Special Plan: Ekspedisi Selam Kodaeral IX Wanadri Perkuat Pelestarian Ekosistem Laut Pulau Buru
Ekspedisi Selam Kodaeral IX Wanadri Perkuat Pelestarian Ekosistem Laut Pulau Buru
Special Plan berupa ekspedisi selam Kodaeral IX Ambon dan Tim Wanadri Women Divers dilaksanakan di perairan Pulau Buru, Maluku. Inisiatif ini bertujuan memperkuat upaya konservasi lingkungan laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan sumber daya maritim. Kegiatan yang berlangsung hingga 11 Juni 2026 ini menjadi wujud kolaborasi antara TNI Angkatan Laut dan masyarakat pesisir dalam menjaga kekayaan alam laut Indonesia.
Pulau Buru, yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang luar biasa, menjadi lokasi utama untuk Special Plan yang bertujuan mengedukasi masyarakat sekaligus mengeksplorasi potensi ekosistem bawah laut. Dengan pendekatan eksplorasi dan edukasi, program ini diharapkan dapat menginspirasi partisipasi aktif warga pesisir dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Komandan Kodaeral IX Ambon, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menyatakan bahwa Special Plan ini sejalan dengan visi nasional untuk menjaga keseimbangan ekosistem maritim.
Program Konservasi yang Strategis
Kegiatan ekspedisi selam ini tidak hanya fokus pada eksplorasi bawah laut, tetapi juga mencakup program konservasi yang strategis untuk memperkuat perlindungan lingkungan. Salah satu inisiatif utama adalah restorasi terumbu karang dan rehabilitasi ekosistem mangrove, yang menjadi elemen kritis dalam menjaga keaslian kawasan pesisir. Terumbu karang berperan sebagai habitat penting bagi ikan dan organisme laut lainnya, sementara mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari erosi dan penyaring polutan.
“Special Plan ini adalah bentuk komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut. Dengan melibatkan masyarakat lokal, kita dapat memastikan perlindungan ekosistem tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga masyarakat,” ujar Hanarko Djodi Pamungkas. Ia menegaskan bahwa ekspedisi selam menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan laut Maluku kepada publik, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya konservasi.
Misinya untuk Promosi dan Edukasi
Dalam Special Plan ini, Kodaeral IX Ambon juga bertujuan mengangkat potensi pariwisata bahari dan ekonomi masyarakat pesisir. Tim ekspedisi selam mendokumentasikan kekayaan bawah laut, termasuk spesies laut langka, sebagai bahan referensi untuk pengembangan wisata serta kebijakan lingkungan yang lebih efektif. Selain itu, kegiatan ini bertindak sebagai wadah untuk menyampaikan informasi tentang ekosistem laut kepada generasi muda dan masyarakat umum.
“Keterlibatan masyarakat lokal sangat berarti dalam menjaga kelestarian ekosistem laut. Special Plan ini menjadi peluang untuk membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan maritim,” tambah Hanarko. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku dan organisasi terkait menunjukkan pentingnya Special Plan dalam membentuk kebijakan yang berkelanjutan untuk wilayah pesisir.
Program Special Plan ini juga menekankan pendekatan partisipatif dengan melibatkan warga pesisir dalam berbagai aktivitas. Misalnya, melalui program "Ibu Karang," masyarakat diberdayakan untuk berperan dalam restorasi terumbu karang dan perlindungan mangrove. Selain itu, kegiatan ini menyediakan pelatihan keahlian dalam bidang ekologi laut, seperti pengamatan ikan dan teknik perawatan terumbu karang. Dengan demikian, Special Plan tidak hanya menjadi upaya konservasi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pelestarian lingkungan.