Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Penyembelihan Hewan Kurban Bantul Capai 26 Ribu Ekor, DKPP Temukan Kasus Cacing Hati

Published Mei 30, 2026 · Updated Mei 30, 2026 · By Susan Thomas

Penyembelihan Hewan Kurban Bantul Capai 26 Ribu Ekor, DKPP Temukan Kasus Cacing Hati

Special Plan - Dalam rangka meningkatkan kualitas dan keamanan daging kurban, pemerintah Kabupaten Bantul melaksanakan Special Plan yang mencakup penyembelihan hewan kurban sebanyak 26.963 ekor selama Idul Adha hingga akhir Tasyrik Mei 2026. Meski terdapat indikasi penyakit cacing hati pada sejumlah hewan, daging tetap dianggap aman untuk dikonsumsi asalkan bagian yang terjangkit dipotong dan dibuang sesuai prosedur. Special Plan ini juga memastikan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan.

Pemeriksaan Rigorous dan Pemantauan Lintas Sektor

Kasus cacing hati atau Fasciola ditemukan pada 352 sapi, 31 kambing, dan 110 domba, namun pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menegaskan bahwa daging kurban tetap layak digunakan setelah proses pemotongan organ terinfeksi dilakukan. Special Plan mencakup koordinasi antara DKPP dengan pihak-pihak terkait, seperti petugas lapangan dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, untuk memastikan pengawasan ketat. Pemantauan dilakukan melalui sistem quick count harian yang mempercepat pengumpulan data.

Dalam pelaksanaan Special Plan, selama tiga hari penyembelihan, 150 petugas diterjunkan ke berbagai lokasi. Kehadiran mahasiswa dari FKH UGM memberikan kontribusi signifikan, karena mereka memiliki keahlian khusus dalam identifikasi penyakit pada hewan. Koordinasi ini tidak hanya memperkuat kualitas daging, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang standar keamanan produk hewani.

Proses Penyembelihan dan Distribusi Hewan Kurban

Penyembelihan hewan kurban berlangsung di 2.128 lokasi di Kabupaten Bantul, dengan jumlah terbesar berasal dari domba (15.068 ekor), disusul sapi (6.364 ekor), dan kambing (5.531 ekor). Special Plan memastikan proses ini berjalan terstruktur, termasuk pembagian tugas antara petugas lapangan dan pihak yang melakukan pemotongan. Aktivitas ini sejalan dengan upaya menjaga kebersihan dan kehalalan daging yang disediakan untuk masyarakat.

Prosedur pemotongan dan pemeriksaan juga menjadi fokus utama dalam Special Plan. Selain memeriksa kondisi fisik hewan, tim melibatkan pihak penyembelih dalam memastikan teknik penyembelihan sesuai standar. Proses ini dilakukan secara terpusat pada hari pertama dan kedua Tasyrik, dengan penyebaran ke lokasi lain pada hari ketiga. Hasilnya, total daging kurban yang dihasilkan mencapai 26.963 ekor, mencerminkan partisipasi tinggi masyarakat.

Keberlanjutan dan Peningkatan Kesehatan Hewan

Salah satu tujuan Special Plan adalah mencegah penyebaran penyakit pada hewan kurban. Dengan pemeriksaan yang dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan, kasus cacing hati dapat terdeteksi lebih dini. Pihak DKPP juga memberikan bimbingan teknis kepada petugas lapangan untuk memastikan semua prosedur sesuai standar.

"Special Plan ini membantu kita mengawasi keamanan daging dengan lebih ketat, terutama untuk mencegah risiko kesehatan masyarakat," ungkap Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo. Proses pemotongan organ terjangkit cacing hati dipastikan tidak mengganggu kualitas daging, sekaligus mengurangi potensi penyebaran penyakit. Hasil dari pemeriksaan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program Special Plan di masa depan.

Implementasi Special Plan juga mencakup pelatihan dan sosialisasi kepada petugas penyembelih serta masyarakat. Tujuannya adalah mengenalkan protokol sanitasi dan pengawasan hewan kurban secara keseluruhan. Tidak hanya fokus pada pemeriksaan penyakit, tetapi juga memastikan proses penyembelihan tidak mengganggu keamanan makanan. Selain itu, program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKH UGM untuk mengaplikasikan pengetahuan di lapangan, sehingga memperkaya pengalaman mereka.

Kompetensi dan Komitmen dalam Pemantauan Kualitas

DKPP Bantul menjadikan Special Plan sebagai alat untuk memperkuat kompetensi pihaknya dalam mengawasi kualitas hewan kurban. Dengan sistem pengawasan yang terintegrasi, data penyembelihan dapat diakses secara real-time, memudahkan identifikasi potensi masalah. Proses ini juga mendukung upaya menjaga standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) dalam daging kurban.

Special Plan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk kelembagaan lokal dan institusi pendidikan. Dengan kehadiran tenaga ahli, prosedur pengawasan menjadi lebih efektif, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk hewani. Upaya ini juga bertujuan untuk memperbaiki sistem pengurusan hewan kurban di tingkat desa, sehingga distribusi daging bisa lebih terjangkau dan terjamin kualitasnya.

Proses Special Plan tidak hanya memperbaiki standar penyembelihan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan program pengawasan kesehatan hewan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kebanyakan hewan kurban dalam kondisi sehat, dengan sedikit kasus cacing hati yang ditemukan. DKPP berharap program ini dapat terus ditingkatkan, dengan pendekatan yang lebih menyeluruh untuk menciptakan daging kurban berkualitas tinggi dan aman bagi konsumen.