Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Special Plan: Polisi Dalami Peran 321 WNA yang Digerebek di Kasus Judi Online Internasional

Sarah Williams ⏱ 2 min read

Special Plan: Polisi Periksa 321 WNA dalam Kasus Judi Online Internasional

Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan, Bareskrim Polri dan Kementerian Imigrasi melanjutkan penyelidikan terhadap 321 warga negara asing (WNA) yang berhasil digerebek dalam operasi penyergapan jaringan judi online internasional di Jakarta Barat. Penangkapan ini berlangsung di Hayam Wuruk Plaza Tower, lokasi yang menjadi pusat operasi sindikat judi online lintas negara. Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengungkap peran WNA dalam kejahatan digital yang telah menimbulkan kecurigaan selama beberapa bulan.

Proses Pemeriksaan dan Koordinasi dengan Imigrasi

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan bahwa 150 dari 321 WNA telah dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi, sementara 150 orang lain dibawa ke Direktorat Imigrasi Pusat. Sisanya, 21 individu, sedang diperiksa di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Special Plan menekankan kerja sama intens antara Polri dan imigrasi untuk mempercepat investigasi dan memastikan pelaku kejahatan tidak melarikan diri.

Proses penyelidikan dilakukan secara simultan dan berkelanjutan, dengan pihak berwajib memanfaatkan data teknis dan dokumen digital sebagai bukti. Dalam pernyataannya, Trunoyudo menambahkan bahwa operasi ini bukan hanya fokus pada tangkapan, tetapi juga menggali struktur kejahatan yang terorganisir dan memperluas jaringan kriminal lintas batas.

Barang Bukti dan Dana Judi Online

Sebagai bagian dari Special Plan, polisi menyita uang tunai senilai Rp1,9 miliar dari lokasi operasi. Angka ini memperlihatkan volume dana yang dikelola oleh sindikat judi online internasional, yang diduga melibatkan WNA dari beberapa negara. Barang bukti lain, seperti perangkat komputer dan dokumen keuangan, juga ditemukan dalam penyergapan tersebut.

Penangkapan 321 WNA menjadi titik balik dalam Special Plan untuk mengungkap kejahatan digital yang terus berkembang. Jaringan ini tidak hanya mengadakan pertaruhan online, tetapi juga terlibat dalam praktik penipuan, scammer, dan kecurangan daring. Penyelidikan saat ini berfokus pada identifikasi aktor utama, peran pihak yang merekrut anggota, serta pengelolaan markas judi online yang beroperasi secara tersembunyi.

Operasi penyergapan di Jakarta Barat bukan hanya bagian dari Special Plan, tetapi juga termasuk tindakan polisi di luar negeri. Sebagai contoh, mereka juga menyergap lokasi judi online di Hotel Tourist Garden, Lapu-lapu City, Provinsi Cebu, Filipina. Tindakan ini menunjukkan upaya bersama antarnegara untuk menangani kejahatan siber yang mengglobal.

Kementerian Komunikasi dan Digital mengambil peran aktif dalam Special Plan dengan bekerja sama dengan dua startup AI lokal, Gambit Hunter dan Ambisius Lab, untuk meningkatkan literasi digital. Pendekatan ini juga diaplikasikan oleh mahasiswa S2 Unpam yang menyelenggarakan sosialisasi keamanan digital bagi pelajar. Dengan memanfaatkan teknologi AI, upaya ini bertujuan melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks.

Bagikan artikel ini