Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Dendam karena Ibu Dihina, Pemuda di OKU Selatan Tega Habisi Nyawa Tetangganya

Published Juni 5, 2026 · Updated Juni 5, 2026 · By Michael Gonzalez

Dendam Ibu Dihina, Pemuda OKU Selatan Bunuh Tetangganya

Special Plan - Dalam kasus pembunuhan yang mengejutkan warga Desa Durian Sembilan, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, seseorang bernama E (24) terlibat dalam tindakan brutal yang merenggut nyawa korban S (41). Aksi ini diawali dari pertengkaran antara korban dan ibu pelaku, yang berlanjut menjadi konflik terbuka setelah pelaku merasa sakit hati karena terus-menerus dihina oleh korban. Pasca dua tahun dalam status DPO, E akhirnya ditangkap oleh polisi, Kamis (4/6/2026), di tempat tinggalnya setelah lari dari persembunyian.

Penyebab Konflik dan Proses Investigasi

Menurut penyelidikan yang dilakukan, peristiwa ini dipicu oleh emosi yang meledak karena pelaku merasa terluka akibat korban sering menyindir dan menghina ibunya. Mayat korban ditemukan di tepi jalan pada Agustus 2024 dengan luka-luka yang diakibatkan senjata tajam. Polisi mengungkap barang bukti seperti pakaian korban saat kejadian, sepeda motor miliknya, serta dokumen visum et repertum untuk memperkuat penuntutan. Special Plan ini menjadi sorotan karena menggambarkan konflik keluarga yang berujung pada tindakan kekerasan terhadap tetangga.

"Pelaku tidak tega melihat ibunya sering disindir oleh korban," ungkap Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, Jumat (5/6/2026), saat memberikan keterangan terkait penangkapan. "Buron selama dua tahun, ia akhirnya ditangkap dini hari tanpa perlawanan."

Dalam pemeriksaan, tersangka E mengakui bahwa rasa dendam terhadap korban menjadi penyebab pembunuhan. Ia menjelaskan bahwa korban sering mengucapkan kata-kata yang dianggap merendahkan dan menyakitkan. Special Plan ini menunjukkan bagaimana emosi yang tumpah ruah bisa memicu tindakan berdarah. Polisi juga sedang mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan bahwa kejadian ini termasuk dalam kategori kekerasan terhadap nyawa.

Konteks dan Dampak pada Komunitas

Kasus ini menimbulkan kegundahan di Desa Durian Sembilan, di mana warga mempertanyakan sikap korban yang terkesan terlalu keras dalam menghina anggota keluarga pelaku. Sejumlah tetangga menyatakan bahwa hubungan antara kedua pihak sebelumnya cukup harmonis, sehingga tindakan pembunuhan terasa cukup aneh. Special Plan ini tidak hanya menggambarkan konflik pribadi, tetapi juga mencerminkan ketegangan sosial yang terjadi di wilayah tersebut.

Proses penangkapan E menunjukkan upaya polisi dalam menegakkan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan. Dalam beberapa hari terakhir, pihak kepolisian juga fokus pada penyelesaian kasus lain seperti penyiram air keras di Medan, serta penangkapan KKB Timika dalam Operasi Damai Cartenz 2026. Special Plan ini menjadi salah satu dari banyak contoh bagaimana kejahatan dapat terjadi akibat konflik yang tidak diselesaikan secara bijak.

Kapolres Metro Jakarta Timur melaporkan bahwa selama operasi penangkapan, polisi menemukan beberapa kesulitan akibat perlawanan dari tersangka. Namun, dalam kasus OKU Selatan, pelaku terkesan pasif saat ditangkap, yang menjadi indikasi bahwa ia sudah mengakui kesalahan. Polisi juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu pelaku lain yang masuk daftar DPO, seperti Eddy alias Awie di New Zone Medan.