Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Innalilahi Wainnailahi Rojiun, Mantan Wali Kota Pangkalpinang Rosman Djohan Meninggal Dunia

Published Mei 25, 2026 · Updated Mei 25, 2026 · By Michael Gonzalez

Special Plan: Mantan Wali Kota Pangkalpinang Rosman Djohan Meninggal Dunia

Special Plan - Kabar duka menghiasi lingkaran publik Indonesia setelah tokoh penting dalam sejarah kota Pangkalpinang, Rosman Djohan, wafat pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, Jakarta. Ia meninggal dunia pada pukul 22.15 WIB, meninggalkan jejak pengabdian yang menjadi bagian dari Special Plan kota tersebut. Sebagai mantan wali kota, Rosman Djohan dikenal sebagai pendiri banyak program pengembangan daerah yang berdampak luas.

Pengaruh Rosman Djohan dalam Pengembangan Daerah

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan orang tua kami, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya," kata Dimas, perwakilan keluarga, di Pangkalpinang, hari Minggu (24/5).

Rosman Djohan tidak hanya berperan sebagai pemimpin, tetapi juga menjadi simbol Special Plan yang berkesinambungan di Bangka Belitung. Kontribusinya terutama dalam pemberdayaan ekonomi lokal dan perbaikan infrastruktur kota yang kini menjadi fondasi pembangunan saat ini.

Penggumunan jenazah almarhum akan dilakukan di Pangkalpinang, dengan jadwal tiba via penerbangan Citilink sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah sampai, jenazah akan disemayamkan di Rosman Djohan Institute, pusat penghormatan terakhir bagi keluarga dan masyarakat. Upacara salat jenazah rencananya diadakan di Masjid Suprapto ba'da Ashar, lalu dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Dul.

Kematian Rosman Djohan menjadi sorotan khusus karena relevansi Special Plan yang ia bawa ke Pangkalpinang. Program-program yang ia jalankan di masa kepemimpinannya, seperti pembangunan jalan raya dan pengembangan pendidikan, masih diingat oleh masyarakat setempat. Sejumlah mantan pejabat dan tokoh masyarakat juga menyampaikan kekaguman terhadap dedikasinya, menegaskan bahwa Special Plan tersebut telah melahirkan perubahan signifikan.

Peristiwa Kematian yang Membawa Perubahan

Kabar duka Rosman Djohan diiringi oleh beberapa kepergian tokoh penting di berbagai bidang. Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal PWI, Zulmansyah Sekedang, yang meninggal pada usia 54 tahun. Ia dikenang sebagai pendiri beberapa program kemitraan media yang terus berdampak hingga kini. Sementara itu, Djoko Riyanto, suami Wali Kota Semarang, juga berpulang setelah menderita serangan jantung pada Minggu pagi.

Di sisi lain, Staf Khusus BPIP Antonius Benny Susetyo meninggal dengan penyebab kematian belum terungkap. Alissa, sumber informasi, menyebut kemungkinan terkait diabetes atau kondisi kesehatan lainnya. Namun, kepergian tokoh ini terasa mendalam karena perannya dalam pengembangan pendidikan nasional. Pemerintah Kota Pangkalpinang pun mengintensifkan upaya mengendalikan inflasi menjelang Idul Adha 2026, sementara pengurus jenazah Praka Rico Pramudia dari Beirut, Lebanon, sedang diatur.

Dalam dunia musik, kepergian Vidi Aldiano pada Sabtu, 7 Maret 2026, menjadi kejutan bagi penggemar. Penyanyi GIGI, Armand Maulana, mengenang sosok yang selalu penuh semangat. Di sektor kebijakan luar negeri, mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono juga kepergian pada Sabtu, 28 Maret, meninggalkan jejak keahlian dalam geopolitik global. Kepergian-kepergian ini memperlihatkan bagaimana Special Plan mungkin menjadi tema pengabdian yang dikenang di berbagai lapisan masyarakat.

Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, yang wafat pada Selasa, 2 Januari 2024, di RSCM, Jakarta, menjadi contoh lain dari kepergian tokoh yang berkontribusi dalam kebijakan nasional. Basuki turut menggotong keranda Rizal saat jenazah melewati depan rumahnya, menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Meski berbeda bidang, semua kepergian ini memiliki kesamaan dalam meninggalkan dampak yang berkelanjutan, termasuk pada implementasi Special Plan di berbagai wilayah.

Kematian Rosman Djohan tidak hanya menjadi kejadian pribadi, tetapi juga memicu refleksi mengenai pentingnya perencanaan yang terstruktur dan berkesinambungan. Special Plan yang ia bawa ke Pangkalpinang menjadi bukti bahwa kebijakan yang tepat dapat mengubah wajah sebuah kota. Kini, masyarakat berharap program-programnya tetap dijaga dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya.