Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: KPID dan ATVSI Perkuat Ekosistem Penyiaran Nasional, Bentengi Kebudayaan dari Hantaman Globalisasi

Published Juni 30, 2026 · Updated Juni 30, 2026 · By Susan Thomas

Special Plan: KPID dan ATVSI Perkuat Ekosistem Penyiaran Nasional

Special Plan yang digagas oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dan Asosiasi Televisi dan Radio Swasta Indonesia (ATVSI) menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem penyiaran nasional. Melalui program ini, lembaga penyiaran lokal berupaya menjaga identitas kebudayaan Indonesia di tengah dominasi informasi global yang semakin menggila. KPID dan ATVSI berkolaborasi untuk mendorong kreativitas penyiaran daerah, memastikan bahwa konten lokal tetap relevan dan mampu bersaing dalam dunia digital. Kegiatan pelatihan bertajuk "Disrupsi Teknologi dan Kearifan Lokal: Menjaga Keseimbangan antara Inovasi dan Nilai Budaya" diadakan di YPT Pasundan, Bandung, pada Senin (29/6), sebagai wujud komitmen untuk memperkaya narasi nasional dengan program lokal yang berakar pada budaya tradisional.

Kolaborasi untuk Penguatan Sosial dan Budaya

KPID Jawa Barat dan ATVSI sepakat mengembangkan strategi penguatan penyiaran nasional dengan pendekatan kreatif dan berkelanjutan. Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, menegaskan bahwa Special Plan dirancang untuk membangkitkan partisipasi generasi muda dalam menghasilkan konten yang tidak hanya menarik tetapi juga mengakar pada nilai-nilai lokal. Ia berharap program ini menjadi benteng pertahanan kebudayaan, khususnya di Jawa Barat, menghadapi pengaruh budaya global yang masuk melalui media massa. "Special Plan ini bukan sekadar pelatihan, tapi juga platform untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya media dalam mengangkat budaya daerah," kata Adiyana, dalam wawancara terpisah.

Peran Teknologi dalam Konservasi Budaya

Pelatihan Special Plan mengupas peran teknologi modern dalam menyongsong era digital, sambil menjaga keseimbangan dengan warisan budaya. Adiyana Slamet menyoroti bahwa meski regulasi saat ini menetapkan kuota 10% untuk TV dan 60% untuk radio, penempatan program lokal pada jam tayang yang kurang produktif masih menjadi hambatan. "Kita harus memastikan bahwa Special Plan membawa perubahan dalam pola siaran, agar program lokal tidak hanya dipenuhi kuota tapi juga menarik audiens," tambahnya. Ia juga mengingatkan bahwa inovasi teknologi harus diintegrasikan dengan nilai-nilai lokal untuk menciptakan konten yang lebih relevan dan berkelanjutan.

Prof. Didi Turmudzi, Ketua Umum Paguyuban Pasundan, menegaskan bahwa perubahan nilai budaya akibat globalisasi memerlukan penyesuaian regulasi. Menurutnya, Special Plan bisa menjadi solusi untuk memperkuat keberadaan media lokal dalam menjaga keutuhan moralitas dan identitas budaya. "Special Plan ini akan menjadi peluang untuk menyongsong era digital dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal, yang sebelumnya bisa tergerus oleh arus informasi global," ujarnya dalam sesi diskusi. Ia menambahkan bahwa Pasal 3 UU Penyiaran perlu diperbarui untuk mendukung peran media dalam menyampaikan nilai-nilai nasional.

Strategi Pembiayaan dan Konten Lokal

Sekretaris Jenderal ATVSI, Gilang Iskandar, menjelaskan bahwa tantangan utama penyiaran lokal adalah keterbatasan pembiayaan dan kualitas konten. "Special Plan akan membantu menyediakan sumber daya dan pelatihan untuk memastikan program lokal tidak hanya berkualitas tetapi juga berkelanjutan," katanya. Ia menyoroti bahwa program siaran lokal sering kali bergantung pada subsidi dari siaran nasional, sehingga keberlanjutan kualitas konten menjadi isu penting. "Dengan Special Plan, kami ingin membangun kepercayaan masyarakat terhadap media lokal, agar mereka bisa menjadi pilar kebudayaan yang tangguh," tambah Gilang.

Menurut Gilang, keberhasilan Special Plan juga tergantung pada partisipasi aktif pengelola siaran daerah. "Special Plan ini bukan sekadar program dari KPID, tapi kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kita perlu memastikan bahwa kebudayaan lokal tetap hidup dan relevan di masa depan," ujarnya. Ia menekankan pentingnya kreativitas dalam mengadaptasi teknologi baru tanpa kehilangan esensi budaya. "Dengan Special Plan, kita bisa menemukan titik temu antara modernisasi dan tradisi, sehingga media lokal tetap menjadi benteng kebudayaan."

Langkah Praktis untuk Konservasi Budaya

KPID Jawa Barat dan ATVSI telah menyusun rencana konkret dalam rangka mengimplementasikan Special Plan. Dalam sesi pelatihan, para peserta diberikan pelatihan kreativitas, penguasaan teknologi, dan pengelolaan konten budaya. "Special Plan ini akan memastikan bahwa siaran lokal tidak hanya memenuhi kuota tapi juga memiliki daya tarik dan makna dalam kehidupan masyarakat," kata Adiyana Slamet. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi bukti bahwa media lokal mampu menjadi pilar kebudayaan yang kuat di tengah persaingan global.

Adiyana menambahkan bahwa Special Plan akan berdampak jangka panjang dalam memperkuat ekosistem penyiaran nasional. "Kita harus memastikan bahwa program lokal tidak hanya bertahan tapi juga berkembang dengan adanya perbaikan regulasi dan dukungan dari siaran nasional," ujarnya. Dengan adanya kerja sama antara KPID dan ATVSI, ia yakin bahwa kebudayaan Indonesia akan tetap hidup dan relevan, meski menghadapi tekanan dari globalisasi. "Special Plan adalah langkah awal menuju penyiaran yang lebih berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai lokal."

Perspektif Masa Depan dalam Penyiaran Nasional

Kegiatan pelatihan Special Plan juga menjadi wadah untuk mendiskusikan perspektif masa depan penyiaran nasional. Para peserta menyepakati bahwa kolaborasi antarlembaga dan pengelolaan konten yang lebih inovatif adalah kunci sukses dalam menahan pengaruh budaya global. "Dengan Special Plan, kita bisa mengubah pola siaran lokal menjadi lebih produktif dan berdampak sosial," ujar Gilang Iskandar. Ia menekankan bahwa peran media dalam menyampaikan nilai budaya perlu ditingkatkan, terutama dalam era digital di mana informasi bisa menyebar cepat.

Adiyana Slamet menegaskan bahwa Special Plan akan terus dikembangkan dalam bentuk program lanjutan. "KPID dan ATVSI akan berkoordinasi lebih erat untuk memastikan bahwa ekosistem penyiaran nasional tetap stabil dan mampu menghadapi dinamika teknologi masa kini," tambahnya. Dengan pendekatan ini, ia yakin bahwa media lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pilar utama dalam mengangkat budaya Indonesia ke kancah internasional. "Special