Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Presiden Prabowo di Depan Ribuan Kepala SPPG: Telur Jangan Didadar!

Published Juni 4, 2026 · Updated Juni 4, 2026 · By Michael Gonzalez

Special Plan: Presiden Prabowo Di Depan Ribuan Kepala SPPG: Telur Jangan Didadar!

Special Plan - Dalam sebuah Special Plan yang diadakan di SICC Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6), Presiden Prabowo Subianto secara tegas meminta telur yang dimasukkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus disajikan utuh. Ia menyoroti pentingnya kejelasan dalam penyajian telur sebagai bagian dari Special Plan untuk memastikan nilai gizi tetap optimal. Prabowo mengingatkan bahwa telur dadar, meski terlihat praktis, justru mengurangi kandungan nutrisi karena penggunaan tepung terigu yang lebih dominan.

Peserta dan Tujuan Acara

Acara yang dihadiri oleh sekitar 12.173 peserta melibatkan para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), KPPG, serta mitra program MBG. Tujuan utama dari Special Plan ini adalah memastikan program MBG terus berjalan efektif dan menjaga kualitas pangan bagi anak-anak Indonesia. Prabowo menekankan bahwa seluruh peserta harus memahami standar penyajian telur, sehingga tidak ada lagi penambahan bahan lain yang bisa merusak kebaikan gizi telur.

"Yang kedua, telur jangan bikin dadar. Kalau telur dadar, kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia, kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu, iya, kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya," kata Prabowo sebagaimana dilaporkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/6).

Presiden Prabowo mengajak seluruh pihak, termasuk lembaga penyelenggara MBG, untuk konsisten dalam implementasi Special Plan. Ia berharap para kepala sekolah dan guru bisa menjadi pengawas langsung dalam memastikan telur disajikan secara utuh, seperti ceplok atau rebus, yang lebih bermanfaat untuk kesehatan anak-anak. Langkah ini diambil sebagai bagian dari Special Plan untuk meningkatkan kualitas program pangan nasional.

Standar Ukuran Ayam dan Ketatnya Pengawasan

Dalam Special Plan ini, Prabowo juga memperhatikan ukuran ayam yang diberikan kepada anak-anak. Ia menekankan bahwa ayam harus dipotong sesuai standar, dengan ukuran yang jelas agar kebutuhan protein tetap terpenuhi. Prabowo menunjukkan perbandingan ayam yang dipotong 8 dan 14 dalam piring berbeda, menyoroti bahwa ukuran terlalu kecil bisa mengurangi manfaat gizi.

"Yang kiri adalah ayam dipotong 14. Yang ini delapan, yang kanan delapan. Jadi, yang 14 saja sebesar ini. Kalau kecil begini, ya, berapa? Jangan-jangan 18 atau 22. Hah?" ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa SPPG dan dapur MBG harus mematuhi standar ini. Ia juga meminta para peserta acara untuk terus mengawasi pelaksanaan Special Plan, memastikan bahwa setiap satuan pelayanan tidak hanya menyiapkan makanan secara kuantitas tetapi juga kualitas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Pembaruan Menu dan Respons dari Peserta

Dalam rangka mengembangkan Special Plan, Prabowo juga mengungkapkan rencana mengganti telur ayam dengan telur puyuh atau daging sapi. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku makanan menjelang libur Nataru dan Lebaran. Meski demikian, ia tetap mempertahankan prinsip utama bahwa telur harus disajikan utuh untuk menjaga kandungan gizinya.

"Berarti satu anak makan satu lele. Lebih bagus dari waktu saya tantara dulu lelenya dipotong kecil-kecil," canda Prabowo.

Prabowo terlihat kaget saat mengetahui bahwa satu anak diberi satu ekor lele utuh. Ia berharap Special Plan ini bisa menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas pangan dalam program MBG. Selain itu, Prabowo meminta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk terus menjadi pengawas yang aktif, karena menurutnya keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan semua pihak.

"Kepala Dapur SPPI, kalian bertanggung jawab untuk mengawasi. Jangan kau larut ikut main-main juga enggak benar. Benar, jangan anggap enteng. Mata dan telinga saya ada di mana-mana," pungkas Prabowo.

Pelaksanaan Special Plan di Lapangan

Prabowo meninjau langsung dapur MBG di Palmerah, Jakarta Barat, sebagai bagian dari Special Plan ini. Ia meminta para petugas dapur untuk menyajikan hidangan hangat, karena menurutnya suhu makanan yang tepat dapat meningkatkan daya cerna dan kenikmatan bagi anak-anak. Dalam peninjauan tersebut, Prabowo juga memberikan saran teknis untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku, termasuk dalam pengadaan telur dan ayam.

"Jadi, telur harus utuh, ceplok, atau rebus. Betul, ya? Mendikdasmen, kepala sekolah, guru, yakinkan tidak ada lagi telur dadar atau telur apa itu? Orek-orek," tuturnya.

Presiden menekankan bahwa Special Plan ini tidak hanya sekadar perubahan menu tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia. Ia berharap semua pihak terlibat, termasuk KPPG, SPPG, dan SPPI, dapat bekerja sama dengan baik dalam menjalankan rencana tersebut. Prabowo juga meminta masyarakat untuk terus memberikan masukan, karena menurutnya Special Plan adalah bentuk komitmen yang terus berkembang.