Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Bupati Kutim Dorong Pertanian Kutai Timur Jadi Penggerak Ekonomi Gantikan Tambang

Published Juni 3, 2026 · Updated Juni 3, 2026 · By Anthony Taylor

Special Plan: Bupati Kutim Dorong Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan

Special Plan - Sebagai bagian dari Rencana Khusus (Special Plan) daerah, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengupas peran strategis pertanian dalam memperkuat perekonomian kota. Dalam acara Talkshow di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutim, Sangatta, Kalimantan Timur, pada Selasa (3/6), ia menyoroti bahwa sektor pertanian harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, sebagai pengganti dari sektor tambang yang selama ini mendominasi.

Pertanian di Kutai Timur memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma perekonomian. Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa dengan mengoptimalkan sumber daya alam dan memperluas luas lahan pertanian, daerah ini dapat menciptakan keberlanjutan ekonomi. Ia menekankan bahwa Rencana Khusus ini bertujuan mengganti andil tambang dengan sektor pertanian, sebagai upaya melestarikan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Transformasi Pertanian dengan Teknologi Modern

Dalam rangka mewujudkan Rencana Khusus, Pemkab Kutai Timur meluncurkan berbagai inisiatif untuk modernisasi pertanian. Luas lahan pertanian daerah ini diproyeksikan berkembang hingga 20.000 hektare pada 2026, dengan peningkatan produktivitas padi menjadi 5–7 ton per hektare. Strategi ini melibatkan penerapan teknologi pertanian canggih serta perluasan areal pertanian yang ditingkatkan secara bertahap.

Menurut data terbaru, luas lahan sawah di Kutai Timur mencapai 2.638 hektare, dengan rencana tambahan 1.106 hektare. Dari target tersebut, 400 hektare sudah tercapai, menunjukkan keberhasilan awal Rencana Khusus. Angka ini juga memperlihatkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi. Selain itu, komoditas lain seperti jagung dan singkong diharapkan mampu mendukung stabilitas pangan daerah.

Rehabilitasi Lingkungan dan Alokasi Lahan Eks Tambang

Pemkab Kutai Timur berupaya memperkuat Rencana Khusus dengan mengubah lahan eks tambang menjadi area pertanian. Program Rehabilitasi Lingkungan ini bertujuan menjadikan daerah yang sebelumnya terganggu aktivitas tambang kembali produktif. Area tersebut kini dikelola untuk menanam palawija, seperti jagung dan singkong, sebagai langkah mengisi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Hingga saat ini, 328 hektare lahan eks tambang sudah diubah menjadi lahan pertanian, yang menjadi sumber daya ekonomi baru. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mengurangi risiko degradasi lingkungan. Dengan Rencana Khusus yang berkelanjutan, daerah ini diharapkan menjadi contoh daerah yang mampu seimbangkan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan.

Perkembangan Peternakan dalam Rangka Special Plan

Sektor peternakan menjadi bagian penting dalam Rencana Khusus untuk meningkatkan ekonomi daerah. Populasi sapi di Kutai Timur bertambah dari sekitar 13.500 ekor pada 2023 menjadi 15.000 ekor pada 2025, dengan target 24.000 ekor pada 2027. Untuk kambing dan domba, populasi tetap stabil di sekitar 8.200 ekor per tahun, sementara kerbau meningkat hingga 1.800 ekor, terutama di Kecamatan Muara Wahau dan Kaubun.

Subsektor unggas, baik ayam maupun itik, mencapai 2,4 juta ekor. Produksi telur meningkat 40 persen, hampir memenuhi kebutuhan konsumsi kabupaten. Program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) dan Inseminasi Buatan massal mendukung peningkatan populasi ternak, dengan target 100 pedet per tahun melalui 500 ekor inseminasi buatan. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana Rencana Khusus mendorong pengembangan pertanian secara berkelanjutan.

"Jangan banyak wacana, tapi langsung mulai usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada,"

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman juga memberikan motivasi kepada generasi muda, terutama mahasiswa Stiper Kutim. Ia menekankan bahwa Rencana Khusus harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan hanya konsep. Mahasiswa diminta turut serta dalam pengembangan pertanian skala kecil, sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi yang berkelanjutan. Dengan peran aktif masyarakat dan pemuda, sektor pertanian diharapkan menjadi fondasi utama Rencana Khusus dalam lima tahun ke depan.