Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Polda Metro Jaya Canangkan Gerakan ‘Jaga Jakarta Bersih dan Asri’, Libatkan Ribuan Personel

Published Mei 23, 2026 · Updated Mei 23, 2026 · By Sarah Williams

Polda Metro Jaya Luncurkan Gerakan 'Jaga Jakarta Bersih dan Asri' dalam Rangka Special Plan

Special Plan menjadi fokus utama dalam kegiatan penandatanganan gerakan 'Jaga Jakarta Bersih dan Asri' yang dilakukan Polda Metro Jaya pada hari Sabtu, 23 Mei. Upaya ini bertujuan memperkuat kesadaran lingkungan di seluruh wilayah DKI Jakarta melalui partisipasi aktif ribuan personel dan masyarakat. Dalam Special Plan ini, kepolisian tidak hanya berperan sebagai pengawas tetapi juga sebagai pelaku utama dalam menjaga kebersihan dan keasrian kota, terutama di lingkungan kerja mereka. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen untuk mengatasi masalah sampah yang semakin kompleks, dengan penekanan pada pengelolaan berkelanjutan.

Penandatanganan Gerakan Dibuka dengan Apel Besar di Stadion Presisi

Acara penandatanganan Special Plan 'Jaga Jakarta Bersih dan Asri' diawali dengan apel besar yang berlangsung di Stadion Presisi. Acara ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi kepolisian dan masyarakat. "Special Plan ini tidak hanya simbolis, tetapi juga bertujuan menciptakan kebiasaan baru dalam mengelola sampah secara terpadu," ujarnya. Peluncuran program ini merupakan bagian dari rencana kepolisian untuk meningkatkan kualitas lingkungan seiring berbagai inisiatif nasional yang menekankan keberlanjutan.

“Dengan Special Plan, kita ingin mengubah cara berpikir masyarakat tentang sampah, mulai dari kecil hingga besar,” tambah Wakapolda Dekananto.

Gerakan ini melibatkan 1.000 personel dari 29 satuan kerja Polda Metro Jaya, serta ribuan anggota dari 13 Polres dan 102 Polsek. Setelah apel, mereka segera melakukan aksi pembersihan dan penataan lingkungan di area Polda, dengan penambahan 465 unit tempat sampah terpilah di lokasi strategis. Penyediaan bak sampah terbagi menjadi tiga kategori: organik, nonorganik, dan bahan berbahaya serta beracun (B3), sebagai upaya memisahkan sampah sejak awal agar dapat didaur ulang atau didisposisikan dengan tepat.

Kolaborasi dengan Organisasi Masyarakat untuk Membangun Budaya Peduli

Special Plan ini juga diisi oleh kolaborasi dengan organisasi masyarakat di Jakarta dan sekitarnya, yang berperan sebagai mitra dalam memperluas cakupan program. Kegiatan ini menjadi ajang sinergi antara aparat, pemerintah, dan warga, dengan keterlibatan langsung dari masyarakat sekitar. "Keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan Special Plan ini," jelas Brigjen Pol Dekananto. Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat diharapkan mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah sehari-hari, termasuk memilah sampah di rumah dan lingkungan sekitar.

“Special Plan ini merupakan wujud komitmen Polri untuk hadir secara humanis di tengah masyarakat,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Kapolda menegaskan bahwa program pilah sampah yang diinisiasi dalam Special Plan merupakan langkah penting untuk menjaga kebersihan DKI Jakarta. Ia menyebutkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah perkotaan secara efektif. Selain itu, Polda Metro Jaya juga akan terus berkoordinasi dengan Pemprov DKI dan instansi terkait untuk memastikan program ini berjalan optimal dan menghasilkan dampak jangka panjang.

Gerakan 'Jaga Jakarta Bersih dan Asri' dalam Special Plan ini tidak hanya menyasar kebersihan fisik tetapi juga peningkatan kesadaran lingkungan melalui edukasi dan sosialisasi. Dalam rangka memperingati HUT ke-499 Jakarta, kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kota sebagai pusat perekonomian dan budaya Indonesia. Dengan libatkan ribuan personel, Polda Metro Jaya menargetkan peningkatan kualitas lingkungan hingga 15 persen dalam enam bulan pertama penerapan Special Plan. Keterlibatan masyarakat akan menjadi pilar utama keberhasilan program ini, karena ketersediaan sumber daya manusia yang luas menjadi keunggulan dalam menggerakkan perubahan.