Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Sensus Ekonomi Kobar 2026 Dimulai, BPS Fokus Data Usaha Besar dan Menengah

Published Mei 30, 2026 · Updated Mei 30, 2026 · By Anthony Taylor

Special Plan: BPS Luncurkan Sensus Ekonomi Kobar 2026 Fokus pada Usaha Besar dan Menengah

Special Plan - Dalam Special Plan 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Barat (Kobar) secara resmi meluncurkan Sensus Ekonomi, yang bertujuan mengumpulkan data tentang sektor usaha besar dan menengah di wilayah tersebut. Proyek ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika ekonomi lokal, serta menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan berbasis data.

Proses Pendataan dan Waktu Pelaksanaan

Sensus Ekonomi Kobar 2026 dilaksanakan dalam dua tahap. Fase pertama berlangsung Mei hingga 15 Juni 2026, dengan metode pendataan mandiri atau blasting yang didampingi petugas BPS. Tahap kedua akan dilakukan secara door-to-door, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, sebagai langkah untuk memastikan akurasi informasi. Seluruh proses ini berjalan sesuai standar operasional yang ketat, termasuk menjangkau usaha di daerah terpencil.

Pentingnya Data Ekonomi dalam Special Plan

Special Plan ini memprioritaskan data ekonomi sebagai alat utama untuk memahami perubahan pasar dan memetakan potensi pertumbuhan. Sensus Ekonomi 2026 merupakan pelaksanaan kelima di Indonesia, yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. Data yang terkumpul mencakup berbagai sektor usaha, termasuk usaha mikro, kecil, menengah, dan besar, dengan fokus pada usaha yang lebih besar sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Kepala BPS Kobar, Tony Supriyanto, menjelaskan bahwa data ekonomi menjadi kunci dalam mengevaluasi kebijakan pemerintah daerah. "Dengan Special Plan ini, kita bisa mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan perusahaan secara lebih terarah," ujarnya. Informasi yang diperoleh akan digunakan untuk mengukur dampak kebijakan dan meningkatkan kualitas pembangunan ekonomi.

Masyarakat tidak perlu cemas karena petugas sensus menggunakan rompi, name tag, dan surat tugas resmi saat melakukan pendataan. Hal ini memastikan proses berjalan transparan, serta data yang dihimpun dijaga kerahasiaannya sesuai UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Tony mengimbau warga untuk aktif memberikan informasi guna mendukung Special Plan BPS dalam membangun database yang lebih lengkap.

Sebagai bagian dari Special Plan 2026, BPS membuka peluang kerja sama dengan Mitra Statistik 2026 untuk mempercepat pelaksanaan. Selain itu, BPS Nabire dan BPS Aceh turut berperan dalam memastikan keakuratan data, dengan menempatkan ribuan petugas untuk melakukan sosialisasi dan pemutakhiran informasi. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulawesi Barat (Kominfo Sulbar) juga intensifkan koordinasi untuk memperkuat keselarasan pelaksanaan program ini.

"Kerahasiaan data dijaga secara ketat, sehingga warga dapat memberikan informasi tanpa merasa waswas," tegas Tony Supriyanto. Kebijakan yang dihasilkan dari Special Plan ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif, serta menarik investasi ke daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat.