Special Plan: Jawa Timur Provinsi Event: Strategi Dongkrak Kunjungan Wisatawan dan Ekonomi
Jawa Timur Tampil sebagai Destinasi Event Terbanyak di Indonesia
Special Plan - Dalam rangka meningkatkan daya tarik pariwisata dan ekonomi lokal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara resmi mengumumkan "Special Plan" sebagai strategi utama dalam menyelenggarakan acara kreatif dan inovatif. Berdasarkan data terkini, sekitar 30 persen dari total pengunjung wisatawan ke Jawa Timur terkait dengan berbagai jenis event yang rutin digelar. Dengan "Special Plan," Pemprov Jatim ingin menegaskan kembali komitmen untuk menjadi pusat kegiatan budaya, olahraga, dan ekonomi yang memiliki dampak luas.
Mantra 116 Menjadi Pendorong Strategis
Deklarasi "Special Plan" dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, di tengah pelaksanaan acara Malang Trail Runners (Mantra) 116 yang berlangsung di Kabupaten Pasuruan pada 5 Juli 2026. Acara ini menjadi salah satu contoh nyata dari kebijakan strategis tersebut, dengan ribuan peserta dari berbagai belahan dunia. Mantra 116 bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga alat untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai destinasi yang diminati secara global.
“Special Plan ini dirancang agar event-event seperti Mantra 116 tidak hanya menyedot minat wisatawan lokal, tetapi juga menjangkau pasar internasional,” ungkap Evy Afianasari.
Strategi Pariwisata Berbasis Event
Terlebih lagi, "Special Plan" menekankan pengembangan konsep eco-sport tourism yang dianggap mampu menarik minat wisatawan asing. Pemprov Jatim menggandeng sejumlah institusi untuk memastikan setiap acara memiliki dampak ekonomi dan lingkungan yang berimbang. Selain itu, berbagai event yang digagas akan dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri pariwisata, seperti penyelenggaraan acara berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.
“Dengan berbagai event yang digelar, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan Jawa Timur sebagai destinasi wisata yang memadukan keindahan alam dan kreativitas,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Manfaat Ekonomi dari Event Besar
Mantra 116, yang memasuki tahun ke-10 setelah sempat tertunda karena pandemi, menunjukkan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi. Acara ini mampu menarik sekitar 4.014 peserta dari 22 negara, termasuk perusahaan-perusahaan hotel dan transportasi lokal yang memanfaatkan peluang ini. Tahun ini, jumlah peserta meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan strategi "Special Plan" yang berhasil menarik minat wisatawan khususnya dalam bidang olahraga dan kebudayaan.
Pemprov Jatim juga memperluas kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas lokal untuk memastikan event-event seperti Mantra 116 menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Dengan memperkenalkan jalur baru seperti Lincing, acara ini tidak hanya memperkaya pengalaman peserta, tetapi juga meningkatkan pemasukan dari sektor pariwisata. "Special Plan" juga berfokus pada pengembangan infrastruktur yang mendukung event, seperti aksesibilitas tempat dan pengelolaan sumber daya.
Penyelenggaraan Event yang Berkelanjutan
Salah satu bagian penting dari "Special Plan" adalah pemanfaatan kawasan konservasi sebagai tempat penyelenggaraan event. Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, mengungkapkan bahwa Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) telah diterbitkan untuk memastikan penggunaan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo tetap berimbang dengan perlindungan lingkungan. Hal ini menunjukkan komitmen Jawa Timur untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.
“Special Plan ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan yang terstruktur,” tambah Jumadi.
Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur menyatakan bahwa strategi "Special Plan" dirancang untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang menarik dan berkelanjutan. Dengan memperkuat kolaborasi antarinstansi, Jawa Timur berharap dapat membangun destinasi wisata yang mampu bertahan di masa depan. Pemprov Jatim juga berencana melibatkan sektor swasta dan masyarakat dalam merancang acara ke depan, sehingga potensi ekonomi bisa lebih maksimal lagi.