tiba di Natar, Lampung Selatan.

Detail Operasi Penangkapan

Pelaku, berinisial JI, merupakan warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, yang telah lama menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Sebelum kejadian, ia sempat melarikan diri setelah kepolisian mencoba menangkapnya di daerah Kemiling. Namun, setelah petugas berhasil mengejar dan mengarahkannya ke lokasi persembunyian di Natar, JI memperlihatkan tindakan bermuka dua dengan menyerang anggota polisi menggunakan senjata tajam. Tindakan ini mengakibatkan satu petugas terluka, sehingga pihak kepolisian terpaksa melakukan tembakan untuk mengakhiri situasi yang berpotensi berbahaya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan setelah upaya persuasif tidak dihiraukan oleh pelaku. "Kami telah melakukan sejumlah langkah, termasuk tembakan peringatan dan berbagai imbauan, namun pelaku tetap berusaha kabur. Oleh karena itu, tindakan tegas diambil untuk memastikan keamanan operasi dan menangkap tersangka," ujar Gigih. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengambilalihan kekuasaan dalam situasi darurat, yang menjadi langkah penting dalam penegakan hukum.

Kasus curanmor yang dilakukan JI ternyata tidak terjadi secara isolasi. Dalam penyelidikan awal, polisi menduga ia terlibat dalam kelompok kriminal yang memiliki keterkaitan dengan komplotan pencuri di Tangerang yang telah dibongkar sebelumnya. Selain itu, JI diduga memiliki riwayat penggunaan narkotika, yang dikaitkan dengan agresivitasnya saat ditangani petugas. Faktor-faktor ini memperkuat kemungkinan pelaku terlibat dalam operasi besar yang melibatkan perencanaan dan eksekusi yang terstruktur.

Analisis dan Penyelidikan Lanjutan

Pelaku berusaha melarikan diri ke arah hutan setelah perlawanan terjadi, tetapi petugas kepolisian dengan cepat mengejarnya hingga berhasil menembaknya. Jenazah JI langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani autopsi, sebagai bagian dari proses penyelidikan. Tim forensik dan penyidik masih menelusuri penyebab pasti kematian korban, termasuk kemungkinan adanya trauma tajam atau cedera internal akibat tembakan.

Dalam upaya meningkatkan efektivitas penegakan hukum, polisi juga memanfaatkan jejak digital pelaku. Facebook menjadi alat bantu utama dalam mengungkap hubungan antara JI dan pelaku lain yang diduga terlibat dalam kejahatan jalanan. Penyidik masih menyelidiki transaksi motor curian yang berpotensi terkait dengan operasi curanmor ini, serta mengidentifikasi anggota kelompok yang mungkin masih beroperasi di wilayah lain. Penyelidikan ini menuntut keterlibatan tim investigasi yang lebih luas untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Peristiwa penembakan ini menjadi contoh tindakan polisi dalam menghadapi situasi darurat. Kepolisian Lampung menegaskan bahwa tembakan dilakukan sesuai protokol, dengan tujuan mengendalikan situasi dan melindungi nyawa anggota serta masyarakat. Kebijakan ini menjadi sorotan karena menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam mengatasi kejahatan kriminal yang berulang dan berpotensi merugikan banyak pihak.