Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Special Plan: Gubernur NTB Desak Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk Tuntas Akhir Mei 2026

Mary Smith ⏱ 3 min read

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk: Gubernur NTB Desak Tuntas Akhir Mei 2026

Special Plan – Dalam Special Plan yang diumumkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, proyek pengaspalan Jalan Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa dijadwalkan selesai pada akhir bulan Mei 2026. Iqbal menegaskan bahwa target ini penting untuk menjaga stabilitas daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selama kunjungan lapangan, ia meminta pihak proyek agar mempercepat pekerjaan demi memenuhi jadwal yang telah ditetapkan.

Proyek Strategis untuk Pengembangan Wilayah

Jalan Lenangguar-Lunyuk menjadi salah satu jalur utama yang dianggap vital bagi keterhubungan antar daerah selatan Sumbawa. Proyek ini diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap aksesibilitas dan distribusi hasil pertanian, yang menjadi tulang punggung perekonomian wilayah tersebut. Dalam Special Plan ini, Gubernur NTB menekankan bahwa jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai pertahanan terhadap gangguan alam seperti longsor dan banjir.

“Tanggal 30 Mei ini harus bisa selesai semua. Jangan sampai lewat lagi. Akhir bulan ini harus sudah siap,” tegas Iqbal saat meninjau progres ruas jalan tersebut.

Sebagai bagian dari Special Plan yang dirancang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, proyek ini mencakup 61 kilometer jalur yang dibangun secara bertahap. Pembiayaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB sebesar Rp19 miliar. Iqbal menegaskan bahwa pekerjaan harus dijalankan secara terpadu dengan pengecekan kualitas dan perbaikan infrastruktur di sekitarnya.

Prioritas Mitigasi Bencana

Komitmen Gubernur NTB dalam Special Plan mencakup penggunaan desain jalan yang mempertimbangkan potensi bencana secara menyeluruh. Ia menyoroti bahwa pembangunan jalan tidak hanya fokus pada pengaspalan, tetapi juga memperhitungkan aliran air dan struktur lereng yang rawan longsor. “Dengan desain yang matang, kita bisa mengurangi risiko kerusakan di masa depan dan menjamin keberlanjutan proyek ini,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Iqbal menekankan pentingnya sistem drainase yang efektif serta pemasangan pagar pelindung di sisi jalan. Menurutnya, lingkungan sekitar juga perlu dijaga agar tidak mengganggu proses pembangunan. “Jangan hanya membangun badan jalan, tetapi juga perhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Ini menjadi bagian dari Special Plan yang berfokus pada keberlanjutan,” imbuhnya.

Dalam Special Plan ini, pihak proyek juga diminta mengutamakan keamanan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Iqbal menyebutkan bahwa penambahan relung tanah dan penanaman tanaman penahan erosi akan menjadi prioritas. “Kita harus melindungi masyarakat dari risiko bahaya akibat cuaca ekstrem,” tegasnya.

Kemitraan dan Pengawasan yang Ketat

Pengawasan terhadap proyek Lenangguar-Lunyuk diintensifkan sebagai bagian dari Special Plan yang menuntut kecepatan dan kualitas. Iqbal menyatakan bahwa tim teknis dan pihak pengawas harus bekerja sama erat untuk memastikan progres proyek tidak terhambat. “Kita tidak boleh membiarkan ada penundaan. Setiap hari yang terlewat berdampak pada kegiatan masyarakat,” kata Iqbal.

Menurut laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTB, proyek ini akan menyelesaikan sekitar 15 kilometer jalan dalam tiga bulan terakhir 2026. Selain itu, sejumlah titik kritis akan diperbaiki, termasuk melewati kawasan rawan bencana. “Ini adalah Special Plan yang harus tercapai karena masyarakat mengharapkan kenyamanan dan kepastian aksesibilitas,” pungkasnya.

Komitmen Iqbal terhadap Special Plan juga mencakup peningkatan pemeliharaan jalan setelah selesai. Pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk memastikan kualitas infrastruktur tetap terjaga. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa.

Bagikan artikel ini