Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solution For: KRL Duri-Tangerang Alami Gangguan, Rangkaian Mogok Digandeng ke Rawabuay

Published Mei 26, 2026 · Updated Mei 26, 2026 · By Patricia Brown

Gangguan KRL Duri-Tangerang, Rangkaian Digandeng ke Rawabuaya

Solution For – KAI Commuter melaporkan adanya gangguan teknis pada layanan kereta api di relasi Duri-Tangerang pada Selasa (26/5/2026) pukul 17.05 WIB. Insiden ini mengakibatkan beberapa rangkaian kereta terhenti dan dialihkan ke jalur Rawabuaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sebagai bagian dari upaya Solution For mengatasi masalah operasional, tim respons langsung bertindak untuk mempercepat penyelesaian dan meminimalkan dampak bagi penumpang.

Detail Gangguan dan Langkah Penanganan

Pemadaman listrik aliran atas (LAA) menjadi penyebab utama gangguan yang terjadi di sepanjang rute antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya. Dalam wawancara, Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa tim petugas segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari stasiun terdekat. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan keamanan penumpang dan memulihkan sistem secepat mungkin sebagai bagian dari Solution For yang sedang dijalankan.

“Setelah memastikan kondisi jalan rel dan peralatan telah stabil, kami melakukan penyesuaian jalur dengan menggandeng rangkaian kereta untuk mempercepat proses pemulihan,” terang Leza saat diwawancara.

Penyesuaian operasional dimulai pada 17.56 WIB setelah LAA kembali menyala. Rangkaian kereta yang terlibat dalam gangguan, yaitu No. 1978A dan No. 1980A, diarahkan ke Stasiun Rawabuaya untuk pemeriksaan. Dalam proses ini, KAI Commuter melakukan rekayasa rute yang mengakibatkan beberapa perjalanan diubah agar layanan bisa berjalan kembali secara normal. Solution For dalam situasi ini berfokus pada koordinasi antar tim dan penggunaan sumber daya yang optimal.

Impak pada Rute dan Kecepatan Operasional

Peristiwa ini memengaruhi jalur utama Tanah Abang-Rangkasbitung, yang saat ini dilayani dengan kecepatan terbatas. Selain itu, penumpang di Bekasi Timur juga terdampak akibat kerumunan yang terjadi setelah insiden taksi tertabrak kereta api. KAI Commuter melakukan evakuasi terhadap 232 penumpang menggunakan enam bus siap standby untuk memastikan mereka dapat terlayani dengan baik. Solution For kejadian tersebut mencakup penyesuaian jadwal dan pengalihan layanan ke stasiun alternatif.

“Kami mengimbau penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi petugas di lapangan. Solution For yang kami lakukan adalah memastikan semua jalur tetap terbuka meski dengan kecepatan terbatas,” tambah VP Corporate Secretary KCI, Karina Amanda.

Keterlambatan terjadi karena antrean sebanyak 9-10 kereta api dari arah Bogor ke Jakarta Kota. Dalam beberapa jam, layanan kembali stabil dengan pengalihan rute di Stasiun Gambir dan Setiabudi. Solution For yang diimplementasikan memastikan bahwa penumpang tetap bisa mencapai tujuan meskipun dengan cara yang berbeda. Pihak KAI juga terus memantau kondisi dan memberikan update terkini kepada masyarakat.

KAI Commuter mengakui bahwa Solution For ini memerlukan kerja sama intensif antar unit operasional dan keterlibatan pihak eksternal untuk mendukung pemulihan. Sebagai contoh, tim teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rel dan peralatan yang terlibat, sementara petugas di lapangan menyiapkan langkah darurat untuk mengatasi kendala sementara.

Upaya Penyelesaian dan Harapan Normalisasi

Sebagai bagian dari Solution For, KAI Commuter juga memperkenalkan alternatif transportasi bagi penumpang yang terdampak. Dalam beberapa jam, operasional kembali stabil, meskipun masih ada penyesuaian pada jadwal perjalanan. KAI mengimbau penumpang untuk bersabar dan mengikuti informasi terkini melalui aplikasi atau media sosial.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat pemulihan sebagai bagian dari Solution For. Kecepatan perjalanan di lokasi gangguan dibatasi maksimal 20 km/jam untuk menghindari risiko kecelakaan,” jelas Mahendra, wakil tim penanganan insiden.

Dengan Solution For yang terus berjalan, KAI Commuter berharap bahwa masalah teknis ini tidak mengganggu operasional secara permanen. Pemulihan lengkap diperkirakan bisa tercapai dalam 24 jam, setelah semua rangkaian diperiksa dan dinyatakan aman. Selain itu, pihak KAI juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengendalian gangguan guna mencegah insiden serupa di masa depan.

KAI Commuter mengapresiasi respons positif dari masyarakat yang tetap mematuhi protokol keselamatan. Solution For yang dijalankan selama ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan layanan dan kenyamanan penumpang. Dengan langkah-langkah yang diambil, operasional kembali normal dan layanan di jalur utama dapat terjaga meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.