Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Bikin Geger Palembang, Fakta di Balik Heboh Foto Pocong Gentayangan Beredar di Media Sosial

Published Juni 2, 2026 · Updated Juni 2, 2026 · By Patricia Brown

Special Plan: Foto Pocong Gentayangan Bikin Geger di Palembang, Fakta di Balik Viral di Media Sosial

Special Plan mengejutkan warga Palembang saat sebuah foto pocong gentayangan beredar di media sosial, memicu ketakutan dan penasaran. Ternyata, gambar tersebut dibuat oleh pria bernama FB atau EK (24) menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menakuti kakak perempuannya yang cemas terhadap hal-hal mistis. Kejadian ini membuat polisi segera turun tangan, mengamankan pelaku di Polsek Gandus Palembang sebagai langkah pencegahan penyebaran kepanikan di masyarakat.

Fakta Utama dalam Special Plan

Foto pocong gentayangan yang viral sejak Sabtu (30/5) pukul 14.00 Wita di Instagram tersebut tidak benar adanya. Setelah diperiksa selama 24 jam, Kapolsek Gandus AKP I Made Budi Harta mengungkapkan bahwa FB tidak ditetapkan sebagai tersangka, tetapi diberikan surat perjanjian sebagai bentuk teguran. "Motifnya hanya untuk menakuti saudara perempuannya. Tidak ada niat menimbulkan kekacauan," jelas Made, Selasa (2/6).

Kejadian ini menjadi bukti bagaimana AI bisa dijadikan alat untuk menciptakan konten menyeramkan. FB menggunakan teknologi tersebut untuk membuat gambar pocong yang terlihat realistis, memanfaatkan kekuatan AI dalam memperkuat efek ketakutan. Meski tujuannya hanya untuk menakuti keluarga, dampaknya terasa hingga ke luar lingkungan rumah tangga.

Sebagai hasil dari Special Plan, polisi memperketat pemeriksaan terhadap konten yang beredar. Mereka juga meningkatkan patroli di area rawan kepanikan dan mengimbau warga untuk lebih waspada saat membagikan informasi tanpa memverifikasi kebenarannya. "AI bisa menyeramkan, tapi juga bisa menjadi sarana edukasi jika digunakan dengan benar," tambah Made.

Kasus Serupa dan Tanggapan Pemerintah

Special Plan bukan satu-satunya contoh penggunaan AI untuk menciptakan konten horor. Sebelumnya, di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, tiga orang terlibat dalam pembuatan gambar pocong yang menyerupai realita. Polres Kediri menyatakan bahwa foto-foto tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan, yang kemudian dihentikan sebagai langkah pencegahan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga turut merespons dengan memblokir Grok sementara waktu. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya awal untuk melindungi ruang digital dari deepfake pornografi dan konten palsu. Indonesia menjadi negara pertama yang mengambil langkah ini, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatur penggunaan AI di masyarakat.

Menurut informasi dari Kominfo, Grok AI digunakan di platform X untuk memanipulasi foto pribadi dan menyebarluaskan video asusila. Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang tanggung jawab pengguna teknologi dan kebutuhan regulasi yang lebih ketat. Special Plan menjadi bukti bagaimana AI bisa dimanfaatkan baik untuk tujuan positif maupun negatif, tergantung pada cara penggunaannya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Palembang menekankan keberhasilan dalam pengembangan rumah tahfidz hingga pelosok kelurahan. Upaya ini bertujuan memperkuat dasar agama generasi muda dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman. Namun, kejadian dalam Special Plan juga memperlihatkan tantangan baru dalam memanfaatkan teknologi di era digital.

Kasus ini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko konten palsu. Dengan adanya Special Plan, masyarakat diminta untuk lebih kritis dalam memverifikasi informasi sebelum membagikan ke publik. Polisi dan pemerintah bersama-sama berupaya mencegah penyebaran kekacauan, sementara teknologi AI tetap menjadi alat yang bisa digunakan untuk kebaikan atau kejahatan.