Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Kejagung Akan Periksa Sony Sonjaya setelah Ajukan Justice Collaborator

Published Juni 12, 2026 · Updated Juni 12, 2026 · By Patricia Brown

Kejagung Periksa Sony Sonjaya dalam Special Plan Korupsi MBG

Special Plan - Dalam rangka memperkuat investigasi kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kejaksaan Agung (Kejagung) akan melakukan pemeriksaan terhadap Sony Sonjaya, seorang tersangka yang telah mengajukan status Justice Collaborator (JC). Pemanggilan ini menjadi bagian dari Special Plan yang digagas oleh lembaga penuntut umum untuk menggali lebih dalam fakta terkait penyimpangan dana dalam program pemerintah tersebut. Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, menyatakan bahwa tim penyidik sedang mengevaluasi permohonan JC Sony dan akan segera meminta konfirmasi lebih lanjut. “Pemeriksaan terhadap tersangka SS akan dilakukan dalam rangka memastikan kebenaran informasi yang diajukan dalam Special Plan ini,” terang Syarief, Jumat (12/6/2026).

Proses Pemenuhan Syarat Justice Collaborator dalam Special Plan

Special Plan menjadi strategi penting dalam kasus korupsi yang melibatkan individu yang dianggap memiliki informasi kritis. Dalam kasus MBG, Sony Sonjaya diharapkan dapat memberikan data yang memperjelas peran serta kontribusinya dalam penggelapan dana. Kuasa hukum Sony, Elza, mengungkapkan bahwa klien mereka yakin bisa mendukung proses penyidikan melalui data yang dimiliki. “Klien kami percaya bahwa Sony memiliki bukti-bukti penting yang dapat membantu mengungkap korupsi MBG dalam kerangka Special Plan ini,” katanya. Pemanggilan Sony Sonjaya disebut sebagai langkah untuk mempercepat proses klarifikasi terkait dugaan penyimpangan administrasi yang mencolok.

Pemeriksaan Sony akan dilakukan setelah tim penyidik memastikan semua dokumen yang diajukan sesuai dengan standar JC. Proses ini melibatkan peninjauan kebenaran fakta, serta keterlibatan terduga pelaku dalam upaya memperjelas jalur penyalahgunaan dana. Menurut Syarief, pihaknya sedang menyiapkan jadwal lengkap untuk pemanggilan Sony, termasuk kemungkinan menunda waktu jika diperlukan untuk mengumpulkan bukti tambahan. “Kita akan segera mengumumkan jadwal pemeriksaan, setelah semua aspek dalam Special Plan dijelaskan,” ujarnya.

Impact of Special Plan on MBG Corruption Case

Kasus MBG sendiri menarik perhatian karena menyangkut pengelolaan dana bantuan sosial yang berdampak luas pada masyarakat. Dalam Special Plan ini, Sony Sonjaya dianggap sebagai kunci utama untuk mengungkap hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dan cara dana dialokasikan. Menurut penyidik, jika data yang diajukan oleh Sony terbukti valid, maka akan menjadi bukti kuat untuk menuntut pihak-pihak lain yang diduga terlibat. “Special Plan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana dana MBG dipakai, terutama dalam aspek teknis pengadaan dan distribusi,” tambah Syarief.

Pengungkapan pemeriksaan Sony Sonjaya juga menjadi momentum untuk memperkuat kredibilitas penyidikan. Dalam beberapa bulan terakhir, Kejagung telah menetapkan sejumlah tersangka baru, termasuk Komisaris PT YAT Andri Mulyono, yang diduga terlibat dalam mark up pengadaan motor listrik senilai Rp1,1 triliun. Selain itu, eks Ketua Ombudsman Hery Susanto diduga terkait korupsi tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara. Semua kasus ini menjadi bagian dari upaya Kejagung untuk mengungkap berbagai skema korupsi yang melibatkan institusi pemerintah.

Kejagung juga memperkuat koordinasi dengan Polda Metro Jaya, yang akan menggelar penyelidikan khusus terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Proses ini menunjukkan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada satu kasus, tetapi juga menjadi wadah untuk menyelidiki berbagai bidang yang berpotensi menjadi sumber korupsi. Dengan adanya Sony Sonjaya sebagai saksi kunci, Kejagung berharap dapat memperoleh petunjuk tambahan mengenai penyelewengan dana MBG yang diperkirakan mencapai total ratusan miliar rupiah.

Dalam rangka menyelesaikan penyelidikan, Kejagung akan mengumpulkan semua data dari Sony Sonjaya, termasuk bukti-bukti yang bisa menjelaskan bagaimana korupsi terjadi selama pemanfaatan program MBG. Pemeriksaan ini juga berpotensi memperjelas peran para mitra yang awalnya disetujui, tetapi kini dicabut status pendaftarannya. Selain itu, barang bukti yang diamankan oleh penyidik mencakup perangkat elektronik serta dokumen relevan yang bisa membuktikan alur dana. “Special Plan ini adalah bagian dari upaya menyelidiki segala aspek korupsi, termasuk keterlibatan pihak-pihak yang diduga menjadi pelaku utama,” pungkas Syarief.