Special Plan: 620 Personel Gabungan TNI-Polri Kawal Aksi Mahasiswa di Medan, Water Cannon Disiagakan
Special Plan: 620 Personel TNI-Polri Kawal Aksi Mahasiswa di Medan, Water Cannon Siaga
Special Plan - Sebagai bagian dari rencana khusus yang telah disiapkan, 620 personel gabungan dari TNI dan Polri mengawal aksi mahasiswa di Medan. Rencana ini dirancang untuk memastikan kegiatan unjuk rasa berjalan aman dan terkendali, terutama di tengah risiko terjadinya kekacauan. Aksi tersebut berlangsung Senin (15/6) di sejumlah titik strategis, termasuk Gedung DPRD Sumatera Utara dan Kantor Gubernur Sumatra Utara, dengan penyiapan alat seperti water cannon sebagai langkah antisipatif.
Detail Rencana Khusus dan Strategi Pengamanan
Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Dhana Kurniawan, menjelaskan bahwa kekuatan pengamanan mencakup polisi, TNI, Satpol PP, serta dinas terkait. "Rencana khusus ini melibatkan total 620 personel, terdiri dari Polrestabes Medan, Polda Sumut, dan institusi pendukung lainnya," tambahnya. Menurut Dhana, selain fokus pada Gedung DPRD Sumut, pengawalan juga dilakukan di lokasi kritis seperti Kantor Gubernur Sumut dan titik-titik lain yang sering menjadi perhatian massa.
“Kami siapkan water cannon sebagai bentuk antisipasi, karena aksi ini berlangsung di kawasan yang ramai. Kehadirannya bertujuan mengurangi risiko terjadinya kerusakan properti dan gangguan terhadap keamanan," kata Dhana. Peralatan tersebut disiapkan di sekitar lokasi untuk dioperasikan jika diperlukan, dengan staf kesehatan dan medis siaga sebagai penunjang.
Anggota kepolisian juga menyampaikan bahwa jumlah peserta aksi di area DPRD Sumut diperkirakan berkisar 200 hingga 300 orang. Dengan adanya rencana khusus, kepolisian berupaya menjaga situasi tetap kondusif dan meminimalkan konflik. Meski demikian, Dhana menegaskan bahwa water cannon hanya disiagakan sebagai langkah pencegahan, bukan untuk langsung digunakan.
Dalam rencana khusus ini, kehadiran TNI memiliki peran penting dalam memperkuat sinergi antarinstansi. "TNI berperan sebagai penjaga keamanan dan memberikan informasi real-time kepada masyarakat agar siap menghadapi aksi," jelas Dhana. Selain itu, keterlibatan Satpol PP dan dinas terkait membantu mengurangi beban personel utama. Peralatan taktis seperti water cannon, helm, dan rompi anti-karat juga menjadi bagian dari persiapan untuk situasi darurat.
Rencana khusus di Medan bukanlah langkah baru. Sebelumnya, serupa terjadi di kawasan lain