Special Plan: Menteri Koperasi Dorong Koperasi Nasional Laskar Juang Kuasai Rantai Produksi Hulu ke Hilir
Menteri Koperasi Dorong Koperasi Nasional Laskar Juang Kuasai Rantai Produksi Hulu ke Hilir
Special Plan - Pada Jumat (6/6), Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia di Denpasar, Bali. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa koperasi tersebut diharapkan mampu membangun ekonomi Pancasila melalui kegiatan usaha yang menjangkau seluruh tahap produksi, dari bahan baku hingga produk akhir.
Penguatan Rantai Pasok Nasional
Dorongan Menteri Ferry bertujuan untuk meningkatkan kemandirian bangsa dan memperkuat pemerataan ekonomi. Ia menekankan bahwa Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia tidak hanya perlu fokus pada hasil akhir, tetapi juga turut andil dalam proses produksi awal. Langkah ini dianggap sesuai dengan prinsip ekonomi Pancasila yang menekankan kemandirian.
"Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia diminta untuk mengintegrasikan aktivitas usahanya mulai dari sektor hulu hingga tahap hilir,"
Menurut Menteri Ferry, inisiatif ini bisa mengurangi ketergantungan pada bahan impor serta meningkatkan nilai tambah untuk produk lokal. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa pabrik tekstil saat ini masih memakai bahan baku dari luar negeri, sehingga perlu diperkuat upaya lokalisasi.
Peran Strategis Koperasi dalam Perekonomian Nasional
Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia diberikan tugas spesifik, seperti pengembangan lahan perkebunan kapas dan industri pengolahan kain. Menteri Ferry menyatakan bahwa peran koperasi sebagai instrumen transformasi ekonomi sangat penting, terutama dalam mendukung pengusaha mode dan perancang busana.
"Koperasi harus mengambil peran strategis sebagai instrumen transformasi ekonomi nasional,"
Menurut Rieke Diah Pitaloka, ketua koperasi tersebut, kegiatan usaha koperasi akan fokus pada sektor sandang. Tujuannya adalah membangun jaringan distribusi adil, meningkatkan akses pasar, serta memperkuat produksi rakyat. Ia juga menekankan bahwa koperasi perlu mengorganisir seluruh elemen produktif bangsa, mulai dari petani hingga UMKM.
Visi Pemerintah dan Peran Koperasi
Sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Koperasi sedang gencar mendorong program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir, koperasi diharapkan memiliki daya tawar, daya saing, dan daya hidup yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan ekonomi global.
Menteri Ferry Juliantono menegaskan bahwa penguatan koperasi adalah agenda besar nasional. Ia menyebutkan bahwa koperasi merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem ekonomi Pancasila yang berkeadilan. Langkah ini bertujuan memastikan bangsa Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga mampu menguasai seluruh rantai nilai ekonominya sendiri.