Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Kuasa Hukum Sebut Kejagung Periksa Sony Sonjaya Terkait Pengajuan Justice Collaborator Kamis Ini

Published Juni 16, 2026 · Updated Juni 16, 2026 · By David Gonzalez

Special Plan: Kejagung Periksa Sony Sonjaya Terkait Pengajuan Justice Collaborator

Special Plan menjadi fokus utama dalam pemeriksaan Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang dijadwalkan pada Kamis, 18 Juni 2026. Kejaksaan Agung menyatakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan memverifikasi status Justice Collaborator (JC) yang diajukan oleh tersangka sebagai bagian dari penanganan kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permohonan JC ini diperkirakan akan memberikan wawasan lebih dalam tentang peran para pihak dalam skandal yang masih ditelusuri.

Pemeriksaan Sony Sonjaya: Detail Belum Terungkap

Kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengonfirmasi bahwa agenda pemeriksaan sudah ditentukan. Namun, ia belum menerima informasi spesifik mengenai lokasi dan isi materi yang akan dibahas. "Kamis ada jadwal pemeriksaan," kata Krisna dalam pernyataan resmi, Selasa (16/6/2026). Meski demikian, ia menyatakan bahwa pemeriksaan ini akan menjadi langkah penting dalam Special Plan untuk memperjelas fakta-fakta yang masih kabur.

"Apakah di ruang penyidik atau di rutan," tambahnya.

Krisna juga menyebutkan bahwa penyidik kemungkinan besar akan mengeksplorasi data atau nama-nama lain yang terkait dengan kasus MBG. Dengan Special Plan, penyelidikan diharapkan bisa lebih cepat mengarah pada sumber informasi kunci, termasuk para pelaku utama skandal tersebut.

Permohonan JC: Upaya untuk Mempercepat Penyelesaian

Sony Sonjaya mengajukan permohonan JC pada 8 Juni 2026, sebagai bagian dari strategi dalam Special Plan yang dijalankan oleh tim kuasa hukumnya. Langkah ini dianggap sebagai cara untuk mempercepat pengungkapan fakta, terutama terkait keterlibatan pihak-pihak besar dalam program MBG. Permohonan disampaikan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) setelah mendapatkan persetujuan dari klien.

"Iya. Jadi hari ini kan kita akan resmi mengajukan surat permohonan JC. Dan kita baru saja tadi dari rutan telah mendapatkan pernyataan daripada klien kami, yang di mana klien kami akan menyatakan bahwa dia melakukan justice collaborator," jelas Krisna.

Krisna menegaskan bahwa pengajuan JC tidak bertujuan menghindari proses hukum, tetapi untuk memberikan kerja sama yang lebih baik dalam Special Plan. "Kita bukan menghindar dari permasalahan hukum, tapi ingin mengungkap peran-peran besar yang terlibat dalam program MBG," ujarnya. Dengan dukungan JC, penyidik diharapkan bisa memperoleh informasi yang lebih terstruktur dan relevan.

Elza Syarief: Kontroversi dalam Tim Kuasa Hukum

Elza Syarief, salah satu anggota tim kuasa hukum Sony Sonjaya, mundur dari posisinya setelah menilai bahwa pengajuan JC memiliki dampak besar terhadap Special Plan. Ia mengungkapkan keraguan atas kelayakan klien sebagai saksi kunci, karena dinilai sudah mengetahui detail kasus sebelumnya. "Saat ditanya alasan permintaan tersebut, Elza menegaskan pihaknya menilai Nanik mengetahui persoalan yang menjadi objek penyidikan," kata sumber.

Peristiwa ini menimbulkan perdebatan di kalangan pengacara. Meski demikian, Krisna tetap memastikan bahwa Sony akan memberikan pendampingan langsung selama pemeriksaan. "Kejagung berhak memanggil siapa saja yang memiliki informasi penting, dan Special Plan bertujuan memastikan semua pihak terlibat diberi kesempatan untuk memberikan kontribusi," tegasnya.

Proses Hukum MBG: Tersangka Masih Ditahan

Tiga mantan pimpinan BGN, termasuk Sony Sonjaya, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBG. Mereka langsung ditahan oleh Kejaksaan Agung untuk mempercepat proses penyelidikan. Jampidsus, Febrie Adriansyah, menyebutkan bahwa pasal TPPU digunakan untuk mengungkap kekayaan ilegal yang terkait dengan program tersebut.

"Penerapan pasal TPPU bertujuan memperjelas peran pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi MBG," jelas Febrie.

Kejagung berharap pemeriksaan Sony Sonjaya dalam Special Plan bisa memberikan keterangandari pihak yang lebih luas, termasuk individu atau lembaga yang berpotensi menjadi saksi utama. Dengan adanya JC, mereka diharapkan bisa mempercepat penyelesaian kasus, sementara tersangka lain tetap menjalani pemeriksaan rutin.

Bagi publik, Special Plan ini menjadi momentum penting untuk memahami dinamika penyelidikan MBG. Informasi yang diungkapkan melalui pemeriksaan Sony Sonjaya diharapkan bisa membuka peluang investigasi lebih luas, sekaligus memperjelas bagian-bagian yang masih samar dalam skandal tersebut. Kesempatan ini juga menjadi sorotan media dan masyarakat yang menginginkan transparansi dalam proses hukum.