Special Plan: Presiden Prabowo Sentil Bank Himbara: Jangan Dia Lagi Dia Lagi yang Dikasih Kredit
Presiden Prabowo Sentil Bank Himbara dalam Special Plan: Jangan Lagi Kredit ke Kelompok Sama
Special Plan – Dalam konteks Special Plan, Presiden Prabowo Subianto menyoroti kebijakan Bank Himbara yang dianggap kurang adil. Ia menyoroti kebiasaan pemberian kredit yang sering diberikan kepada individu atau kelompok yang sama, yang menurutnya bertentangan dengan prinsip demokrasi ekonomi. “Kebijakan ini harus dipahami sebagai bagian dari Special Plan, di mana masyarakat yang lebih lemah justru kesulitan mengakses bantuan secara merata,” ujarnya.
Analisis Kebijakan Kredit Bank Himbara
Prabowo mengkritik kebijakan kredit Bank Himbara yang dianggap tidak seimbang. Ia menekankan bahwa dalam Special Plan, perbankan negara perlu lebih selektif dalam menyalurkan dana. “Jangan lagi mereka yang sama mendapatkan kredit. Orang yang sudah kaya seharusnya mampu membangun sendiri,” sindirnya. Kritik ini disampaikan dalam konteks upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi melalui Special Plan.
Dalam pidato yang sama, Prabowo menyoroti kesenjangan bunga antara masyarakat ekonomi lemah dan pengusaha besar. Ia menilai kebijakan ini melebihi batas keadilan dalam Special Plan. “Orang miskin dan orang kaya dibebani bunga yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan besar, ini tidak sesuai dengan prinsip penyaluran dana yang sehat,” tambahnya.
“Saya meminta Bank Himbara, sebagai bagian dari Special Plan, untuk lebih patriotik dalam memilih penerima kredit. Jangan terus-terusan diberi ke kelas yang sama, karena ada 6 juta pengusaha yang masih membutuhkan bantuan,” tegas Prabowo.
Kebijakan kredit yang diusulkan dalam Special Plan juga menjadi sorotan kritik terhadap penyaluran dana ke sektor produktif. Prabowo menilai Bank Himbara harus menurunkan tarif bunga untuk kelompok yang kurang beruntung agar bisa meningkatkan akses keuangan. “Dengan Special Plan, tujuannya adalah mengurangi beban masyarakat yang ingin hidup layak tanpa kesulitan,” jelasnya.
Peran Bank Himbara dalam Kebijakan Pemerintah
Bank Himbara, yang terdiri dari beberapa bank milik negara seperti BRI, BNI, dan BTN, memiliki peran penting dalam Special Plan. Meski demikian, Prabowo menilai mereka masih perlu beradaptasi dengan kebutuhan pasar. “Dalam Special Plan, Bank Himbara harus menjadi penyalur dana yang lebih inklusif, bukan hanya sekadar memenuhi target kredit,” tegasnya.
Sejumlah anggota Bank Himbara menyambut baik kebijakan yang diusulkan dalam Special Plan. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan kolaborasi dengan lembaga lain membuka akses keuangan yang lebih luas. “Dengan Special Plan, kita bisa memperkuat peran bank dalam mendukung pengusaha kecil dan masyarakat yang tidak mampu,” imbuhnya.
Dalam Special Plan, Prabowo juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penyaluran kredit. Ia menilai ada risiko moral hazard jika kebijakan ini tidak dikelola secara baik. “Kami berharap Special Plan menjadi alat untuk membangun ekonomi yang lebih adil, bukan hanya sekadar menghabiskan dana tanpa evaluasi,” tuturnya.
Di Provinsi Bengkulu, program bantuan PKH yang menjadi bagian dari Special Plan telah menjangkau 104.280 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga awal Maret 2026. Namun, Prabowo menegaskan bahwa Special Plan harus lebih dari sekadar program bantuan. “Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” katanya.